BP Batam Urung Naikkan Tarif Kontainer Per 15 Juli, Apindo: Perka Belum Terbit - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

BP Batam Urung Naikkan Tarif Kontainer Per 15 Juli, Apindo: Perka Belum Terbit

Kenaikan Tarif Jasa Kontainer Menjadi Atensi INDEF

by BATAM NOW
18/Jul/2023 10:05
Ketua LI-Tipikor Kepri Minta KPPU Investigasi Dugaan Jaringan Kartel/Monopoli di Pelabuhan Batam

Ilustrasi. Aktivitas kapal kargo mengangkut peti kemas (kontainer) di perairan dekat Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Hingga hari ini, Selasa (18/07/2023), BP Batam belum mengumumkan secara resmi penerbitan Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait rencana menaikkan tarif bongkar muat peti kemas (kontainer) di pelabuhan kargo.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam yang sedari awal menolak rencana Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam itu, juga belum mendapatkan salinan Perka terbaru jika memang tarif bongkar muat kontainer jadi diberlakukan per 15 Juli 2023.

“Informasinya Perka-nya memang belum ditandatangani. Masih pakai Perka yang tahun 2021. Artinya tidak ada kenaikan tarif bongkar muat,” kata Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid kepada BatamNow.com, Selasa (18/07) pagi.

Rafki juga membenarkan bahwa pengusaha pengguna jasa kontainer di pelabuhan masih dikenakan tarif lama sesuai Perka BP Batam Nomor 27 Tahun 2021. “Iya,” ucapnya.

Penelusuran BatamNow.com, pada laman Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) BP Batam belum ada di-publish Perka perubahan yang mengatur tarif baru bongkar muat kontainer.

Sedangkan Perka BP Batam 27/2021 yang diubah dengan Perka 34/2021, statusnya masih berlaku hingga hari ini, Selasa (18/07). Dalam lampiran kedua Perka ini, tarif bongkar muat kontainer dengan nominal yang sama.

Sementara Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Dendi Gustinandar, bungkam ketika dikonfirmasi terkait jadi/tidaknya kenaikan tarif jasa kontainer. Pesan konfirmasi dikirimkan redaksi BatamNow.com pada Sabtu (15/07) malam. Namim tak ada respons hingga berita ini dinaikkan.

Padahal sebelumnya, Dendi begitu getol mengumumkan rencana kenaikan tarif bongkar muat kontainer mulai 15 Juli 2023. Itu dia sampaikan lewat rilis pers hingga talkshow di media.

Baca Juga:  Pengamat Makroekonomi Makro: BP Batam Tak Boleh Gegabah Naikkan Tarif Jasa Kontainer

INDEF: BP Batam Jangan Gegabah Naikkan Tarif Jasa Kontainer

Implikasi buruk dari kenaikan tarif jasa kontainer pun disampaikan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) saat diwawancarai BatamNow.com, yang juga meminta BP Batam tidak gegabah memutuskan.

Dikhawatirkan, kenaikan tarif jasa kontainer akan memicu kenaikan harga barang. Akibatnya menaikkan angka inflasi dan daya beli masyarakat akan tertekan. Ini juga tidak baik bagi perekonomian Kota Batam.

“BP Batam tidak boleh gegabah menaikkan tarif jasa kontainer sebelum mengkaji secara komprehensif dan meminta masukan dari berbagai pihak. Kalaupun berencana menaikkan harus diberi spare waktu cukup untuk melihat kesiapan dan kondisi ideal. Kalau tidak, itu bisa menjadi bumerang,” ungkap Kepala Pusat Makroekonomi Makro dan Finance INDEF, M Rizal Taufikurahman, kepada BatamNow.com, Jumat (15/07).

Dijelaskan Rizal, kenaikan tarif transportasi dan turunannya di pelabuhan, bisa memicu naiknya harga-harga barang komoditas.

“Dengan kenaikan biaya transportasi tentu biaya logistik akan naik. Naiknya biaya logistik, berakibat pada naiknya harga yang diterima konsumen. Selain karena market channel yang akan mahal juga distribusi juga akan naik,” tukasnya.

Baca Juga:  INDEF: Naiknya Tarif Jasa Kontainer Pasti Menstimulus Kenaikan Inflasi

Dari Awal Menolak, Apindo Lapor ke Sesmenko dan KPPU

Sebelumnya, wacana kenaikan tarif jasa kontainer oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam ini telah ditolak mentah-mentah oleh Apindo, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dan asosiasi/himpunan pelaku usaha di Batam.

Ihwal penolakan tersebut, para pelaku usaha kini masih diberatkan dengan tingginya biaya pengiriman kontainer dari Batam ke luar negeri. Bahkan, ongkos logistik itu disebut naik secara konsisten sejak 2021 hingga 2023, rata-rata 10 persen per tahun.

Sontak mereka menolak rencana BUP BP Batam, sebab kenaikan tarif jasa kontainer di pelabuhan kargo akan membuat semakin mahal lagi ongkos pengiriman kontainer ke luar negeri.

