BatamNow.com, Jakarta – Harusnya ia tampil sebagai narasumber dalam acara ‘Catatan Demokrasi’ di TV One, beberapa hari lalu. Namun, tiba-tiba ia dicekal tanpa penjelasan yang jelas dan transparan. Pengacara keluarga almarhum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dicekal bersama narasumber lain Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.
“Kalau dibatalkan untuk wawancara atau acara-acara live saya biasa saja. Hanya saja harus ada alasan yang konkrit dan jujur. Sering saya juga diintervensi oleh pemerintah,” kata Kamaruddin Simanjuntak kepada awak media di Jakarta, Kamis (20/10/2022).
Itu tidak seberapa, akunya, pada 2011 dirinya pernah diboikot oleh seluruh media cetak dan elektronik, di mana ketika itu kabarnya ada uang Rp7 miliar yang diedarkan agar media-media tidak mewawancarai dirinya. “Saya pernah kontrak eksklusif dengan Tempo, di mana semua materi berita diberikan hanya ke Tempo tidak ke media-media lain. Tapi Tempo pun nyerah karena diintervensi, bahkan sampai dipanggil oleh Komisi III DPR RI,” bebernya.
Kejadian berulang di 2016, ketika Kamaruddin membela Sukmawati Soekarnoputri. Ketika itu, tinggal 5 menit lagi mau live dalam acara ILC di Hotel Borobudur, mendadak dibatalkan tanpa narasi pembatalan apa-apa. “Saat itu saya berjanji, sampai kapanpun tidak akan pernah mau diundang acara ILC,” tukasnya.
Sekarang terulang lagi, walaupun sebelum ini pernah beberapa kali dibatalkan dengan alasan klasik. “Karena jawabannya tidak jujur, saya sudah katakan, sampai kapanpun saya tidak akan mau lagi jadi narasumber di TV One,” tegas Kamaruddin.
Baginya, ini bentuk kesesatan demokrasi. “Lebih bagus saya buat televisi atau channel sendiri untuk keperluan pemberitaan. Sebenarnya ini merugikan mereka,” ujarnya lagi.
Dirinya melihat, televisi-televisi di Indonesia begitu mudahnya diintervensi oleh pemerintah dan para mafia. “Kalaupun dicekal, saya tidak pernah takut dan akan tetap berjalan, membela hak-hak hukum keluarga Brigadir J. Saya hanya takut pada Tuhan,” tandasnya.
Lebih jauh dia mengatakan, tangan-tangan kroni Sambo diduga sudah menguasai pertelevisian swasta di Indonesia.
Dirinya yakin, ada yang merasa kegerahan dengan komentar-komentar yang ia lontarkan, utamanya terkait kasus Brigadir J. Bisa jadi para mafia yang selama ini menguasai Polri yang merasa gerah. “Saya mengajak semua rakyat untuk bersama-sama kita bersihkan Polri dari cengkraman para mafia. Jangan sampai para mafia yang bercokol di Istana, Kementerian/Lembaga, dan instansi lainnya di negara ini,” serunya. (RN)

Karena informasi yg diberikañKamarudin sangat luas terkait motiv pembunuhan yg diperkirakan bukan karena pelecegan sensual tetapi lebih luas terkait judi online dan perdagangan narkoba yg didalangi Sambo, sehingga pasti informasi vdari Kamarudin akan menyeret nama nama mafia judi online dan bandar narkoba, sehingga Kamarudin perlu dibungkam.Sepertinya semua TV swasta sdh mencekal dia,
Ayo maju terus Kamarudin buka semuanya dan seluas luasnya, informasi tetang semua kejahatan baik di lingkungan Polri atau gank mafia lain.