Benarkah Masyarakat Indonesia Semakin Kebal Covid-19? Ini Kata Epidemiolog - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Benarkah Masyarakat Indonesia Semakin Kebal Covid-19? Ini Kata Epidemiolog

by BATAM NOW
28/Mei/2022 12:02
Kemenag: Shalat Tarawih di Masjid Hanya Boleh Dilakukan di Daerah Zona Kuning dan Hijau

Warga menggunakan masker saat melaksanakan salat tarawih di Masjid Agung Al-Araf, Lebak, Banten, Rabu (23/04/2020). (F: ANTARA)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Beberapa peraturan terkait pandemi Covid-19 sudah mulai dilonggarkan di Indonesia.

Dilansir Kompas, Pemerintah Indonesia sudah memperbolehkan masyarakat melepas masker di luar ruangan dan mencabut syarat tes Covid-19 saat bepergian dengan kendaraan jarak jauh.

Dengan penyesuaian beberapa aturan tersebut, benarkah masyarakat Indonesia saat ini sudah makin kebal Covid-19?

Mengenai hal itu, pakar Biostatistika Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo menyebut kekebalan tubuh orang Indonesia tergolong tinggi.

Hal itu terbukti dengan sero-prevalence survey oleh pemerintah dengan sejumlah universitas.

Windhu menyatakan, pada November hingga Desember 2021, diadakan sero-prevalence survey. Hal ini untuk melihat berapa persen masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19 dan persentasenya ternyata tinggi.

“Hasilnya, hampir 86,6 persen penduduk Indonesia sudah memiliki kekebalan tubuh. Dan, itu didapatkan dari orang yang sudah melakukan vaksinasi dan terbentuknya kekebalan tubuh karena infeksi dari virus Covid-19,” katanya, dilansir dari laman Unair.

Pada Maret 2022, sero-prevalence survey kembali diadakan. Khusus untuk Pulau Jawa, hasilnya, sebanyak 99,2 persen penduduk memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19. Hasil tersebut menjelaskan mengapa kondisi epidemiologi di Indonesia sangat baik.

Baca Juga:  Gubernur Ansar Targetkan Listrik 3 Desa di Bintan Tuntas Akhir Oktober

Jadi, aspek tersebut menjadi dasar pemerintah untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker di luar ruangan.

“Namun, apakah momennya tepat? kalau menurut saya biasanya kan tren pelonjakan kasus baru jelas banget setelah empat minggu pasca-Lebaran atau liburan panjang,” katanya.

Empat Minggu Pasca-liburan

Lebaran Semestinya pemerintah perlu menunggu empat minggu untuk melihat apakah terjadi pelonjakan kasus Covid-19.

Meski menunggu, Windhu memprediksi kondisinya akan terus membaik dan tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan. Sebetulnya kebijakan tersebut akan lebih tepat dilaksanakan pada akhir Mei atau awal Juni 2022.

“Sehingga, kalau saran saya, sebetulnya kebijakan tersebut dilaksanakan empat minggu pasca-Lebaran atau pada akhir bulan Mei maupun awal bulan Juni,” pesannya. (*)

Berita Sebelumnya

Pemprov Kepri Optimis Tuntaskan Pembangunan BTS di Daerah 3T Hingga Akhir Tahun 2022

Berita Selanjutnya

Punya Mobil Mewah? Siap-siap Nggak Boleh Beli BBM Pertalite!

Berita Selanjutnya
BPH Migas Minta Pertamina Monitor dan Amankan Stok. Agustiawan: Sampai Desember Penyaluran BBM Dijamin Terkendali

Punya Mobil Mewah? Siap-siap Nggak Boleh Beli BBM Pertalite!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com