BatamNow.com – Zida Akmal (maaf, bukan “Jedah” seperti yang ditulis media ini kemarin), akan dimakamkan sekitar pukul 10.00 WIB, hari ini Minggu (22/11/2020) di Sei Temiang.
Zida bocah yang meninggal terbawa arus air gorong-gorong di Sekupang saat hujan deras kemarin, Sabtu (21/11/2020).
Tadi malam sampai pagi ini, jenazah Zida masih disemayamkan di rumah kontrakannya di Perumahan Tiban Riau Bertuah 3 (TRB 3) Blok D Nomor 12A, Sekupang.
Sepenggal kisah hidup keluarga Zida yang digali BatamNow.com dari Haryati, ibu kandung korban.
Semasa hidupnya, Zida pelajar kelas 4 SD 003 Sekupang ini taat ibadah dan rajin ke masjid.
Di kompleks perumahan TRB 3, bocah berusia 10 tahun ini sering menonton olah raga badminton.
Sarkawi dan Haryati berasal dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
“Suami saya belum dapat dihubungi karena masih bekerja di laut. Tapi saya sudah memberitahu majikan suami saya di Malaysia, malam tadi, atas kepergian anak kami Zida,” ujar Haryati lirih.
Haryati mengaku, baru tiga hari lalu berkomunikasi dengan suaminya yang sedang berada di Malaysia, sesaat sebelum berangkat melaut.
Tapi begitu musibah menimpa anaknya kemarin, tak dapat lagi dihubungi.
Sementara Haryati yang bekerja sebagai buruh cuci ini, tidak merasakan firasat apapun sebelum musibah kematian putranya.
Zida adalah anak kedua pasangan Sarkawi dengan Haryati dari 5 bersaudara, namun 4 saudaranya sudah meninggal beberapa tahun lalu.
Anak pertama Haryati meninggal dalam kandungan ketika masa persalinan. Anak ketiga meninggal saat berusia 3 bulan, anak ke-4 meninggal beberapa saat dilahirkan dan anak ke-5 bernasib sama dengan anak ke-4.
Peristiwa nahas yang menimpa Zida bermula ketika ia bermain hujan di Tiban. Kakinya terpeleset ke gorong-gorong, lalu terseret arus air.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Sekupang, namun nyawa anak semata wayang Haryati itu tak tertolong.(Panahatan)

