BatamNow.com – Dalam beberapa hari belakangan, warga Batam kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg, utamanya di Kecamatan Bengkong. Ternyata jatah tabung dikurangi ke setiap pangkalan, hampir separo dari kuota biasanya.
Ditengah langkanya gas melon itu, Pertamina nyatanya bisa menyuplai elpiji 3 kg untuk operasi pasar Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang dilakukan di sembilan kantor kecamatan pada hari ini, Selasa (21/03/2023).
Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan para pengusaha pangkalan penjual tabung gas bersubsidi itu.
“Jatah ke pangkalan dikurangi, tapi ini malah bisa disuplai ke Kantor Camat. Sekarang warga jadi berkerumun ramai-ramai mengantre di sana,” ujar seorang pemilik pangkalan di Bengkong kepada BatamNow.com, Selasa.
Dikatakannya, rekannya sesama pemilik pangkalan gas juga mengalami pengurangan kuota dari yang biasanya disuplai sekitar 70 tabung elpiji setiap Selasa dan Jumat.
“Ada yang cuma dapat 45 tabung, ada yang 55, semuanya dikurangi,” tambahnya.
Di Kantor Camat Bengkong, warga mengantre panjang demi mendapatkan gas elpiji bersubsidi yang disediakan dalam operasi pasar hari ini.
Ratusan orang berjejer, tua-muda, pria-wanita, serempak berdiri sambil menenteng tabung kosong di depan Kantor Camat Bengkong, menunggu operasi pasar dimulai.
“Terpaksa lah panas-panasan ngantre karena elpiji adanya di Kantor Camat ini, di pangkalan lagi kosong,” ujar seorang warga Bengkong kesal.
Seorang agen yang turut menyuplai elpiji 3 kg dalam operasi pasar ini mengatakan hanya mengikuti instruksi saja. “Ya kita ikut instruksi saja,” ujarnya sambil meminta namanya tak ditulis.
Disebutkan, operasi pasar itu adalah kegiatan dari Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

Ditengah kuota pangkalan yang disunat, Disperindag Batam menyurati Sales Area Manager (SAM) Retail PT Pertamina Patra Niaga Kepri untuk menambah pasokan elpiji 3 kg di sembilan lokasi kantor camat. Surat yang ditandatangani Kepala Disperindag Gustian Riau itu direspons dengan para agen yang turun menuyplai tabung gas melon ke sembilan kantor camat hari ini, Selasa (21/03).
Dikonfirmasi, Gustian mengatakan, operasi pasar digelar untuk mengantisipasi kebutuhan menjelang bulan Ramadan.
Soal pemotongan kuota tabung elpiji ke pangkalan di Bengkong sebagaimana dikeluhkan pengusaha tabung gas itu, Gustian menampiknya.
“Nggak ada, kita mencoba menyuplai secara keseluruhan, mana yang didahulukan, didahulukun dahulu mana yang kosong,” katanya.
Untuk operasi pasar di Bengkong, lanjutnya, disediakan 2.200 tabung elpiji 3 kg.
“Wilayah yang kami lakukan operasi pasar itu ada sembilan, dari sembilan itu hanya Bengkong saja yang ramai. Yang lain malah nggak ada antrean. Kami coba perbanyak di Bengkong, biar bisa dapat semua. Sudah 2.200 [tabung] yang di bengkong, 4 lori,” lanjutnya.
Ia membenarkan bahwa sebelumnya ada kendala di Terminal Pertamina Tanjung Uban, sehingga mengganggu suplai elpiji 3 kg sejak minggu lalu. Namun kini sudah diatasi.
“Setelah suplai sudah oke, masalah pembongkaran di Punggur tiba-tiba mereka tidak bisa menurunkan barang karena pelabuhannya lagi diperbaiki sehingga mempengaruhi suplai di beberapa daerah. Oleh karena itu kami mengambil kebijakan melakukan operasi pangkalan,” jelasnya.
Gustian mengatakan, kini sudah tidak ada lagi masalah suplai elpiji 3 kg ke Batam. “Sudah diinstruksikan semua untuk elpiji agar didistribusikan ke pangkalan, sampai malam bahkan,” terangnya. (LL)
