Panda Nababan: Jokowi Versus Surya Paloh Punya Bakat Saling Membalas, Ngeri - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Panda Nababan: Jokowi Versus Surya Paloh Punya Bakat Saling Membalas, Ngeri

by BATAM NOW
18/Nov/2022 20:20
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Wartawan senior Panda Nababan membongkar sisi lain dari sifat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang punya bakat saling membalas.

Politisi teras PDIP itu khawatir manakala “Jokowi Versus Surya Paloh” berlanjut terus.

Ihwal kekhawatirannya itu disampaikan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) dalam posisinya sebagai narasumber dengan host Karni Ilyas.

Bagaimana cerita Panda, redaksi BatamNow.com merilis dari unggahan di kanal Youtube Indonesia Lawyers Club dan disajikan dengan gaya bertutur di bawah ini:

Terus terang waktu TV One [Channel ILC-Red] mengundang memberikan judul Jokowi versus Surya Paloh, saya terus terang galau.

Bukan saja galau, takut.

Kenapa? Dua-dua ini saya kenal.

Dalam track record hidup mereka, mereka punya bakat untuk membalas. Itu ngeri.

Surya Paloh yang dari awal puluhan tahun bersama saya waktu 98. Kemudian Syafrie [tak jelas Syafrie sebagai apa tak dijelaskan Panda] mau memeriksa Surya Paloh di Keramat 5, itu seumur hidup diingat Surya itu.

Pembalasannya, Media Indonesia, Metro tidak ada cerita Syaprie. Itu true story.

Demikian juga sikapnya Surya terhadap SBY.

Yang ia rasakan Jaksa Agung untuk periksa dia, setelah ada reaksi besar dari Surya, ditugaskanlah Sudi Silalahi manggil Jampidsus untuk menghentikan itu.

Waktu Ulang Tahun TNI di Cilegon tahun 2017, Pak Jokowi itu jalan kaki, naik ojek, jalan kaki, naik ojek, istrinya tiba setelah acara selesai.

Gatot yang menyambut bersama Tito saat itu memohon maaf ke bapak presiden, rakyat begitu mencintai TNI, membeludak semua tidak bisa terbendung.

Jokowi menjawab iya, iya.

Diam-diam, Jokowi tugaskan Pratikno telepon Kapolda Banten.

Waktu itu Kapolda Banten Sigit yang Kapolri sekarang. ‘Kami tak terlibat Pak.’

Ditelepon Korlantas sama Pramono Anung, mengaku tidak dilibatkan.

‘Oh begitu cara kau mengapakan saya’.

Satu bulan, dua bulan kemudian dipestanya anaknya Jokowi dan kemudian si Bobby itu, Rizal Ramli di samping.

‘Pan, sudah tahu Soeharto raja Jawa yang sadis, ini lebiih sadis lagi.’

Kau ngomong apa Rizal?

‘Kau lihat dulu dimana Gatot panglima.’

Panglima Gatot itu, duduk biasa-biasa di dekat anggota-anggota DPR, staf kedutaan.

Sementara koleganya, yang namanya Tito, Luhut, Pratikno pakai mawar merah, sebagai panitia.

Mau nyalam, karpet merah itu tidak bisa dilewati Gatot. Dia berbaur nyalam.

Waktu pulang mobilnya tidak bisa masuk bus, Istrinya duduk di kursi plastik.

Aku bilang ke Airlangga: itu istri panglima lho!

Kami sama-sama naik bus, terus aku bilang ke Rizal ‘game ini’.

Benar, lima bulan sebelum waktunya dia copot Gatot.

Dan jagonya Jokowi, dia pasang Moeldoko. Tiba-tiba Moeldoko dibikin berperan di pesta perkawinan itu.

Itu style daripada Jokowi.

Prabowo ke Luhut, Bang Ngapain Bantu Tukang Andong

Tak hanya hubungan Jokowi dengan Surya Paloh, Panda juga membeber yang dengan Prabowo Subianto.

Belum lagi waktu Prabowo, 2014. 

Prabowo itu dalam satu acara makan di hotel restoran Jepang di Grand Hayat.

Prabowo ngomong ke Luhut: Bang ngapain abang bantu tukang andong itu, nggak mungkin menang itu.

Belum diumumkan waktu itu.

Datang Luhut, ‘Kau jangan sembarang ngomong, lebih jago itu daripada kau’.

‘Aduh, tukang andong bagaimana bisa tukang andong jadi presiden’ kata Prabowo.

Apa yang terjadi?

Aku tanya Jokowi, ‘mas sudah pernah dengar cerita Jokowi sama Luhut?’

‘Oh sudah, sudah. Andongnya saya sudah suruh kirim’

“Andong yang mana,” tanya Panda.

‘andong yang untuk kirab budaya.’

Di luar daripada pikiran saya, SBY sudah bikin skenario habis dari MPR pisah sambut di Istana, butuh waktu 1 jam.

Apa yang terjadi?

Jokowi berhenti di bundaran HI naik andong dia 3,5 jam dia keliling-keliling di Monas. Nggak ada urusan acaranya SBY. Hanya menunjukkan Prabowo kalau lihat televisi dia lihat tukang andong.

Aku apakan, ini style-nya. Ini aku kasih tahu style-nya.

Pengamat politik Ray Rangkuti yang ikut menjadi narasumber di ILC Channel menyela Panda lalu bertanya, “Jadi bagaimana bang penjelasannya Prabowo sekarang masuk ke dalam anggota kabinet?”