Baca Juga:  Temui Sesmenko Perekonomian, Kadin dan Apindo Minta Tunda Dulu Kenaikan Tarif Kontainer BP Batam

Menurut asosiasi pengusaha, ada beberapa efek domino bila BP Batam mengotot untuk menaikkan tarif jasa kontainer ditengah kondisi masih mahalnya biaya pengiriman kontainer dari Batam ke luar negeri, bahkan dibanding dari daerah lain di Indonesia bahkan negara lain.

Dampak kenaikan tarif kontainer oleh BP Batam itu dinilai akan mengancam keberlangsungan investasi, membuat biaya hidup semakin mahal bahkan memicu kenaikan inflasi.

Akhirnya, Kadin bersama Apindo dan asosiasi/himpunan pengusaha lainnya melaporkan penolakan mereka beserta alasannya kepada Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian yang juga Ketua Dewan Pengawas BP Batam, Susiwijono Moegiarso di Jakarta, pada Rabu (12/07/2023) sore.

Tak hanya itu, keesokannya, Apindo Batam melayangkan langsung surat aduan kepada Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) RI. Selain melaporkan penolakan kenaikan tarif bongkar muat, diadukan juga dugaan persaingan usaha tidak sehat di Pelabuhan Batu Ampar oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam.

Diberitakan, BP Batam berencana menaikkan tarif bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar mulai 15 Juli 2023. Satu contoh, jasa Container Handling Charge (CHC) kontainer 20 feet isi, dari harga Rp 384.300 per boks akan naik sekitar 56,9 persen menjadi Rp 603.000.

Baca Juga:  Akhirnya Apindo Batam ke KPPU Adukan Persaingan Usaha Tak Sehat di Pelabuhan Batu Ampar

Pengiriman Batam-Singapura Lebih Mahal Ketimbang Jakarta-Singapura

Berdasarkan data yang dibagikan Apindo kepada BatamNow.com, pengiriman kontainer 40 feet dari Pelabuhan Batu Ampar (Batam) ke Singapura biayanya USD 800 per hari ini.

Sedangkan pengiriman kontainer 40 feet dari Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta) ke Singapura, hanya USD 200. Perbedaannya USD 600 atau 300 persen lebih murah daripada Batam-Singapura.

Memang, kata Rafki, Pelabuhan Batam menggunakan sistem door to door, sedangkan Tanjung Priok dengan port to port. Namun menurutnya, biaya pengiriman kontainer antara keduanya seharusnya tidak berbeda jauh begitu apalagi jarak Batam lebih dekat ke Singapura dibandingkan dari Jakarta.

“Bedanya tidak jauh lah harusnya. Bedanya hanya kalau port to port barang sampai pelabuhan saja. Kalau door to door ada tambahan biaya transportasi di darat pakai truk pengangkut kontainer. Jadi seharusnya tidak begitu signifikan bedanya,” terang Rafki.

Perbandingan lainnya, Apindo menyebut bahwa saat biaya pengiriman kontainer dari Batam naik beberapa tahun ini, di pelayaran internasional malah semakin murah, ada yang turun hingga 72 persen.

Contohnya, perbandingan biaya pengiriman kontainer antara pelabuhan Batam – Singapura dengan Singapura – Los Angeles (Amerika Serikat).

Diterangkan bahwa biaya pengiriman kontainer ukuran 20 feet dari Batam ke Singapura pada 2021 sebesar USD 470, kemudian naik 6 persen menjadi USD 500 pada 2022. Lalu naik lagi sebanyak 14 persen menjadi USD 570 pada 2023.

Sementara pengiriman kontainer 40 feet dari Batam ke Singapura pada 2021 dengan biaya USD 665, yang kemudian naik 8 persen menjadi USD 720 pada 2022. Lalu naik lagi sebesar 11 persen menjadi USD 800 pada 2023.

Sedangkan pengiriman kontainer ukuran 20 feet dari Singapura ke Los Angeles (AS) berbiaya USD 5.909 pada 2022 dan turun drastis sebesar 72 persen menjadi USD 1.683 pada tahun ini.

Sementara pengiriman kontainer ukuran 40 feet rute Singapura-Los Angeles dengan biaya USD 7.209 pada 2022 dan turun 71 persen menjadi USD 2.058 pada 2023. (D)

Berita Sebelumnya

Arti Penting Health Tourism di Masa Mendatang

Berita Selanjutnya

Atlet Biliar Kepri Ikuti Seleksi Berebut Kuota Pra PON untuk Lolos PON Aceh-Sumut 2024

Berita Selanjutnya
Atlet Biliar Kepri Ikuti Seleksi Berebut Kuota Pra PON untuk Lolos PON Aceh-Sumut 2024

Atlet Biliar Kepri Ikuti Seleksi Berebut Kuota Pra PON untuk Lolos PON Aceh-Sumut 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com