Beberapa Petinggi Negara Indonesia Doyan Ke Kasino - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Beberapa Petinggi Negara Indonesia Doyan Ke Kasino

26/Apr/2019 14:35
Beberapa Petinggi Negara Indonesia Doyan Ke Kasino
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

1500 Triliun Rupiah Disedot Dua Kasino Singapura (Bagian 3)

BATAM NOW–HUKUM di Indonesia melarang judi atau perjudian. Tapi masyarakatnya banyak hobi judi.

Era 70 sampai tahun 80 an, kegiatan judi dan perjudian dibolehkan, di indonesia. Alias legal.
Kota Jakarta yang megah-pada masa itu, dibangun dari dana yang sebagian besar bersumber dari pajak judi.

Itu di era kepemimpinan Ali Sadikin, Gubernur DKI. Tapi, puluhan tahun kemudian, judi dilarang oleh UU di Indonesia. Meski ada-ada saja yang beroperasi ilegal dan kecil-kecilan.
Malaysia yang Negara Muslim pun, hingga kini, masih menarik pajak Kasino Genting. Juga dari judi Toto.

Konon, pajak kawasan wisata Genting Highlands cukup besar. Mengucur dari kantung pemilik obyek wisata kebanggan Negeri Semenanjung yang didirikan Lim Goh Tong itu.
Genting memang kawasan wisata termahsyur di Malaysia. “Landscape”-nya yang begitu indah.

Untuk mencapai puncak Genting, mesti menyusuri jalan berliku nan menanjak.
Di puncak bukit itulah bertengger beberapa fasilitas pariwisata menarik. Bangunan hotel bertingkat, menjulang ke langit. Ada Theme Park Hotel, Sky Avenue Mall dan lainnya.

Kawasan puncak Genting, berada di ketinggian 1800-2000 meter di atas permukaan laut. Di kawasan puncak yang sejuk. Di sanalah Kasino besar beroperasi.

Begitu berdiri tiga dekade lalu, Kasino Genting menjadi tujuan pejudi Indonesia, selain Makau.
Tak habis-habisnya para pejudi Indonesia bertaruh ke sana.
Mereka berduyun, karena di Indonesia tak ada Kasino.

Belum lagi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama dua periode. Sejak 2004- 2014. Karena di masa SBY, jangankan Kasino, bentuk judi apapun dan sekecil mana pun di Indonesia sama sekali dilibas.

Itu bisa terjadi karena konsistensi penegakan hukum dari Kapolrinya. Tidak seperti sekarang.
Itulah mengapa selama tiga dekade ini, para pejudi Indonesia lari ke Luar Negeri (LN).

Mereka menjinjing rupiah. Tak terkira jumlah yang dipikul melayang ke LN.
Animo pejudi Indonesia ke LN justru semakin gencar. Terlebih, sejak Singapura membuka dua Kasino besar sekaligus.

Tampaknya, faktor jarak menjadi salah satu daya tarik.
Misalnya, penerbangan dari Surabaya ke Singapura hanya ditempuh dalam dua jam.
Satu jam lebih dari Jakarta. Belum lagi bila dari Batam. Jaraknya hanya 40 menit naik ferry.
Fakta itu semakin merangsang para pejudi hilir mudik.

Pejabat Bareng Artis

Berbagai tipe dan kelas Indonesia yang “gila” judi. Mulai dari pengusaha raksasa yang bermata sipit. Non sipit, tak ketinggalan juga.
Maka jangan heran, bila ada beberapa mantan menteri doyan berjudi di sana. Hingga sekarang.

Para artis papan atas, lumayan banyak. Para selebriti itu, bareng “happy” dengan para oknum pejabat Indonesia.

Beberapa oknum anggota DPR RI dan oknum DPD. Oknum aparat penegak hukum dari berbagai level kepangkatan. Para pengacara kondang. Silih berganti bertaruh siang dan malam.

Beberapa orang Gubernur aktif. Apalagi yang dari wilayah timur Indonesia. Ada Bupati dan Wali Kota dari berbagai daerah. Belum lagi para sekdanya. Termasuk para staf lain.
Mereka boyongan. Bersama, “terbenam” dalam sensasi Kasino itu.

Para pejudi tajir yang disebut di atas, sebagian nama dan nomor “member card” nya ada pada redaksi BATAM NOW.
Namun, tak etis bila dibeber satu persatu di tulisan ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa para pejabat negara aktif atau ASN bisa dengan leluasa ke Luar Negeri?

