Ini Sudut Pandang Gabriel Sianturi Anggota DPRD Kota Batam Terhadap Citra Politik Bagi Anak Muda - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ini Sudut Pandang Gabriel Sianturi Anggota DPRD Kota Batam Terhadap Citra Politik Bagi Anak Muda

by BATAM NOW
13/Nov/2024 16:45
Gabriel Sianturi Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Batam, PAW Nuryanto

Anggota DPRD Kota Batam periode 2024-2029, Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi. (F: Dok. Pribadi untuk BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi, B.Com., S.H, kader muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) duduk di kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam periode 2024-2029.

Dilantik pada Senin (11/11/2024) melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Gabriel menggantikan posisi anggota DPRD Batam 2024-2029, Nuryanto (PDIP). Mantan Ketua DPRD Batam periode 2019-2024 itu harus mengundurkan diri dari kursi legislatif karena maju sebagai calon wali kota Batam.

Gabriel yang memperistrikan Risty Merisa dengan satu anak Celyn Sianturi, meraih 2.916 suara, nomor dua terbanyak setelah Nuryanto dari dapil Bengkong-Batu Ampar.

Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi yang dilantik menjadi PAW anggota DPRD Kota Batam, berfoto bersama ayah, ibu dan istrinya di Gedung DPRD Batam, Senin (11/11/2024). (F: BatamNow)

Ia merupakan alumnus program D3 di Murdoch University di Australia, dengan gelar Bachelor of Commerce (Sarjana Perdagangan).

Masa SMA, Gabriel mengenyam pendidikan di Clementi Woods Secondary School Singapore.

Sebelum pria muda kelahiran Jakarta pada 1993 ini menjadi politisi dan setelah dirinya menyelesaikan pendidikan D3 di Murdoch University di Australia, ia memulai kariernya sebagai seorang pengusaha dan bergabung dalam organisasi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) sejak tahun 2014.

Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi. (F: Instagram)

Kedua orangtua Gabriel adalah politisi PDIP yang telah dikenal dan dengan karier politik sukses di Batam hingga Kepulauan Riau.

Sang ibu, Ganda Tiur, pernah duduk menjadi anggota DPRD Batam periode 2014-2019.

Sementara ayahnya, Sahat Sianturi, S.H, M.H, telah dua periode menjadi anggota DPRD Batam, yakni periode 2000-2005 dan periode 2025-2009.

Lalu melenggang ke Pileg Provinsi Kepri, Sahat Santuri terpilih 3 periode menjadi anggota DPRD Kepulauan Riau periode 2014-2019, 2019-2024 dan kini 2024-2029.

Wartawan BatamNow.com Hamansyah Rangkuti, S.H, berupaya mengajak bincang-bincang santai politisi muda “Banteng” ini di salah satu kedai kopi yang ‘merakyat’ pada Selasa (12/11/2024).

Hasil bincang santai dimuat dengan gaya tanya jawab di bawah ini:

T: Apa yang mendorong Anda untuk maju berjuang menjadi Anggota DPRD Kota Batam. Apakah dorongan dari bapak dan ibu yang sudah duluan menjadi anggota legislatif daerah?

J: Tidak ada dorongan spesifik dari kedua orangtua untuk karier politik saya.

T: Bisa dijelaskan lebih detail nurani politik yang mendorong Anda?

J: Pada tahun 2019 kala ibu (Ganda Tiur) tidak maju lagi untuk menjadi Anggota DPRD Kota Batam, meski sempat disinggung untuk mencoba berlaga di Pileg menggantikannya.

Namun, saat itu saya belum siap untuk terjun ke dunia politik.

Jadi nggak ada dorongan khusus dari orangtua. Saat itu ibu sempat memberi dukungan kepada saya untuk mencoba menggantikan beliau di 2019, tapi saya sampaikan di situ saya belum siap. Kalau bicara dukungan itu ada, keterpaksaan tidak ada.

T: Dari sudut pandang Anda, ‘kan politik memiliki citra yang buruk di mata anak muda dan Anda ingin menjadi salah satu contoh politisi yang menjalankan amanah dengan baik tidak seperti persepsi kebanyakan anak itu, bisa Anda jelaskan?

J: Yang saya maksud citra buruk politik di mata anak muda sekarang adalah politik penuh dengan kebencian, penuh dengan saling menjatuhkan, jadi kalau mau mendapatkan sesuatu kekuasaan itu ya kita harus bermain kasar, bermain jelek, jadi itu yang harus dilihat dan dipahami terkait apa yang saya maksud terhadap citra buruk di tengah-tengah anak muda.

T: Terus yang diinginkan para anak muda sekarang bagaimana?

