Kemenkes: Obat Fomepizole Gratis untuk Pasien Gagal Ginjal Akut - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kemenkes: Obat Fomepizole Gratis untuk Pasien Gagal Ginjal Akut

24/Okt/2022 20:32
Simak Isi Lengkap Surat Edaran Kemenkes Soal Gagal Ginjal Akut pada Anak

Ilustrasi. (F: Unsplash/ Robina Weermeijer)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan obat antidotum dengan merek Fomepizole kepada pasien gagal ginjal akut progresif atipikal akan ditanggung pemerintah alias diberikan secara gratis.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan setiap pasien membutuhkan satu vial yang digunakan dalam beberapa kali tahapan pemberian obat.

“Iya obatnya [Fomepizole] diberikan secara gratis. Satu vial satu pasien per siklus pengobatan,” kata Nadia, dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (24/10/2022).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga memastikan biaya obat antidotum dengan merek Fomepizole untuk pasien gagal ginjal akut ditanggung pemerintah.

Budi menyebut obat tersebut dibeli dari Singapura dengan harga sekitar Rp 16 juta per vial. Direncanakan, pihaknya juga bakal mendatangkan Fomepizole dari Australia, Amerika Serikat, hingga Jepang.

“Jadi obat barunya akan biaya kita, nanti kita yang memberikan itu ke seluruh rumah sakit yang ada pasien yang bergejala ginjal akut ini,” kata Budi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/10).

Budi menyebut pihaknya memilih Fomepizole lantaran sifat obat ini mampu mengikat racun dari senyawa berbahaya yang ada di dalam tubuh. Selain itu obat ini merupakan obat paling baru dengan efikasi paling tinggi berdasarkan riset dari para ahli farmakologi di Indonesia.

Baca Juga:  Batam Sudah Ada 5 Kasus Omicron, Apa yang Harus Dilakukan Jika Terinfeksi?

Menurutnya, obat tersebut telah didatangkan dengan jumlah 10 vial untuk Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr Cipto Mangunkusumo atau RSCM pada Selasa (18/10). Dari hasil pemberian obat itu, sejumlah pasien mengalami perbaikan pada kondisi ginjal.

Namun, kata Budi, apabila kondisi ginjal pasien sudah memburuk atau sudah masuk stadium tiga dengan tingkat kreatinin yang tinggi, efikasi obat tersebut sulit untuk bekerja secara signifikan pada tubuh pasien.

“Regimennya diberikannya standarnya sesudah diberikan itu ada empat kali pemberian selanjutnya. Jadi dia dalam bentuk vial, vial itu kayak tabung kecil dari gelas. Nah, satu anak diberikan satu bertahap, satu di awal, kemudian empat kali pemberian sesudahnya,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkes per Minggu 23 Oktober, tercatat 245 kasus gagal ginjal akut di sejumlah daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 pasien meninggal dunia. (*)

Berita Sebelumnya

Kabag Penum Divisi Humas Polri Pastikan Wakapolda Kepri Segera Bertugas

Berita Selanjutnya

Saudi Cabut Syarat Kesehatan Umrah RI, Termasuk Vaksin Meningitis

Berita Selanjutnya
Umrah Tahap 3 Dibuka 1 November, Kemenag Siapkan Skema Perlindungan Jemaah

Saudi Cabut Syarat Kesehatan Umrah RI, Termasuk Vaksin Meningitis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com