BatamNow.com – Hari ini, Jumat (21/07/2023) siang, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar sosialisasi pengembangan Pulau Rempang, di rest area Kedai Kopi Simpang Rezeki, Sembulang, Kecamatan Galang.
Sosialisasi itu tentang Rencana Pengembangan Pulau Rempang sebagai Kawasan Rempang Eco-City oleh BP Batam, ATR/BPN, dan DLHK dalam Rangka Meningkatkan Iklim Ekonomi di Wilayah Kota Batam.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, sosialisasi yang dimulai sekira pukul 14.00 WIB itu, dihadiri ± seribuan warga Pulau Rempang dan sekitarnya.

Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi tak tampak. Padahal warga sangat mengharapkan kehadirannya untuk mendapat kepastian soal relokasi yang mereka tolak selama ini.
Acara sosialisasi hanya dihadiri oleh Direktur Pengamanan Aset BP Batam Mochamad Badrus, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri Hendri ST, dan Fitri yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Batam.
Dari warga, hadir juga Ketua KERAMAT Gerisman Achmad, Suwardi, Rizal, Syuzairi, Rusli, dan lainnya.
Sosialisasi diawali presentasi dari pihak DLHK Kepri dan BP Batam.
Usai presentasi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Perwakilan warga, Gerisman Achmad menjelaskan soal perjuangan mereka menolak relokasi kampung yang sudah mereka diami ratusan tahun lalu.
Sosialisasi ini pun diwarnai sorakan warga Rempang. Itu saat Ketua KERAMAT Gerisman menerangkan perjuangan mereka hingga ke Jakarta dan keabsenan pemerintah dalam memberikan kepastian status lahan kampung mereka.
Hingga berita ini dinaikkan, Jumat pukul 14.51, sosialisasi masih berlangsung. (D)

