Surati Presiden Jokowi, Ratusan Relawan Covid di RSKI Galang Kecewa Uang Makan 8 Bulan Belum Dibayar - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Surati Presiden Jokowi, Ratusan Relawan Covid di RSKI Galang Kecewa Uang Makan 8 Bulan Belum Dibayar

Dibahas dengan BNPB Sejak Juli Namun Tak Ada Realisasi

by BATAM NOW
09/Sep/2022 16:21
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ratusan relawan medis dan nonmedis di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka kecewa dan mengeluhkan sebagian haknya belum dibayar sejak Januari 2022, atau sudah 8 bulan.

“Mohon izin Bapak. Kami dari Relawan RSKI Covid-19 Pulau Galang Batam, ingin menyampaikan terkait dengan permasahalan yang dihadapi sampai saat ini. Kami belum menerima hak kami yakni Uang Makan/Uang Lelah sejak bulan Januari hingga Agustus 2022 saat ini. Pihak BNPB selalu hanya menjanjikan, tapi sampai saat ini belum terealisasikan. Mohon atensi dan bantuannya Bapak,” tulis surat relawan RSKI Galang tertanggal 9 September 2022.

Perwakilan relawan medis, dr Alhamzah Juliandou, mengatakan surat tersebut dikirim ke Presiden Jokowi melalui Sekretariat Negara.

Dijelaskan pria yang akrab dipanggil dokter AL ini, hak yang belum dibayarkan itu adalah uang lelah/uang makan para relawan yang berjumlah 145 orang.

“Jadi untuk uang makan kita itu kita terima Rp 2-3 juta per bulan dan itu belum dibayarkan dari Januari-Agustus 2022. Terakhir kita menerima di Desember 2021,” kata dokter Al ke BatamNow.com, Jumat (09/09/2022) di RSKI Galang.

Dia menjelaskan, seyogianya para relawan menerima insentif dan uang makan setiap bulan. “Kalau insentif langsung dari Kemenkes, walaupun nggak tentu tiap bulan tetap dibayar sampai sekarang,” jelas relawan lain yang mendampingi dokter Al.

Sepengetahuan para relawan, sumber anggaran untuk uang makan mereka dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan cara ditransfer langsung ke rekening.

Mengenai uang makan yang belum dibayar, kata mereka, pun sudah dibahas dalam rapat internal bersama perwakilan pemerintah pusat pada Juli 2022 namun tak kunjung dibayarkan juga.

“Di bulan Juli itu datanglah pejabat teras dari BNPB, Mabes TNI, BPKP ke RSKI,” katanya.

“Kesimpulannya bahwa BNPB sudah menyerahkan dana tersebut ke Mabes sedangkan Mabes mengatakan belum ada dananya. Kemudian BNPB pun berjanji akan melunasi dalam dua minggu ke depan dan sampai sekarang belum selesai,” tambah seorang relawan perawat, Jeki Fernando.

Sebagai informasi, relawan di RSKI Galang terbagi dua, medis dan nonmedis.

Relawan medis berjumlah 57 orang dengan rincian: 7 dokter, 34 perawat, 4 apoteker/ farmasi, 5 ATLM, 2 radiografer, 1 kesling, 2 ahli gizi, 1 rekam medik dan 1 psikolog klinis.

Baca Juga:  Peraturan Daerah Perseroda PT Pembangunan Kepri Disahkan

Sementara relawan nonmedis berjumlah 88 orang mulai dari yang bertugas sebagai staf umum, CS, security, sopir dan sebagainya.

Untuk relawan medis dengan persyaratan khusus, minimal memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sesuai keahlian. Sementara relawan nonmedis, biasanya sebatas ijazah, SKCK dan NPWP.

Pengakuan beberapa relawan, ada dari mereka yang sebenarnya telah bekerja di tempat lain namun memutuskan menjadi relawan di RSKI Galang di saat sangat sedikit yang berminat karena pandemi Covid-19 sedang parahnya.

Perwakilan relawan RSKI Galang, dr Alhamzah Juliandou (kiri), Rusli (tengah) sebagai driver ambulans dan Jeki Fernando (kanan) sebagai perawat. (F: BatamNow)

Makin Khawatir Sebab Ada Wacana Satgas Covid Dibubarkan Desember 2022

Kekhawatiran para relawan ini, ditambah lagi karena sudah ada wacana bahwa Satgas Covid-19 akan dibubarkan di akhir tahun ini, namun belum diketahui kelanjutan nasib RSKI Galang dan relawannya.

RSKI Galang akan ditutup meski belum jelas apakah akan berhenti total atau dialihfungsikan.

“Ada indikasinya ke situ. Yang kita takutkan apa? Misalnya kalau rumah sakit ini bubar/tutup lalu kita mau mengadunya ke siapa lagi?” ucap dokter Al.

Dalam rapat internal di Juli lalu, kata mereka, ada kesimpulan bahwa operasional RSKI Galang hanya sampai Desember 2022.

Para relawan RSKI Galang sangat berharap uang makan selama 8 bulan terakhir segera dibayarkan

“Ini sudah terlalu lama, kalau kita jumlahkan totalnya itu sangat besar. Sekitar Rp 25 juta per orang,” tukasnya.

Apalagi kata dia, para relawan di RSKI Galang juga ada dengan status berkeluarga pun yang merantau dari luar Batam.

“Kita kan selalu butuh uang ada yang untuk bayar cicilan rumahnya, susu anak dan sebagainya. Dengan uang makan ini tersendat ya mau tidak mau kita harus berhemat-hemat,” keluhnya.

Dalam waktu dekat, mereka berencana betemu para pimpinan daerah untuk berdiskusi soal nasib ratusan relawan RSKI Galang ini.

“Kami akan berdisuksi dengan DPRD Batam lalu akan ada pertemuan juga dengan Gubernur Kepri. Jadi kami atas nama relawan ingin berbicara berdiskusi dengan petinggi atas untuk langkah selanjutnya,” ucapnya.

Diberitakan, kondisi RSKI Galang sendiri sudah nihil pasien Covid-19 sejak 15 Mei 2022 namun para relawan dan personel lainnya tetap standby. (D)

Berita Sebelumnya

Wagub Marlin Jarang Ngantor, Muhammad Rudi Sebut Karena Tidak Pernah Dikasih Tugas

Berita Selanjutnya

Pemprov Kepri Dukung Penuh Program Regsosek BPS

Berita Selanjutnya
Pemprov Kepri Dukung Penuh Program Regsosek BPS

Pemprov Kepri Dukung Penuh Program Regsosek BPS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com