J: Anak muda sekarang ‘kan lebih senang melihat sesuatu hal yang sifatnya pasti. Yang kedua, mereka lebih senang melihat sesuatu hal yang kalau bisa berada dalam satu koridor yang sama-sama menjunjung suatu program terhadap kebaikan bersama.

T: Apa yang akan Anda mulai lakukan?

J: Saya ingin mencoba menciptakan bahwa perpolitikan itu ada ruang besar untuk anak muda yang ingin berkarya di dalam dunia perpolitikan, yang ingin berkarya di mana ruang politik itu, yang sehat, yang ramah.

T: Dalam pentas politik yang Anda jalani sekarang, Anda kan berada dalam satu sistem politik partai, dan hanya bagian dari sistem yang besar itu, bisa Anda jelaskan?

J: Terkait mengenai sistem, ada atasan, itu ‘kan kita berbicara struktur. Kalau bicara struktur ini, ‘kan dalam bekerja juga ada struktur dan harus kita loyal dan hormati, tapi jalan untuk jenjang karier itu ‘kan kita bisa berbicara secara baik ya tidak perlu harus menjatuhkan seseorang. Itu yang saya harapkan, apalagi di tahun terakhir ini kita melihat politik itu selalu di identitas, ini ‘kan tak baik.

Jadi hal ini yang saya coba contohkan bahwa politik itu ya milik semua, ya publik figur, atau pun baik calon-calon legislatif, legislator, bapak dan ibu yang sedang berkontestasi dalam Pilkada nanti. Itu mereka semua milik semua kaum, dan sebaliknya ketika mereka memimpin nanti mereka juga bisa mengayomi semua kaum. Itu yang saya maksud di mana selama ini citra politik yang kurang baik di tengah-tengah anak muda sekarang.

T: Bukankah posisi karier Anda sedang moncer di dunia kewirausahaan, mengapa mengejar masuk legislatif?

J: Yang mendorong saya untuk masuk ke politik, bukan ke politiknya secara khusus. Saya lebih senang melihat fungsi dari legislator tentang pengawasannya dalam kendali budgeting.

Contoh seperti ini, saya melihat banyak sekali kejadian di mana anggaran itu ada, namun anggaran itu tidak dimanfaatkan secara optimal dan maksimal.

T: Di bidang mana kurang optimal dan maksimal?

J: Permasalahan pelik perihal kurangnya tenang kerja di bidang welder. Contoh, pelatihan. Hal yang saya pahami, kita ‘kan selalu ada mengganggarkan terkait pelatihan. Tapi dalam perjalanannya saya melihat bahwa pelatihan-pelatihan itu tidak berkembang. Kenapa saya berani mengatakan tidak berkembang? Kita melihat di pemberitaan,—-saya tidak tahu benar atau tidaknya hanya saya baca di berita, bahwa Batam kekurangan welder.

Jadi saya melihat ada ketidakoptimalan terhadap anggaran pelatihan sehingga terjadi kekurangan welder dengan angka kekurangan itu cukup besar di Kota Batam yang terkenal dengan kota industri yang banyak shipyard.

Sebenarnya dengan dana alokasi untuk pelatihan ini, apa yang dilatih kok kita bisa kekurangan welder? Kira-kira kan ada ketidakoptimalan dan pemaksimalan terhadap anggaran pelatihan ini.

Optimal menurut saya di sini adalah bagaimana bisa mengoptimalkan dana yang ada dan output-nya tercapai. Output dari pelatihan ini adalah bagaimana SDM setelah terlatih, setelah mendapatkan sertifikasi, bisa terserap di dunia pekerjaan.

T: Bagaimana korelasi ketidaksinkronan antara pelatihan dengan kekosongan welder tersebut?

J: Kalau kita sudah melatih sumber daya manusianya tapi masih ada kekurangan kekosongan dalam penyerapan naker berarti ‘kan ada yang tidak sinkron ini. Nah apa sebenarnya yang salah di sini. Saya tidak berbicara si anu salah, si ini, tidak. Saya mencoba mempertanyakan apa yang salah dalam sistem perancang ini.

Apakah OPD (Organisasi Perangkat Daerah)-nya jalan masing-masing atau seperti apa?

Harusnya ‘kan dalam satu pemerintah itu bisa saling berkomunikasi, jadi ini yang menarik perhatian saya, seperti itu. (*)

Berita Sebelumnya

Pemegang Saham Setujui Dua Agenda RUPS LB BRK Syariah

Berita Selanjutnya

Bejibun Kasus di Pengelolaan Pertanahan di BP Batam, Posisi Direkturnya Tidak Dievaluasi?

Berita Selanjutnya
Mengisi Jabatan Syahril Japarin

Bejibun Kasus di Pengelolaan Pertanahan di BP Batam, Posisi Direkturnya Tidak Dievaluasi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com