BatamNow.com – Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BP Batam, hingga kini tak kunjung selesai meski sudah dikerjakan sejak 7 tahun lalu.
Dimulai tahun 2017, proyek ini didanai pinjaman (loan) luar negeri dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Selatan sebesar USD 50 juta atau setara Rp 750 miliar jika kurs rata-rata Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat.
Awalnya, proyek ini dijanjikan selesai tahun 2020, namun molor terus hingga addendum ke addendum yang entah sampai kapan.
BP Batam sempat mengimingi lagi selesai tahun 2024 ini, tapi entah mengapa dijanjikan lagi selesai tahun 2025.
“Namun banyak yang memprediksi janji itu akan tinggal janji karena, apalagi tak ada sanksi apapun jika proyek itu mejadi proyek gonta-ganti janji,” kata Alfian Sutrisno SE, pemerhati insfrastruktur perkotaan ini.

Di tengah janji dan saat proyek belum beroperasi, pun sudah terjadi “gonta-ganti” pipa induk yang sudah mampet tersumbat lumpur dan dalam kondisi keropos.
Seperti contoh, pipa induk di seputaran traffic light Kepri Mall, percis jalur lambat belok ke kiri dari arah Sukajadi ke arah Batam Center
Hal ihwal diketahui wartawan BatamNow.com manakala melihat ada pengerjaan penggantian pipa besi di sana pada minggu lalu.
Menurut pengawas dan pelaksana proyek (Pimpro) di “TKP”, mereka sedang mengerjakan penggantian pipa induk yang mampet dikarenakan kemasukan lumpur, hingga kemiringan pipa yang tak sesuai dengan tekstur jalan.
“Pipanya tersumbat ini, ada juga pipa lepas jadinya dibongkar lagi, ganti pipa sama bersih-bersih pipa yang sumbat aja, kalau kemiringan nya ngk dapat jadi tersumbat dia, karna kan dorongan dari air aja nya,” ucap Pimpro yang tak mau namanya disebut.
Dikatakan pengerjaan itu sudah berjalan hampir lebih dari dua bulan dan mereka belum bisa targetkan kapan selesainya.
“Pengerjaan udah hampir jalan dua bulan, dan tidak bisa ditargetkan, sampai selesai lah, kerjaan kayak gini nggak bisa diprediksi bang, karena ini kan tanah lumpur,” jelasnya.
Menurutnya, waktu pemasangan pipa pertama kalinya, tidak memperhatikan kemiringan jalan di mana pipa IPAL yang lebih dulu terpasang daripada peningkatan pembangunan jalan.
Akibatnya bentangan pipa yang dipasang pun menjadi mendatar.
Air serta lumpur masuk ke dalam manhole dan terjadilah penyumbatan, hingga harus mengganti pipa yang sudah keropos.
“Waktu pertama dipasang kemiringannya kurang lah, seharusnya turun ke sana, jadi yang mereka pasang agak datar jadi air serta lumpur yang masuk dari manhole ini mampet, dulu kalau nggak salah ini subcon-nya PT Mas,” ujarnya.
Masih menurut pelaksana itu, proses pengerukan lumpur yang ada di dalam pipa itu tidak bisa menggunakan alat penyedot yang berupa seperti vakum.
“Tidak bisa pakai alat penyedot, karena selain lumpur ada juga batu-batu kecil, kalau lumpur kecil-kecil masih bisa pakai vakum, kalau sudah ada batunya nggak bisa disedot lagi, jadi ngeruknya harus manual, seperti gali sumur lah,” jelasnya.
Adapun jenis atau spesifkasi pipa yang diganti itu ada berukuran 2 macam, antara lain pipa induk berukuran 300 inchi dan pipa 6 inchi.
Ada 4 batang pipa yang diganti dalam proses pembersihan itu dengan total panjang 24 meter.
“Pipa yang diganti 4 batang total keseluruhan 24 meter gara-gara tersumbat pipanya jadi berkarat hingga jadi keropos,” ucapnya.
Menurutnya pengerjaan itu sedang dikebut, karena mengejar akhir tahun 2025, dimana jaringan pipa IPAL harus siap untuk dioperasikan.
“Pekerjaan ini diburu, dalam setahun ini harus ready lah, sekarang udah ada yang masuk ke rumah-rumah tuh. Kalau awal tahun nggak terkejar, setahun lagi lah, awal 2026 lah mungkin bisa beroperasi,” jelasnya.
Pipa yang dibongkar-pasang itu berjarak sekitar 100 meter dari stasiun pompa sistem dari house connection IPAL yang ada di sekitar itu.
IPAL Batam yang berpotensi legacy buruk Kepala BP Batam Muhammad Rudi, memiliki stasiun pompa yang berfungsi mendorong aliran sedot dan hanya air limbah dari rumah ke instalasi penampungan dan pengolahan di Bengkong Sadai, Batam.
BatamNow.com coba konfirmasi terkait hal di atas kepada General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana.
“Baik nnti sy koordinasikan dg Humas,” kata Iyus yang juga adalah penanggung jawab proyek IPAL BP Batam. (A/red)


Comments 1