BatamNow.com – Senin (11/11/2024) kemarin, berkardus-kardus barang bawaan penumpang diduga berisi barang bekas dari Singapura, lolos begitu saja dari pos pemeriksaan petugas Bea dan Cukai di Pelabuhan Batam Center.
Lalu pada Rabu (13/11), tim BC dari kantor BC Batu Ampar, dikabarkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Batam Center.
Belum diketahui hasil dari sidak itu, karena Humas BC Batam belum merespons konfirmasi BatamNow.com.
@batamnow Pelabuhan Feri Batam Center, bertaraf internasional sebagai entry point wisatawan asing, patut diduga juga menjadi salah pintu ‘penyeludupan’ barang bekas dari Singapura. Menurut narasumber terpercaya BatamNow.com, sejumlah koper dan tas besar diduga berisi barang bekas yang sejatinya dilarang diimpor, malah berhasil ‘diseludupkan’ pada Senin (11/11/2024) kemarin. Sekira pukul 19.00 WIB, dengan menggunakan feri BatamFast, tumpukan koper dan tas diduga berisi barang bekas mencapai 4 gerobak troli diangkut keluar dari Pelabuhan Batam Center. “Pada saat porter mengangkat barang-barang itu terdengar seperti barang-barang pecah belah yaa, barang-barang rumah tangga lah, dan baju-baju lah kayaknya,” ujar sumber BatamNow.com. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #bcbatam #fyp ♬ Suspense, horror, piano and music box – takaya
Kerapnya kabar pos pemeriksaan BC pelabuhan kebobolan mengingatkan peritiwa yang dialami Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal wisatawan Warga Negara India pada Juli lalu yang tas berisi paspor, dolar dan barang lainnya dicuri seorang penumpang.
Hasil deteksi CCTV pelabuhan, kemudian, menunjukkan terduga pelaku itu wanita berinisial DSM, dengan nomor paspor C7919xxx.
Wanita itu bebas melenggang membawa koper dan tas yang dimalingnya tanpa lewat pemeriksaan mesin x-ray BC Batam.
Jadi pertanyaan, apakah DSM bagian dari sindikat para penjahat yang mungkin berseliweran di feri dan pelabuhan?
@batamnow Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal wisatawan Warga Negara India, bernasib apes lalu ”menjerit” setelah dimaling di atas feri penumpang yang ditumpanginya. Kejadian yang sangat mengecewakan turis asing itu, terjadi pada Senin (08/07/2024) dalam pelayaran feri internasional rute Johor Bahru, Malaysia-Batam. Satu tas milik Mohammed lesap digondol pencopet. Tas itu berisikan satu unit laptop senilai RM 3.500 atau setara ±Rp 12 juta, handphone senilai RM 500 (Rp 1,7 jutaan), uang tunai 2.500 RM (Rp 8,6 jutaan), dan paspor dengan nomor V1873712. Hal yang tambah menyakitkannya, setiba di pelabuhan Batam, Mohammed belum sempat membuat laporan ke aparat yang berwenang di otoritas pelabuhan, pihak Imigrasi Batam mendeportasinya kembali ke Malaysia, pada besoknya, Selasa (09/07/2024) pagi sekitar pukul 06.00. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Suspense, horror, piano and music box – takaya
Lain lagi pengiriman PMI nonprosedural hingga kini diduga masih berlangsung dari pelabuhan itu dengan berbagai modus. Padahal Menkopolhukam Mahfud Md, era pemerintahan Presiden Jokowi, sudah pernah melakukan sidak di pelabuhan itu.
Mahfud kepada wartawan ketika itu, membenarkan pengiriman PMI nonprosedural itu dibeking para oknum aparat dengan pangkat tinggi.
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Batam, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal sempat dilaporkan Wakil Kepala BIN Daerah (Wakabinda) Kepulauan Riau (Kepri) Bambang Panji Prianggodo ke Mapolda Kepri. Romo Paschal menduga Bambang membekingki pengiriman PMI ilegal dari Batam Center.
