BatamNow.com – Kepala BP Batam Muhammad Rudi meninjau progres dan kesiapan penyelesaian sejumlah proyek penting pada Minggu pagi (24/11/2024), usai masa cuti di luar tanggungan negara berakhir per 23 November 2024.
Dikutip dari publikasi Biro Humas BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan seluruh proyek ditargetkan selesai pada penghujung Desember 2024.
Adapun proyek yang ditinjau pada hari libur kerja (minggu) nasional, yakni Bundaran Punggur, VVIP Bandara Hang Nadim dan Flyover Lela Bahari.
Namun masyarakat juga meminta Muhammad Rudi untuk segera meninjau dan menuntaskan proyek-proyek bermasalah di BP Batam yang dikhawatirkan menjadi legacy buruk baginya setelah berakhir jabatannya sebagai Kepala BP Batam ex-officio dalam waktu dekat. (baca komentarnya di bawah)
Proyek yang masih bermasalah itu, antara lain:
1. Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tak Kunjung Rampung Sudah 7 Tahun
Proyek IPAL didanai pinjaman lunak luar negeri dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Selatan sebesar USD 50 juta atau setara Rp 750 miliar jika kurs rata-rata Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat.
Pengerjaan proyek dimulai sejak tahun 2017 oleh kontraktor PT Hansol yang juga dari Korea Selatan.
Pengerjaan proyek ini sudah mengalami beberapa kali addendum, namun hingga sekarang tak kunjung tersambung akses ke 11.000 sambungan rumah ditargetkan di Batam.
Meski belum beroperasi, namun proyek ini sudah mengalami perbaikan.
Pipa Induk di seputaran traffic light Kepri Mall, persis jalan belok ke kiri dari Sukajadi ke arah Batam Center. (baca berita BatamNow.com “Proyek IPAL BP Batam Tak Kunjung Beroperasi, Sudah Ada Pipa Induk Mampet dan Keropos“)
Menurut pengawas dan pelaksana di lapangan, pekerjaan penggantian pipa itu sudah berjalan lebih dari dua bulan.
Dan, menurutnya, proyek IPAL itu baru bisa beroperasi di akhir tahun 2025 nanti. Kalau tidak, bisa molor ke awal tahun 2026. Alamak!
General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana tak menjelaskan konrek ketika dikonfimasi BatamNow.com.
“Baik nnti sy koordinasikan dg Humas,” kata Iyus yang juga penanggung jawab proyek IPAL BP Batam.
Itus lewat siaran pers di-publish Biro Humas BP Batam, pernah juga menjanjikan dan MEMASTIKAN proyek ini selesai tahun 2024, namun faktanya sangat meleset seperti terjadi pembohongan publik.
Kosa kata ”pasti” dalam KBBI adalah tidak boleh tidak. Ternyata masih molor dan dinilai bohong.
2. Dermaga Selatan Pelabuhan Batu Ampar Ambruk Lagi
Bagian dari Dermaga Selatan Pelabuhan Batu Ampar, Batam, kini ambruk lagi.
Panjang beton dermaga yang ambruk itu sekitar 40 meter dari ±600 meter panjang Dermaga Selatan.
Kondisi buruk ini setelah sekitar 5 tahun lalu mengalami hal yang sama, beton dermaga amblas sekitar 40 meter juga.
Perbaikannya, kala itu, pada Oktober 2020 oleh PT Kharisma Multi Jaya, perusahaan dari Jawa Timur. Anggaranya mencapai Rp 21 miliar.
Namun kini ambruk lagi dan belum diketahui musababnya. Apalagi BP Batam seperti “membungkus” masalah ini.
Konfirmasi BatamNow.com, tak direspons Direktur BU Pelabuhan, Dendy Gustinandar dan Kabiro Humas BP Batam
Parahnya kondisi itu terbiarkan juga dengan waktu lama tanpa perbaikan yang cepat di tengah aktivitas pelabuhan dengan crane manual atau konvensionalnya di dermaga itu yang berpotensi pada dwelling time.
@batamnow Dermaga Selatan Pelabuhan Kargo Batu Ampar, kembali mengalami kondisi buruk karena ambruknya beton bagian pelabuhan itu. Persis di dekat siku Dermaga Timur tak jauh dari gerbang pintu masuk ke pelabuhan, terlihat beton dermaga pada kondisi amblas. Masuk dari pintu gerbang utama auto gate system yang dibangga-banggakan BP Batam itu, dan belok ke kiri, terlihat jelas di posisi kanan bangunan dermaga terbiarkan amblas menganga. Panjang beton dermaga yang ambruk itu di posisi sekitar 40 meter dari ±600 meter panjang Dermaga Selatan. Kondisi buruk ini, setelah sekitar 5 tahun lalu mengalami hal yang sama. Kala itu beton dermaga amblas sekitar 40 meter. Fakta yang terbiarkan, yang sampai mengganggu kelancaran aktivitas bongkar muat kargo lalu berpotensi memperlambat dwelling time. “Tentu akan mengurangi PNBP BP Batam karena sudah lama ambruk dan terbiarkan, ya pasti tak bisa digunakan untuk aktivitas bongkar muat,” kata seorang petugas di pelabuhan itu. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypシ #bpbatam ♬ Suspenseful and tense orchestra(1318015) – SoLaTiDo
3. Krisis SPAM
Pelayanan publik atas penyediaan air minum (bukan air bersih) oleh Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam salah satu sasaran strategis arah kebijakan BP Batam.
