Eks Bos WHO Ungkap Penyebab yang Bikin Covid-19 RI Naik Lagi - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Eks Bos WHO Ungkap Penyebab yang Bikin Covid-19 RI Naik Lagi

25/Jun/2022 15:16
Eks Bos WHO Ungkap Penyebab yang Bikin Covid-19 RI Naik Lagi

Foto: Dokumentasi BPMI Sekretariat Presiden.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Belakangan ini, kasus harian Covid-19 RI terus merangkak bahkan mendekati 2.000 kasus. Ini menjadi penambahan tertinggi sejak kasus harian sempat turun hingga di bawah 1.000 di bulan April lalu.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, seperti dikutip Jumat (24/06/2022), kasus harian tertinggi terjadi pada 22 Juni yakni sebanyak 1.985 kasus, yang menjadi penambahan tertinggi sejak April.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama, memberi beberapa catatan soal kenaikan kasus Covid-19 yang dialami Indonesia dalam sepekan terakhir. “Tinggi sekali, dan jelas perlu waspada,” kata Eks Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara Tjandra Yoga Aditama.

Setidaknya, ada lima hal yang perlu diwaspadai kala kasus Covid-19 meningkat. Pertama, dari sisi jumlah tes yang rendah dan membuat pemerintah kian sulit menilai perkembangan perangai virus. “Ini juga sebabnya WHO menyebut ada 3 skenario virus di 2022 [base, best, worse] dan kita belum tahu mana yang akan terjadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur dan Wakil Gubernur Ziarahi Makam Para Pejuang Pembentukan Kepri

Kedua, penggunaan masker di luar ruangan yang masih diperlukan. Kendati kewajiban masker luar ruangan telah dilonggarkan, namun masyarakat harus lebih berhati-hati dan tetap menggunakan masker. “Tentu protokol kesehatan umum harus jadi perhatian,” katanya.

Ketiga, perlu upaya surveilans yang ketat dan penyelidikan epidemiologi yang terus ditingkatkan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengendalian kasus Covid-19. “Keempat adalah vaksinasi lengkap. Kita masih 60-an persen. Dan booster bahkan masih 23%. Jelas harus ada upaya khusus untuk ditingkatkan,” jelasnya.

Terakhir, salah satu kenaikan kasus dipicu dari kemunculan BA.4 dan BA.5. Meskipun subvarian Omicron ini jauh lebih ringan, namun sejumlah negara melaporkan kasus yang cukup berat akibat varian tersebut. “Kita belum sepenuhnya tahu tentang ada tidaknya, dampak jangka panjang pada ribuan orang yang di bulan Juni sudah tertular Covid-19,” katanya. (*)

   sumber: CNBC Indonesia
ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Klarifikasi Dr Emy Hajar Abra SH MH Terkait Berita BatamNow.com Tertanggal 16 Juni 2022

Berita Selanjutnya

Google, Facebook, WhatsApp & Instagram Bakal Diblokir RI 20 Juli?

Berita Selanjutnya
Kominfo Usul Batasi Usia Anak Pengguna Media Sosial Jadi 17 Tahun

Google, Facebook, WhatsApp & Instagram Bakal Diblokir RI 20 Juli?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com