Riset: Vaksin Covid-19 Ini Paling Bagus Jadi Booster - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Riset: Vaksin Covid-19 Ini Paling Bagus Jadi Booster

03/Des/2021 16:32
Dosis Suntikan Booster Vaksin Covid-19, Adakah Efek Sampingnya?

Ilustrasi booster vaksin. (F: Alodokter)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dalam penelitian terbaru mengungkapkan vaksin Pfizer dan Moderna, keduanya menggunakan teknologi mRNA, merupakan vaksin terbaik untuk booster. Disebutkan kedua vaksin bisa meningkatkan antibodi diberikan 10-12 minggu setelah dosis kedua diberikan.

Ini ditemukan oleh penelitian di Inggris. Dilansir CNBCIndonesia.com, studi ini menemukan enam dari tujuh booster memberikan peningkatan kekebalan setelah vaksinasi awal pada kedua vaksin, dikutip dari Reuters, Jumat (03/12/2021),

Sementara untuk memberikan peningkatan ketujuh saat diberikan setelah dua dosis vaksin AstraZeneca.

“Dosis ketiga akan efektif untuk banyak vaksin setelah diuji dan dalam banyak kombinasi berbeda,” jelas Profesor Saul Faust, ahli imunologi di Universitas Southampton dan pemimpin ujicoba.

Menurut studi, dosis penuh Pfizer atau dosis penuh Moderna dapat efektif untuk meningkatkan antibodi dan sel T. Hasil ini terlepas dari dua dosis di awal menggunakan Pfizer atau AstraZeneca.

Saat AstraZeneca, Novavax, Johnson&Johnson dan Curevac diberikan sebagai booster, masing-masing meningkatkan level antibodi untuk kedua vaksin sebelumnya. Meskipun peningkatannya lebih kecil.

Sementara itu, valneva meningkatkan antibodi pada orang dengan vaksin awal AstraZeneca, namun tiak memberikan peningkatan untuk Pfizer.

Dalam studi yang sama, booster juga dapat membantu menghasilkan respon sel T pada varian Beta dan Delta.

“T-sel (respon) nampaknya lebih luas pada semua varian, yang memberi harapan bahwa varian strain pada virus mungkin bisa ditangani, khususnya rawat inap dan kematian. Jika tidak pencegahan infeksi, saat ini oleh vaksin,” jelasnya Faust

Studi ini dilakukan sebelum penyebaran Omicron menyita perhatian dunia. Namun Faust mengatakan telah berbagi sampel dengan otoritas kesehatan Inggris untuk melihat data soal varian baru tersebut. (*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Sayembara Baca Puisi Multimedia PWI Ditutup, 27 Karya Tereliminasi

Berita Selanjutnya

Duo Buruh Bangunan Setubuhi Siswi Kelas 6 SD, Diciduk Polsek Nongsa

Berita Selanjutnya
Duo Buruh Bangunan Setubuhi Siswi Kelas 6 SD, Diciduk Polsek Nongsa

Duo Buruh Bangunan Setubuhi Siswi Kelas 6 SD, Diciduk Polsek Nongsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com