Kemenkes Belum Berencana Suntik Booster Anak Sekolah: Masih Kajian - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenkes Belum Berencana Suntik Booster Anak Sekolah: Masih Kajian

10/Agu/2022 15:19
Orangtua Wajib Tahu! 5 Fakta Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 pada anak. (F: Envato)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan belum ada rencana memberikan vaksinasi virus Covid-19 dosis lanjutan atau booster kepada golongan anak sekolah berusia 6-11 tahun di Indonesia.

Dilansir CNN Indonesia, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengungkapkan untuk saat ini pemerintah masih fokus memberikan booster pertama atau vaksin dosis ketiga pada kriteria usia 18 tahun ke atas. Selain itu, vaksin anak sekolah menurutnya masih perlu menunggu kajian lebih lanjut.

“Vaksin booster anak-anak masih kajian,” kata Syahril kepada wartawan di Kantor Google Indonesia, Rabu (10/08/2022).

“Sekarang ini prioritas kita adalah booster pertama atau vaksin ketiga untuk seluruh masyarakat. Karena capaian kita baru 28 persen kurang lebih, kan kita minimal 50 persen. Jadi tolong disampaikan risiko ini kepada masyarakat,” imbuhnya.

Syahril kemudian meminta agar orang tua dan pihak sekolah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai sikap dan upaya mitigasi mencegah penularan Covid-19 pada anak-anak.

Baca Juga:  Respons Positif, Penjualan All New Ertiga Meningkat Lebih dari 200 Persen

“Juga harus diawasi oleh sekolah sendiri termasuk mengawasi kantin-kantin di sekolah, karena sekarang tidak hanya Covid-19 kan, ada ancaman hepatitis misterius dan sebagainya,” kata dia.

Syahril kemudian mengungkapkan alasan Kemenkes belum memulai vaksinasi booster pertama bagi target sasaran remaja usia 16-18 tahun di Indonesia, kendati Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin darurat penggunaan (EUA) vaksin Pfizer untuk usia remaja pada 2 Agustus lalu.

Ia menyebut operasional vaksin remaja di lapangan lebih sulit dari kategori usia lainnya lantaran rentang usianya lebih sempit. Selain itu, EUA yang diberikan BPOM terhadap vaksinasi booster remaja hanya mengizinkan vaksin homolog atau sejenis. Sementara menurutnya 90 persen remaja mendapatkan vaksin Sinovac.

“Yang dikeluarkan oleh BPOM itu hanya satu merek kan, sebut saja itu Pfizer. Sementara yang sudah banyak kita lakukan ini di luar itu. Sehingga kita tunggu saja, kita lagi mencari pola agar win-win solution semua,” ujar Syahril. (*)

Berita Sebelumnya

Jadi Tersangka, Irjen Ferdy Sambo Ditahan di Rutan Mako Brimob

Berita Selanjutnya

Bebas dari Penjara, Penjambret Spesialis Perhiasan Wanita di Lubuk Baja Batam Ditangkap Lagi

Berita Selanjutnya
Bebas dari Penjara, Penjambret Spesialis Perhiasan Wanita di Lubuk Baja Batam Ditangkap Lagi

Bebas dari Penjara, Penjambret Spesialis Perhiasan Wanita di Lubuk Baja Batam Ditangkap Lagi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com