Mengikuti perbincangan di tengah masyarakat, bicara pengiriman PMI nonprosedural lewat pintu pelabuhan resmi, tersebutlah Pelabuhan Internasional Batam Center.
Lebih riuh lagi kegiatan gelap perjokian IMEI, hingga sekarang.
Hampir setiap hari, jaringan mafia IMEI berkelompok di pelabuhan itu mengerahkan “kloter” joki IMEI yang akan diberangkatkan ke Singapura.
Kadang di lantai 1 dan 2 pintu check in keberangkatan, mereka terkadang mengganggu suasana kenyamaan di pelabuhan.
Para calo joki dengan berani norak di pelabuhan diduga dibekingi oknum aparat berpangkat tinggi yang punya kepentingan, sebagaimana rilis Mahfud.
Hingga sekarang perjokian terlihat masih berjalan mulus, dan diduga semakin marak yang meregistrasi IMEI perangkat iPhone 16 pun.
Masih terkait Pelabuhan Batam Center, ada lagi heboh masalah ponton yang disegel oleh pihak PT Synergy Tharada karena belum ada penyelesaian dari BP Batam terhadap hak-hak pengelola lama itu.
Hingga sekarang salah satu dari tiga ponton di sana tak dapat difungsikan PT Metro Bahari Nusantara sebagai pengelola baru KSO pelabuhan penumpang itu.

Didapat bocoran, pihak PT MNB sudah sampai mengiba ke BP Batam agar ponton itu bisa difungsikan apalagi mendekati Hari Natal dan Tahun Baru bulan Desember ini.
Pihak PT MNB disebut keberatan jika extra trip feri dari Singapura pada peak season di Nataru dialihkan ke pelabuhan lain yang berpotensi merugikan mereka.
Namun BP Batam, disebut-sebut belum bisa memenuhi permintaan pihak PT MNB. BP Batam diduga keder menghadapi PT ST, entah mengapa?
Ada juga kabar pendangkalan alur perairan dan kolam ponton Pelabuhan Batam Center. Sedimentasi di sana, disebut sudah terjadi sejak lama.
Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda akan dilakukan pengerukan.
Para kapten feri, disebut juga, kerap mengeluh dan khawatir jika saat air laut surut.
Selain permasalahan di atas, pantauan wartawan media ini belum ada perubahan signifikan di pelabuhan setelah PT Metro Nusantara Bahari sebagai pengelola baru.
Pelataran parkir sampai ke belakang gedung terminal masih tampak kumuh, tidak menampilkan tata estetika standar pelabuhan internasional.
Pihak PT MNB pengelola baru pelabuhan hasil KSO dengan BP Batam sejak 1 Agustus 2024 itu, belum menjawab konfirmasi BatamNow.com.
Ponton bermasalah, dugaan pintu keluar-masuk PMI nonprosedural, pintu perjokian registrasi IMEI, penyeludupan barang, pendangkalan alur perairan dan kolam ponton, antara lain, potret buruk Pelabuhan Internasional Batam Center hingga kini.
Lalu apa kabar dari Komite Keamanan Pelabuhan atau Port Security Committee (PSC) yang bertangung jawab atas keamanan kapal dan ketertiban fasilitas pelabuhan sesuai ketentuan internasional?
Sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun 2021 tentang manajemen keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan bahwa PSC ditetapkan pemerintah sebagai pelaksana keamanan dan ketertiban di setiap pelabuhan resmi.
PSC adalah wadah yang terdiri dari seluruh pihak terkait di pelabuhan yang terlibat dalam penanganan keamanan pelabuhan.
Perwira Keamanan Pelabuhan/ Port Security Officer (PSO) adalah pejabat struktural satu tingkat di bawah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, atau Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, yang bidang tugas dan fungsinya terkait dengan penetapan Koda Internasional Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan (International Ship and Port Facility Security Code).
Apalagi pelabuhan itu dengan jaminan ISPS Code-nya. (A)

