BatamNow.com – Warga Pulau Rempang masih kukuh mempertahankan haknya untuk tidak digusur-geser dari tanah sejarahnya.
Konsistensi sikap penolakan maupun perlawanan masih tetap dilakukan dalam bentuk aksi damai masyarakat di Pulau Rempang, Galang, dengan berbagai cara dan seni demo mereka.
Demikian juga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau tetap konsisten mendesak pemerintah untuk meninjau ulang/ mengevaluasi kebijakannya di Rempang Eco-City yang dinilai merugikan masyarakat asli di sana.
WALHI Riau akan mengungkap kajian ilmiahnya tentang dampak buruk yang akan menerpa masyarakat di sana jika rencana investasi Tiongkok di pulau itu tetap dijalankan.
Jauh hari pemerintah telah menyampaikan rencana kedatangan investasi Cina/Tiongkok itu di Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang dan Galang yang sampai memicu konflik antara masyarakat dengan aparat bersenjata.
Menurut WALHI, fakta lapangan menunjukkan PSN membuka jalan untuk mempercepat pembangunan pabrik kaca di Pulau Rempang tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan, kemanusiaan, budaya dan kearifan lokal.
Hal ini diperkuat dengan temuan Ombudsman yang menemukan kejanggalan, mulai dari penyimpangan prosedur aspek perencanaan, pembangunan, pertanahan dan penanganan atas keberatan serta penolakan warga.
Namun temuan itu tak menyurutkan ambisi pemerintah untuk membatalkan proyek, bahkan lebih agresif seperti memaksa orang Melayu Galang, Orang Darat, dan Orang Laut dari 16 Kampung Tua Melayu untuk relokasi.
Pemerintah yang seharusnya menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat, dan aman, malah semakin memperlihatkan keberpihakannya pada investasi. Hal ini menambah daftar panjang.
@batamnow Di Malam Iduladha, Warga Rempang Bersumpah Tolak Penggusuran Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral #jokowidodopresidenkita #jokowidodo #rempangecocity #rempanggalangtanahmelayu #ham #komnasham #rempanggalangtanahmelayu ♬ Takbiran – Nursilian
Nah, semua “ancaman“ jangka pendek dan ke depan terhadap masyarakat di sana imbas dari investasi Tiongkok yang dibungkus PSN telah didalami dan dikaji WALHI selama ini.
Hasil kajian itu akan dibeber dalam sebuah diskusi di Batam pada Senin (08/07/2024) besok.
Dalam acara yang bertema Peluncuran Kajian “Investasi Tiongkok dan PSN di Rempang” ini, ada tiga tujuan.
Pertama, menyajikan fakta lapangan dan sejarah terkait proses dan dampak pelaksanaan investasi Tiongkok dalam PSN Rempang Eco-City.
Kedua, menggalang dukungan publik untuk masyarakat Rempang yang berjuang mempertahankan kampungnya.
Ketiga, mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan PSN Rempang Eco-City. (D)

