Isi Kendi Titik Nol IKN: Tanah Gusuran Ahok hingga Pengasingan Sukarno - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Isi Kendi Titik Nol IKN: Tanah Gusuran Ahok hingga Pengasingan Sukarno

14/Mar/2022 10:48
Isi Kendi Titik Nol IKN: Tanah Gusuran Ahok hingga Pengasingan Sukarno
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatukan tanah dan air dari 34 provinsi dalam ritual Kendi Nusantara di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) yang bakal bernama Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Beberapa gubernur membawa tanah dari lokasi bersejarah di daerah masing-masing.

Dilansir CNN Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membawa tanah dari Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Kampung itu merupakan daerah kumuh yang telah ditata oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kampung Akuarium pernah mengalami penggusuran di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Penggusuran dibatalkan usai Anies mengalahkan Ahok pada Pilkada 2017.

Provinsi Bengkulu juga menyetor tanah bersejarah. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membawa tanah dari rumah pengasingan Proklamator RI, Sukarno.

Pemerintah Kolonial Belanda mengasingkan Bung Karno ke Bengkulu pada 1947-1942. Pada masa pengasingan itu, Bung Karno bertemu dengan calon istrinya, Fatmawati.

Provinsi lainnya yang membawa tanah bersejarah adalah Papua dan Jawa Barat. Pemprov Papua menyetor tanah yang berasal dari 29 wilayah. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan tanah yang dihimpun dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Juga:  Warga Antusias Kunjungi Pameran Mitsubishi di Grand Batam Mall, Baru 4 Hari Sudah Terjual 10 Unit

Ada pula tanah dan air yang terlebih dulu melewati proses ritual. Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat membawa air yang sudah diproses melalui ritual lokal.

Kemudian dari Jawa Timur diserahkan air dan tanah peninggalan Kerajaan Majapahit. Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mengatakan air dan tanah dari Majapahit dibawa ke IKN karena memiliki nilai sejarah yang besar. Pasalnya kata ‘Nusantara’ merupakan bagian dari Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Mahapatih Gajahmada.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga membawa tanah yang telah melalui ritual Ngalak Air. Tanah yang disetor Isran berasal dari wilayah Kesultanan Paser.

Tanah dan air itu dihimpun Jokowi dalam sebuah kendi. Ritual Kendi Nusantara itu menjadi simbol penyatuan seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, prosesi ini sebagai penanda dimulainya pembangunan ibu kota baru. (*)

Berita Sebelumnya

Waspada! Bareskrim Ingatkan Modus Kejahatan Bobol M-Banking

Berita Selanjutnya

Covid Batam Tambah 16 Positif dan 128 Sembuh. Kasus Aktif Tinggal 360

Berita Selanjutnya
Covid Batam Tambah 16 Positif dan 128 Sembuh. Kasus Aktif Tinggal 360

Covid Batam Tambah 16 Positif dan 128 Sembuh. Kasus Aktif Tinggal 360

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com