BatamNow.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Batam tengah memburu terduga pelaku pencurian tas turis asal India dalam satu perjalanan feri penumpang MV Citra Legacy 3 dari Malaysia tujuan Batam.
Pihak kepolisian langsung mencari terduga pelaku setelah Kepala pos (Kapos) Pelabuhan Feri Internasional Batam Center mendapat laporan informasi dari Syahbandar, soal turis kemalingan di dalam pelayaran feri pada 8 Juli 2024.
“Setelah dapat info dari syahbandar pada pukul 01.00 dini hari setelah kejadian kapos sudah lakukan pencarian ke alamat pelaku. Tp nihil, rumah nya telah di jual,” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Yuhendri Januar, lewat pesan WhatsApp, kepada BatamNow.com, Jumat (26/07/2024).
Menurut Yuhendri, pihaknya sudah melakukan penyelidikan meskipun belum ada negara asing maupun agen membuat laporan resmi ke pihak kepolisian terkait peristiwa itu.
“Sampai saat ini belum ada warga negara asing maupun agen membuat laporan resmi ke pihak kepolisian namun di bekali dengan Laporan Informasi (LI) kami sdh melakukan penyelidikan,” jelas Yuhendri.
Ia pun mengatakan bahwa hal apes yang menimpa turis India itu, menjadi atensi bagi pihaknya, mengingat korban merupakan wisatawan yang ingin berlibur ke Batam.
“Iyaa betul sekali, ini akan menjadi atensi untuk kami,” ujar Yuhendri.
Hingga kini pihaknya masih melakukan upaya pencarian terhadap terduga pelaku, berbekal LI tersebut.
“Sekarang kami lagi lakukan upaya pencarian,” jelasnya.
@batamnow Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal wisatawan Warga Negara India, bernasib apes lalu ”menjerit” setelah dimaling di atas feri penumpang yang ditumpanginya. Kejadian yang sangat mengecewakan turis asing itu, terjadi pada Senin (08/07/2024) dalam pelayaran feri internasional rute Johor Bahru, Malaysia-Batam. Satu tas milik Mohammed lesap digondol pencopet. Tas itu berisikan satu unit laptop senilai RM 3.500 atau setara ±Rp 12 juta, handphone senilai RM 500 (Rp 1,7 jutaan), uang tunai 2.500 RM (Rp 8,6 jutaan), dan paspor dengan nomor V1873712. Hal yang tambah menyakitkannya, setiba di pelabuhan Batam, Mohammed belum sempat membuat laporan ke aparat yang berwenang di otoritas pelabuhan, pihak Imigrasi Batam mendeportasinya kembali ke Malaysia, pada besoknya, Selasa (09/07/2024) pagi sekitar pukul 06.00. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Suspense, horror, piano and music box – takaya
Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti mengatakan kejadian itu bisa merusak reputasi pariwisata Kepri dan khususnya Batam.
Ia mengatakan, kejadian buruk menimpa turis mesti dimitigasi dengan baik agar tidak menjadi kasus yang memberi citra buruk.
“Namun dengan respons cepat dan pelayanan yang baik tentu juga memberi kesan baik di sisi lain,” jelas Guntur, Rabu (24/07).
Diberitakan, korban pencurian itu adalah Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal.
Lelaki berkewarganegaraan India itu dimaling tas beserta isinya saat menaiki feri pelayaran 1,5 jam rute Johor Bahru, Malaysia – Batam Center pada Senin (08/07).
Tapi anehnya, sang maling yang menggondol tas turis itu dari dalam feri justru lolos membawa jarahannya ke luar pelabuhan tanpa pemeriksaan x-ray BC di terminal Pelabuhan Batam Center.
Pengakuan Afsal, tas miliknya itu berisi satu unit laptop senilai RM 3.500 atau setara ±Rp 12 juta, handphone senilai RM 500 (Rp 1,7 jutaan), uang tunai 2.500 RM (Rp 8,6 jutaan), dan paspor dengan nomor V1873712.
Dikonfirmasi personel KSOP di pelabuhan, petugas x-ray Bea Cukai pun menyatakan tak ada tas berisi laptop serta HP melawati mesin x-ray sekira pukul 20.00 WIB pada hari kejadian.
Kemudian setelah dicek di CCTV oleh agen kapal bersama petugas KSOP, diketahui bahwa terduga pelaku itu wanita berinisial DSM, WNI dengan nomor paspor C7919xxx.
Afsal disebut telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Kedubes India di Kuala Lumpur, setelah dideportasi dari Batam karena paspornya ikut digondol maling. (*)


Jalan-jalan Elit
air sulit