Kapal China Bersitegang dengan Malaysia di Laut China Selatan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kapal China Bersitegang dengan Malaysia di Laut China Selatan

by BATAM NOW
27/Nov/2020 15:17
CG China Geng Maling Ikan

Kapal Coast Guard China. (F: net)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Penjaga pantai China dilaporkan bersitegang dengan militer Malaysia di Laut China Selatan.

Lembaga pemikir Amerika Serikat, Asia Maritime Transparency Institute (AMTI) mengungkap kapal penjaga pantai China dan Angkatan Laut Malaysia bersitegang di wilayah eksplorasi hidrokarbon di Laut China Selatan.

Dilansir CNN Indonesia, menurut AMTI kejadian berawal dari manuver kapal penjaga pantai China mengganggu rig pengeboran dan kapal pemasok di lepas pantai Malaysia pada pekan lalu.

“Kapal China Coast Guard (CCG) melecehkan rig pengeboran dan kapal pemasoknya yang beroperasi hanya 44 mil laut dari Negara Bagian Sarawak Malaysia pada 19 November,” tulis Pusat Studi Strategis dan Internasional AMTI itu seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Malaysia lantas mengerahkan kapal Angkatan Laut sebagai tanggapan. Mereka terus membuntuti kapal China.

Menurut laporan tersebut, insiden itu kemungkinan terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara China Coast Guard dan Royal Malaysian Navy di daerah tersebut dalam dua minggu terakhir.

Laporan AMTI mengatakan kapal China itu berangkat dari Provinsi Hainan pada 30 Oktober.

“Mereka berhenti di pangkalan pulau buatan China di Subi dan Fiery Cross Reefs sebelum menghampiri stasiun di Luconia Shoals di zona ekonomi eksklusif Malaysia pada 2 November,” kata laporan itu.

“Kapal CCG rutin mendatangi daerah itu dalam beberapa tahun terakhir yang difasilitasi oleh pusat logistik terdekat di pulau-pulau Spratly yang disengketakan.”

Laut China Selatan menjadi perairan rawan konflik terutama setelah China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah perairan itu.

Klaim historis Beijing itu bertabrakan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan hingga Taiwan.

China sampai saat ini mengklaim sekitar 90 persen Laut China Selatan, dengan argumen Sembilan Garis Imajiner. Mereka bahkan membangun pulau reklamasi yang digunakan sebagai pangkalan militer dan lokasi wisata di Laut China Selatan.

Laut China Selatan disebut sebagai jalur pelayaran niaga tersibuk ketiga di dunia dengan nilai mencapai triliunan dolar. Laut itu juga disebut menyimpan cadangan miliaran kubik gas dan minyak bumi.(*)

Berita Sebelumnya

Pemilu Amerika: Trump Isyaratkan Siap Hengkang dari Gedung Putih

Berita Selanjutnya

Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK, Diduga Korupsi Terkait Pembangunan Rumah Sakit

Berita Selanjutnya
Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK, Diduga Korupsi Terkait Pembangunan Rumah Sakit

Wali Kota Cimahi Ditangkap KPK, Diduga Korupsi Terkait Pembangunan Rumah Sakit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com