Namun pelayanan SPAM dinilai justru yang terburuk dari 5 badan/ unit usaha layanan publik yang dijalankan BP Batam, selama beberapa tahun.
Layanan buruk kala warga pelanggan SPAM BP Batam, dengan jumlah masif menjerit seperti dalam kondisi dehidrasi karena sulitnya mendapatkan tetesan aliran air minum perpipaan di keran tempat tinggal dan tempat usaha warga.
Kondisi itu dialami selama bertahun oleh, —paling tidak, sekitar puluhan ribu pelanggan air minum, yang tersebar di Batam.
Teranyar demo damai dari ribuan warga perumahan Putra Jaya yang sudah bertahun-tahun mengalami krisis air minum perpipaan ini.
Lewat mitra operasionalnya, PT Air Batam Hilir (ABH), telah memasang booster stasiun pompa di kawasan itu sebagai solusi darurat.
Namun hingga kini aliran air minum ke warga masih bermasalah karena tak dapat lancar diakses sebagaimana dijamin negara lewat perundang-undangan. Keluhan demi keluhan masih tetap menggaung, paling tidak, lewat medsos.
BP Batam dinilai tak mumpuni sebagai penyelenggara SPAM untuk mengelola penyediaan dan pelayanan air minum sebagai hajat hidup vital manusia, sehingga tak jarang menjadi sasaran makian dengan narasi sumpah serapah dari sejumlah pelanggan yang merasa dikecewakan.
Berkali aksi demo dilakukan warga pelanggan dari berbagai kawasan yang mengalami buruknya layanan SPAM BP Batam, selama ini.
Salah satu contoh aksi demo dari ribuan pelanggan SPAM BP Batam dari warga Perumahan Putra Jaya Residence, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Rabu (18/09/2024).
Para pengunjuk rasa pun sampai menuding Wali Kota ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi SE MM, sebagai pembohong.
@batamnow Diperkirakan sekitar 5.000 warga Perumahan Putra Jaya dari semua cluster, Rabu (18/09/2024) pagi ini, melakukan aksi unjuk rasa (demo) lagi ke kantor BP Batam. Dalam spanduk pernyataan warga, dijelaskan demo ini karena mereka sudah tidak tahan karena janji BP Batam terkait kelancaran air SPAM yang belum terealisasi ke Putra Jaya Residence. “Ya tujuan demo ke kantor BP Batam,” kata beberapa peserta demo di lokasi. Perwakilan warga menegaskan bahwa aksi mereka ini adalah aksi damai. “Kami hanya butuh air, hidup Putra Jaya!” teriak warga. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral #jokowidodopresidenkita #jokowidodo #spambatam #spambpbatam ♬ Powerful songs like action movie music – Tansa
4. Ponton Pelabuhan di Batam Center Diborgol
Satu dari tiga ponton di Pelabuhan Internsional Batam Center masih digembok dan dirantai pihak PT Synergy Tharada sebagai pengelola lama.
Hingga sekarang penyelesaian permasalahan ponton itu tak kunjung dapat dituntaskan Ditektur BU Pelabuhan, Dendi Gustinandar meski sudah ada perintah bongkar dari Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, baru-baru ini.
Pihak pengelola baru, yakni PT Metro Nusantara Bahari (MNB) sudah ‘merengek’ ke BP Batam agar dapat membuka “borgol” ponton untuk dapat difungsikan terkhusus pada masa peak season Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember-Januari mendatang.
Namun hingga kini ponton yang “diborgol” pihak PT ST masih terkulai dan seperti tak mampu diselesaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menjelang akhir masa jabatannya.
“Untuk itulah mengapa kami minta Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi seyogianya tidak hanya meninjau proyek jalan lebar, bundaran, flyover, tapi tengoklah proyek vital lainnya yang masih bermasalah, itu baru adil,” kata Rhamdani Rahmad SE, pemerhati perindungan konsumen ini.
Begitu juga sejumlah warga yang dihimpun BatamNow.com tentang pendapatnya.
Mereka meminta konsistensi dari Muhammad Rudi untuk segera menuntaskan masalah yang diderita warga pada Desember ini, sama dengan penuntasan pengerjaan jalan dan beberapa bundaran serta flyover yang dikerjakan di Batam.
Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, juga sependapat dengan warga Batam lainnya.
“Kepala BP Batam Muhammad Rudi harus konsitenlah menuntaskan proyek IPAL, pelabuhan dan SPAM, bisa nggak dikebut penyelesaiannya pada Desember ini,” ucapnya seolah menyindir. (A/red)

