Tangis Getir Emak-emak Melayu Pulau Rempang Menolak Relokasi, Doakan Muhammad Rudi Dapat Hidayah - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tangis Getir Emak-emak Melayu Pulau Rempang Menolak Relokasi, Doakan Muhammad Rudi Dapat Hidayah

06/Sep/2023 00:40
Tangis Getir Emak-emak Melayu Pulau Rempang Menolak Relokasi, Doakan Muhammad Rudi Dapat Hidayah

Emak-emak Melayu Pulau Rempang, Galang, menangis saat menyampaikan keresahan mereka karena terancam direlokasi, Selasa (05/09/2023) malam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Emak-emak Melayu di Pulau Rempang, Galang, Batam, menangis getir mencurahkan kesedihan hati mereka atas ancaman relokasi 16 kampung tua di sana.

Hal itu mereka sampaikan usai mengikuti salat hajat akbar di Jalan Trans Barelang, di ujung Jembatan IV Barelang, wilayah Kampung Tanjung Kertang, Selasa (05/09/2023) malam.

Mereka kompak berharap Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi sudi membuka pintu hatinya untuk membatalkan rencana relokasi 16 titik kampung tua di Rempang.

“Bapak wali kota, bukakanlah pintu hati bapak. Kami rakyat kecil, biarkan kami hidup, pak. Semoga bapak dapat hidayah beserta rahmat Allah. Allah itu ada, ingat Pak,” ucap Ida emak-emak dari Kampung Rempang Cate.

Ida, warga Rempang Cate di Pulau Rempang, Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. (F: BatamNow)

Ida menceritakan, kampung tua di Rempang bisa berdiri berkat perjuangan dari kakek dan nenek moyang mereka. Karenanya, warga tak ingin digusur.

“Kami manusia yang lemah, jangan selalu ditindas, pak. Kami tak mengizinkan tempat kami direlokasi,” ucap Ida.

Hal senada juga disampaikan Jumi emak-emak dari Kampung Monggak.

“Kami mohon janganlah gusur tempat tinggal kami karena itulah peninggalan nenek moyang kami. Kasihan anak-anak kami,” katanya.

Baca Juga:  Warga Rempang Salat Hajat Akbar di Jembatan IV, Mohon Keselamatan Kampung Tua dari Relokasi

Ratusan warga dari 16 kampung tua Rempang, Galang, melakukan salat hajat akbar pada Selasa (05/09) malam untuk memohon keselamatan kampung dari ancaman relokasi.

Di saat bersamaan, warga lainnya tetap siaga berjaga di simpang-simpang jalan masuk kampung mereka agar tidak disusupi pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Ratusan warga Pulau Rempang, Galang, menggelar salat hajat akbar di depan Jembatan IV Barelang, Selasa (05/09/2023) malam. (F: BatamNow)

Pilih Tolak Relokasi, Harga Rumah Bukan Masalah

Kaum ibu-ibu Rempang, Galang, menegaskan bahwa pilihan menolak relokasi bukan karena nilai ekonomi hunian mereka meskipun ditawari rumah senilai Rp 120 juta jika mau pindah.

“Kami tak akan gadaikan tanah air kami. Walaupun ditaruh uang berjuta-juta kami tidak akan terima,” kata Dana emak-emak Kampung Monggak.

Lalu Syamsiah emak-emak dari Monggak juga menimpali. “Walaupun rumah kami buruk, kami tetap mau di tempat kami,” tegasnya.

Mereka menyampaikan sakit hati atas pernyataan Muhammad Rudi dalam satu potongan video yang menyinggung harga rumah warga di pesisir Rempang.

“Walaupun pondok kami Rp 10 juta bapak bilang, tapi kami tetap mau tinggal di tempat kami,” jelas Syamsiah dan diiyakan emak-emak lainnya.

Warga Rempang mengaku tak akan puas bila tinggal di tempat baru, bila direlokasi.

“Bukalah hati pak Rudi, jangan sampai pak Rudi menzalimi kami masyarakat Rempang, Galang,” harapnya.

Ratusan warga Pulau Rempang, Galang, menggelar salat hajat akbar di depan Jembatan IV Barelang, Selasa (05/09/2023) malam. (F: BatamNow)

Hingga kini, warga Rempang tak dapat hidup tenang karena adanya ancaman relokasi dari kampung leluhur mereka.

Belum lagi ada pihak-pihak tertentu yang mencoba merangsek masuk ke dalam kampung yang setiap persimpangannya dijaga oleh warga. Tak pelak, gesekan terjadi dan semakin meningkatkan tensi di lapangan.

“Pokoknya resah betul, kami berjaga di tenda setiap hari. Biar pun malam kami tak tidur, kami tetap menjaga kampung,” jelas mereka.

Warga Rempang, Galang, yang diperkirakan sekitar 10 ribu jiwa, terancam direlokasi dari 16 kampung tua yang telah dihuni turun temurun bahkan sejak tahun 1834.

Relokasi itu buntut dari rencana pengembangan kawasan industri Rempang Eco-City di atas lahan 17.000 hektare se-Pulau Rempang dan sebagian Galang, oleh PT Makmur Elok Graha. (red)

Berita Sebelumnya

Dorong Digitalisasi Kearsipan Daerah, Pemprov Kepri Launching Srikandi dan Gerakan Kesatria

Berita Selanjutnya

Ditjen Imigrasi Belum Dapat Laporan Ihwal Kasus Love Scamming Orang Asing di Batam

Berita Selanjutnya
Ditjen Imigrasi Belum Dapat Laporan Ihwal Kasus Love Scamming Orang Asing di Batam

Ditjen Imigrasi Belum Dapat Laporan Ihwal Kasus Love Scamming Orang Asing di Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com