DPR Kritisi Menparekraf, Wisman Minim Masuk Batam Gegara Persyaratan Ketat - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

DPR Kritisi Menparekraf, Wisman Minim Masuk Batam Gegara Persyaratan Ketat

by BATAM NOW
04/Apr/2022 16:43
Dukung Pembangunan Sirkuit F1 di Bintan, DPR RI: Harus Berdampak Bagi Kesejahteraan Rakyat

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Drs. H. Nyat Kadir. (F: Dok. Partai NasDem)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Sejak dibukanya Batam dan Bintan sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) dengan skema travel bubble per 24 Januari 2022 lalu, kedatangan para turis jauh dari yang diharapkan. Bahkan, sudah dua bulan diterapkan, jumlah turis yang datang hanya sekitar ratusan.

Persyaratan yang diberlakukan untuk masuk ke Indonesia melalui Batam dan Kepulauan Riau, dinilai kurang mendukung maraknya wisatawan mancanegara (wisman). Yang terjadi justru sebaliknya, wisman yang kebanyakan warga Singapura kalau mau masuk Batam harus tes PCR dulu di negara asal. Begitu masuk Batam, di PCR lagi dan karantina 1 hari di hotel untuk menunggu hasilnya keluar.

“Sejujurnya, skema seperti ini sangat tidak menarik dan dirasa menyulitkan wisman. Ditambah lagi tenaga yang melakukan tes minim sekali, membuat antrean wisman mengular dan menghabiskan waktu,” kata Anggota Komisi VI DPR RI Anggota Fraksi Partai NasDem dapil Kepri, Drs H Nyat Kadir kepada BatamNow.com, di Jakarta, Senin (04/04/2022).

Dengan syarat yang demikian, lanjut Nyat Kadir, membuat wisman tidak enjoy, lebih banyak mengomel, dan membawa berita buruk ke negaranya. Seperti diketahui, untuk masuk Singapura, wisman dipersilakan memilih daerah tujuan wisata. Asal sudah di PCR atau swab antigen di negara keberangakatan, sudah bebas masuk.

“Saya melihat dengan aturan yang masih ketat, pariwisata di Indonesia tidak akan mengalami kemajuan yang signifikan. Coba lihat Bali, kedatangan wismannya masih minim sekali. Begitu juga perhelatan MotoGP di Mandalika, minim sekali wisman yang datang. Yang membeludak hanya wisatawan domestik,” beber Wali Kota Batam periode 2001-2005 ini lugas.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Gala Welcome Dinner Bersama Peserta Flying Adventure

Lebih jauh Nyat Kadir menilai, skema masuknya wisman baik di Batam (Kepri) dan Singapura, harus sama. “Kalau tidak, siapa yang mau masuk ke Ke Batam atau Kepri. Kita harus belajar dari negara tetangga yang memberi kemudahan kepada wisman yang masuk,” tuturnya.

Dia menilai, sekalipun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bolak-balik ke Batam dan Kepri, faktanya, tidak membawa perubahan signifikan terhadap jumlah kunjungan wisman. “Harusnya kalau Menparekraf datang, sekalian aturan yang menarik agar wisman tertarik untuk datang ke Kepri,” tegasnya.

Nyat Kadir mengatakan, dirinya sangat memahami Pemerintah memiliki prinsip kehati-hatian. Di mana wisman bisa datang, tapi tidak mengakibatkan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. “Kalau mau seperti itu, lebih baik fokus saja menggaet wisatawan domestik untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan.

“Begitu lebih baik dan jelas. Dorong wisatawan domestik untuk berwisata dengan berbagai kemudahan. Sebab, bila ramai, maka iklim pariwisata tentu akan lebih bergairah,” serunya.

Mungkin kalau wisatawan domestik, dari sisi pengeluaran untuk berbelanja lebih sedikit dari wisman. Tapi kalau membeludak jumlah wisatawan domestiknya, misal, mencapai 50-100 juta orang, tetap saja luar biasa perputaran uang yang terjadi.

“Tentu ini akan membuat perputaran roda ekonomi di Indonesia lebih cepat lagi. Pemerintah harus kreatif lah dalam menyusun skema-skema agar dunia pariwisata bisa hidup dan marak kembali. Berani lakukan terobosan. Jangan stagnan dengan skema yang ada, sementara fakta di lapangan jumlah wismannya bak jauh panggang dari api,” pungkas Nyat Kadir. (RN)

Berita Sebelumnya

Syarat dan Aturan Lengkap Mudik Lebaran 2022

Berita Selanjutnya

Pemerintah akan Longgarkan Lagi Aturan Penerbangan Masuk Indonesia

Berita Selanjutnya
Ini Alasan Mengapa Kini Naik Pesawat Wajib Tes PCR

Pemerintah akan Longgarkan Lagi Aturan Penerbangan Masuk Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com