Panda menjawab Ray, “Kalau saya lihat terus terang saja, itu bagaimana kalau untuk kepentingan waktu itu. Terus terang aku sendiri bilang ke Presiden Jokowi ‘blessing in this guys'”.

Kemudian Panda melanjutkan:

Waktu itu tidak menduga pandemi. Bayangkan kalau masuk ke pandemi masih ada kadrun-cebong dan segala macam. Bagaimana rapuhnya bangsa ini. Gitu lho.

Jadi saya dikit-dikit, kecil-kecilan terlibat juga lah dalam proses itu. Dan itu terus terang saja peristiwa politik yang buat saya betul-betul dalam tanda kutip dia bisa menaklukkan musuh politiknya tanpa punya tukang pukul.

Jadi kalau Soeharto punya Benny Murdani, Sudomo, Yoga Sugama, Jokowi enggak. Dapat ditaklukkannya semua itu lawan-lawannya. Hampir semua sekarang kandidat yang menteri dan segala macam akan ngomong tergantung presiden boleh nggak. Bahkan banyak partai.

Sama dengan Hary Tanoe, 2014 Hary Tanoe bilang ‘ngapain aku bantu dia’. Dia bilang ke saya ‘nggak cengli, aku gak dapat cuan’.

Peristiwa 2019, putrinya masuk wakil menteri.

Nah dia kasih kata sambutan.

Jokowi ngomong sama dengan di Golkar, seenak jidat dia bicara. Kenapa? Gua kasih dua Menko.

Selama ini agak abu-abu ini. Mana berdiri dulu, mana Luhut yang biasa pakai batik, berdiri dulu.

Hanya kasih tahu, ‘eh kalian dua Menko’.

Jadi kalau saya lihat ini, permainan ini cukup inilah dan kemudian juga saya pikir juga saya moga-moga tidak terjadi makin tajam atau makin renggang atau makin konflik ini. Karena bagaimana pun harus diakui dua-tiga kali.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyela lagi, “Bang Panda kalau saya tanya begini, ‘kalau menurut bang Panda kemampuan Jokowi itu menaklukkan orang tanpa pemukul, apa yang buat dia nggak bisa menaklukkan SP untuk tidak mengumumkan terlebih dahulu, itu yang pertama. Yang kedua, apa yang membuat beliau marah kalau SP mengumumkan terlebih dahulu?”

Lalu dijawab Panda Nababan, “Pertanyaan kau itu salah, salah. Ini kan sudah sebuah sama-sama pemain, kalau istilah medan ya dia beli itu permainan. Jokowi beli itu permainan, gitu lho.”

“Tetapi terus terang saya sebagai sahabat yang puluhan tahun dengan kedua tokoh ini, saya terus terang khawatir karena kedua orang ini ada bakat dalam melakukan pembalasan. Dan aku tidak terkejut dia nggak kirim video ulang tahun itu. Nggak terkejut aku, ya itu Jokowi,” lanjutnya.

Ray Rangkuti langsung memotong pembicaraan, “Makin relevan lah apa yang kita sebutkan tadi, NasDem itu nggak usah lagi lah bersilat lidah kita hubungannya baik-baik, macam-macam. Ujung-ujungnya akan berbeda ini”.

Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie sebagai narasumber tetiba menyela, “Bang Roy ini memanasi situasi. Jadi NasDem itu siap lanjut, siap juga tidak. Jadi kita bukan merengek-rengek jabatan, menteri, enggak”.

Panda Nababan melanjutkan:

Kita diundang kan dengan judul Jokowi versus Surya Paloh, saya sendiri secara pribadi was-was kalau sampai makin tajam konflik orang ini berdua. Mereka ini punya reputasi membalas.

Itu dulu waktu diberedel Surya Paloh-Harmoko, saya tahu betul dia bikin surat pribadi ke Harmoko ‘kalau kau laki, kita keluar ketemu di lapangan biar kupukuli kau’ kata Surya.

Itu autentik. Saya yang apain surat itu. Jadi aku kenal ini, aku tahu dia bagaimana Surya ini.

Nah aku tahu bagaimana Jokowi ini, itu yang saya khawatir. Sayang bangsa ini yang dua potensi ini akan makin renggang.

Maka saya kaget terus prihatin dalam undangan itu ‘Jokowi versus Surya Paloh’. Benar.

Dan kalau kita lihat dalam permainan, kenapa begitu dicopot Sudirmain Said, kenapa dicopot Anies.

Jokowi tersinggung ‘kok jadi lebih ke JK daripada saya’.

Rini Suwandi mau dicopot segala macam, fraksi PDI segala macam. Jokowi bilang ‘nggak’, dipertahankan. Dia juga punya karakter.

Jadi dua tokoh besar bangsa ini, itu terus terang dengan judul yang disampaikan tadi, moga-moga janganlah versusnya diteruskan. Itu aja. (red)

Berita Sebelumnya

Stranas Pencegahan Korupsi: Pelabuhan Batu Ampar Masih Banyak Catatan Pembenahan

Berita Selanjutnya

Uang Makan Relawan RSKI Galang April-Juni 2022 Sudah Dikirim, Segera Dicairkan

Berita Selanjutnya
Surati Presiden Jokowi, Ratusan Relawan Covid di RSKI Galang Kecewa Uang Makan 8 Bulan Belum Dibayar

Uang Makan Relawan RSKI Galang April-Juni 2022 Sudah Dikirim, Segera Dicairkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com