Fakta Krisis Energi Singapura, Ada RI Dituding Penyebabnya? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Fakta Krisis Energi Singapura, Ada RI Dituding Penyebabnya?

19/Okt/2021 09:45
Singapura Marah Disebut KPK Surga Koruptor!

Ilustrasi. Singapura (F: Rafika Aulia/ d'Traveler)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Tidak hanya Eropa, Inggris, China dan India, Singapura juga mengalami krisis energi. Sejumlah perusahaan pengecer listrik di Negeri Singa mulai bertumbangan.

Dilansir CNBCIndonesia.com, setidaknya tiga perusahaan mengaku akan keluar dari bisnis listrik di Singapura. Negeri itu sendiri telah meliberasi listrik sejak 2018, dengan meluncurkan sistem Pasar Terbuka (OEM).

Terbaru, Ohm Energy dan iSwitch akan menghentikan operasi mereka. Keduanya akan menggembalikan rekening pengguna ke SP group, perusahaan listrik milik negara di Singapura.

“Beberapa mungkin merasa sulit untuk mempertahankan operasi mereka dan mungkin memilih untuk keluar dari pasar,” kata otoritas energi Singapura EMA dikutip Channel News Asia (CNA) akhir pekan.

Lalu apa yang menjadi penyebabnya?

Situasi yang dianggap “luar biasa” di sektor energi menjadi biang keladinya, Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan global untuk gas alam seiring pembukaan dunia pasca lockdown akibat pandemi Covid-19.

Ini pun disertai pasokan gas yang minim yang membuat harga meroket di pasar spot. Di sisi lain, produksi batu bara juga terbatas akibat terganjal isu lingkungan.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Kekerasan di SPN Dirgantara Batam, Kabid Humas: Penyidik Masih Memproses

Selain soal harga gas, permintaan listrik memang naik di negara kota itu. Selain itu impor energi dari RI juga terganggu.

“Ada juga pembatasan gas alam perpipaan dari West Natuna (RI) dan rendahnya gas yang dipasok dari Sumsel,” kata EMA lagi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno membenarkan soal gangguan dari RI ini. Namun saat ini, ia berujar seharusnya semua sudah kembali normal.

“Minggu lalu tidak ada operational disruption ya kecuali memang planned shutdown Jambi Merang untuk maintenance. (Tapi) beberapa waktu yang lalu ConocoPhillips memang ada gangguan cukup lama dari Mei sampai Agustus. Sekarang sudah back to normal,” katanya menjawab pesan singkat, Senin (18/10/2021).

“Pada waktu kita ada unplanned shutdown ya memang kurang supply ke Singapore. Tapi sekarang seharusnya sudah normal,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan sebenarnya masalah krisis energi Singapura adalah kombinasi. Namun memang pasokan RI mendominasi.

“Sekitar 60% pasokan gas mereka dari Indonesia,” tegasnya. (*)

Berita Sebelumnya

OTT KPK di Riau, Penyidik Amankan Pejabat di Kuantan Singingi

Berita Selanjutnya

Buntut Pelayanan Buruk di Tanjung Buntung, Hari Ini Komisi IV DPRD Gelar RDP dengan Kadis Kesehatan dan Semua Kepala Puskesmas di Batam

Berita Selanjutnya
Buntut Pelayanan Buruk di Tanjung Buntung, Hari Ini Komisi IV DPRD Gelar RDP dengan Kadis Kesehatan dan Semua Kepala Puskesmas di Batam

Buntut Pelayanan Buruk di Tanjung Buntung, Hari Ini Komisi IV DPRD Gelar RDP dengan Kadis Kesehatan dan Semua Kepala Puskesmas di Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com