BatamNow.com – Pihak Bea dan Cukai (BC) Kantor Pelayanan Utama Batam belum menetapkan tersangka pelaku utama penyeludupan impor minuman beralkohol (mikol) se-kontainer di Batam.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi BC Batam, Rizki Baidillah belum merespons konfirmasi redaksi BatamNow.com kali kedua yang dikirimkan pada Kamis (08/02/2024).
Berbagai poin pertanyaan dilayangkan di seputar terbongkarnya penyeludupan mikol ini. Namun tak ada respons.
Hingga hari ke-8 sejak penangkapan 1 kontainer mikol oleh BC (disebut dari BC Pusat), namun belum ditetapkan tersangkanya.

Sementara publikasi Rizki Baidillah, pihaknya telah memeriksa 9 orang saksi di pusaran penyeludupan mikol se-kontainer yang dicokok P2 BC Batam, 1 Februari 2024, itu.
Sebagaimana ditulis media dan juga beredar luas di masyarakat, sejumlah oknum anggota Polda Kepri diduga terlibat mem-back up proses penyeludupan mikol ini.
Benarkah kabar berita itu?
“Trims atas Info ini akan kami cek, namun apabila adanya dugaan keterlibatan oknum, maka akan diproses hukum secara internal,” jawab Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad lewat chat WhatsApp kepada BatamNow.com, Kamis (08/02/2024) siang.
Ia juga menyarankan media ini agar menanyakan masalah ini ke BC Wilayah Kepri yang kantornya di Tanjung Balai Karimun.
Bukan saja dugaan keterlibatan oknum dari Polda Kepri, tapi juga sejumlah petugas BC yang ber-pos jaga di Pelabuhan Bintang 99, diduga keras punya andil besar.
Sebagaimana diberitakan media, P2 kantor BC menangkap 1 kontainer mikol impor senilai hampir Rp 7 miliar. Mikol itu berasal dari Tiongkok dan dimasukkan via Singapura ke Batam oleh mafia penyeludup yang diduga diotaki AM.
Dalam berita itu ditulis , se-kontainer mikol itu ditangkap di Kawasan Pergudangan Tunas di Batu Aji setelah lolos dari Pelabuhan Bintang 99, berjarak 20 Km dari kawasasan Sei Jodoh, Batam.
Termasuk diduga tidak diperiksanya Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang (SPPB) yang ternyata palsu, hingga terbitnya Bill of Loading (BL), sampai kepada BC 1.1.
Pantauan BatamNow.com, sebagaimana juga diberitakan beberapa media, seorang lelaki pengusaha tempat hiburan malam berinial AM disebut-sebut sebagai otak penyeludupan ini.
Diduga juga, jumlah mikol seludupan yang masuk dan sama-sama lolos dari pengawasan petugas BC bukan hanya 1 kontainer.
Apalagi AM diduga sudah 2 tahun menjalankan kegiatan ilegalnya dan entah mengapa baru kali ini barang seludupannya dicokok pihak BC.
Disebut juga, AM, sudah tidak asing di mata para oknum petugas kepolisian, dan oknum angkatan 3 matra lainnya, termasuk di kalangan oknum BC Batam.
Ia memiliki tempat hiburan malam: karaoke BBC, KTV, massage, hotel dan lainnya. Selain itu berbagai jenis usaha lainnya juga dia miliki, salah satu tempat penukaran mata uang asing atau money changer di Batam.
Pernah dituding terlibat kegiatan ilegal jaringan penipuan asmara (love scam) yang melibatkan jaringan sejumlah pelaku WN Tiongkok yang sudah dideportasi tahun 2023 lalu.
Selain itu, AM juga diduga beberapa kali menyeludupkan motor gede (moge) impor ke daerah pabean di Indonesia lewat Batam.
Wartawan media ini sudah beberapa kali mencoba konfirmasi di tempat usaha hiburannya di kawasan Nagoya-Jodoh, namun tak dapat ditemui dan para stafnya tertutup.
Soal maraknya penyeludupan impor dan ekspor dari Batam dan ke luar negeri termasuk dari Batam ke daerah pabean lainnya sudah bukan rahasia umum lagi.
Bahkan satu sumber terpercaya mengungkapkan para penyeludup jaringan Batam, harus melakukan koordinasi dulu dengan oknum aparat tertentu baru menghadap oknum petugas BC
Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi dari Jakarta yang mengawasi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam menyimpulkan Batam, kini, bermetamorfosa menjadi starting point penyeludupan.
Stranas PK mengakui sudah melaporkan masalah krusial penyeludupan di Batam ke kantor sekretaris Kabinet dan kantor Presiden di Jakarta.(Aman/red)

