BatamNow.com – Satu dari 3 ponton tempat bersandar feri penumpang internasional di Pelabuhan Batam Center, masih terkulai di-“borgol” oleh pihak pengelola lama PT Synergy Tharada (ST) sejak 2 Agustus lalu.
Bocoran yang didapat media ini, PT Metro Nusantara Bahari (MNB) selaku pengelola baru, KSO, pelabuhan itu, ‘merengek’ mendatangi pejabat teras BP Batam, meminta ketegasan agar ponton itu bisa difungsikan.
Namun hingga kini, tambah sumber, BP Batam, tampaknya keder alias tak berani membuka rantai yang membelit ponton yang dipasang pihak PT Synergy Tharada, pengelola lama.
“Orang Metro (MNB) kembali menjumpai deputi, udah seminggu juga kan, janji yang pernah diucapkan para pejabat itu, untuk membuka ponton itu,” kata sumber BatamNow.com, di lantai 3 gedung “elang emas” itu.

Ia katakan, PT MNB mendatangi kantor BP Batam, mengingat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah di depan mata, sebagai masa peak season penumpang dari Singapura dan Malaysia.
Di mana pada peak season itu, adanya sejumlah operator kapal yang ingin ada extra trip ke Pelabuhan Batam Center.
Tapi alih-alih mau buat extra trip, malah bakal dialihkan ke Pelabuhan Internasional Sekupang, sebut sumber itu.
“Operator kapal ada yang mau extra trip pada peak season Nataru ini, tapi karena keterbatasan di pelabuhan itu yang hanya ada dua ponton, infonya kalau ada extra trip akan dialihkan ke Pelabuhan Internasional Sekupang,” ucapnya.
Menurutnya, kalau kapal extra trip dialihkan ke Pelabuhan Internasional Sekupang, maka ada pihak yang dirugikan.
“Kalau kapal extra trip dialihkan, ada yang rugi dong. Contohnya lah, emang ada yang mau ngontrak rumah tapi garasi rumahnya nggak boleh dipakai, yang ngontrak rugi dong,” kata sumber.

Menurut Direktur Badan Usaha (BU) Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, apabila ada pengalihan extra trip ke Pelabuhan Internasional Sekupang, tidak perlu khawatir karena masih ada pelabuhan lain yang menjadi alternatif.
Ia juga mengatakan tak ada kendala di Pelabuhan Batam Center atas “terborgol”-nya satu dari tiga ponton di sana.
Tapi kemudian, sebagaimana bocoran yang didapat media ini, pihak pengelola mulai mengeluh meminta ponton yang bermasalah dibuka untuk mengantisipasi masa liburan Nataru dengan arus penumpang yang biasanya membeludak.
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, ponton itu dibangun oleh PT Synergy Tharada pada tahun 2015 atas persetujuan BP Batam, dan di luar investasi sebagaimana diatur dalam perjanjian.
Kronologi penambahan ponton itu, dulunya, untuk mengatasi penumpukan antrean feri terutama pada hari-hari besar di mana trip kapal ditambah karena jumlah penumpang melonjak.
Selain masalah ponton PT ST, masih ada yang belum terselesaikan, yaitu kompensasi untuk penunjang fasilitas Pelabuhan Batam Center, seperti penambahan (renovasi) ruang tunggu, rambu lalu lintas laut, serta kapal patroli. (A)