Padahal, ada larangan resmi. Tak sembarang pelesiran ke LN, kalau tidak memiliki izin dari pemerintah. Tapi fakta di lapangan lain.
Sebagaimana dijelaskan dalam Permendagri No 41/2015, tentang alasan penting izin cuti ke LN. Pertama,melaksanakan ibadah agama dan menjalani pengobatan.
Artinya bila seseorang anggota ASN ke LN harus mendapat izin dari Mendagri.

Mengenai kelemahan kontrol dari Negara kita atas pelanggaran ASN itu akan diulas khusus pada tulisan lanjutan.

Begitulah tabiat para “crazy rich” indonesia menyumbang pundi-pundi Negara Singapura. Perkiraan 1500 triliun rupiah sampai “disumbangkan” dalam kurun waktu delapan tahun.

Sangat tebal memang isi kocek para tajir Indonesia ini.
Seperti di jelaskan Wong. Para tajir itu ada beberapa taipan pemilik pabrik rokok dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka sudah menjadi member di sana.

Saking kayanya, ekspresi wajah mereka masih senyum simpul meski sudah kalah belasan hingga seratusan miliar dalam seminggu.

Pengusaha tajir lain, beberapa pemilik tambang Batubara dan tambang berbeda. Tauke-tauke industri tertentu. Para pemilik hotel berbintang juga pemilik airline.

Maka tak usah bingung bila mendengar taipan A kalah sekitar Rp 500 M.
Ada juga yang kalah Rp 1 T, dalam kurun waktu tertentu.

Di Kasino MBS, besaran taruhan di meja bacarat VIP, minimum SGD 500 atau setara dengan 5 juta rupiah. Per sekali bettingan.
Durasi sekali buka kartu, paling lama 10 menit. Itu pun bila player ramai di satu meja. Sementara pasangan maksimun SGD 500 ribu dolar atau 5 miliar.

Di sana member VVIP, kasta tertinggi. Namanya “Marina Bay Sands Chairman Club”. Syarat mendapatkannya, “gambler” harus mencapai akumulasi putaran taruhan minim SGD 1 juta atau sepuluh miliar rupiah.

Di Kasino Sentosa kartu VVIP nya, “member card crockfords”. Besaran bettingan ada yang maksimun SGD 500 ribu atau sama dengan 5 miliar rupiah.

Petaruh “private table” beda lagi. Bertatuh one by one. Jadi antara dealer dengan petaruh “head to head” dalam satu meja. Biasanya model seperti ini “by request”.

Itu maka tak jarang seorang taipan Indonesia mengalami akumulasi kekalahan mencapai triliunan rupiah. Dalam beberapa waktu tertentu.

Bertaruh dengan bettingan 500 sampai 1 juta dolar Singapura di meja khusus.
Durasi per bettingan pun paling lama 10 menit sekali putaran. Gambler hanya seorang. Lain tadi bila pemain rame. Bisa makan waktu sekitar 20 menit untuk satu putaran.

Pemain dengan tipe ini, ribuan “member” dari Indonesia.
Dengan komposisi pasangan seperti itu, kata Wong, diasumsikan pemasukan Kasino bisa mencapai 10 juta dolar Singapura setiap hari.

Kondisi yang terjadi selama empat tahun pertama. Sekarang atau mulai tahun kelima mulai menurun.

Taruhan di semua meja kasino tidak berupa uang (kertas) kontan.
Semua dengan chip khusus,
uang milik “negeri” kasino itu. Tentu setelah ditukar dulu dengan uang dolar Singapura. Ada dengan nilai SGD 100, SGD 20 ribu dan SGD 100 ribu per chip.

Sementara di mesin Jackpot atau mesin judi elektronik bisa dengan uang kontan Dolar Singapura.

Uang lembaran Dolar Singapura tinggal dicucuk ke lobang kecil di mesin judi. Lalu siap dimainkan.

Bagaimana kisah pengusaha airline yang jatuh miskin itu? Ikuti laporan seterusnya (bersambung…)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Mencurigakan, Mendadak Muncul Tawaran Setrum Antipadam

Berita Selanjutnya

Bright PLN Batam Meraih Penghargaan Di Tengah Sengsara Pelanggan

Berita Selanjutnya
Bright PLN Batam Meraih Penghargaan Di Tengah Sengsara Pelanggan

Bright PLN Batam Meraih Penghargaan Di Tengah Sengsara Pelanggan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com