BatamNow.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji penyelesaian pengerjaan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Riau, yang kelar dikerjakan dalam 4 tahun.
Menurutnya, semua pihak benar-benar bekerja bergerak sehingga proyek selesai tepat waktu.
Pujian dilontarkannya saat meresmikan proyek IPAL tersebut pada Jumat (31/05/2024) di Bambu Kuning, Kota Pekanbaru.
“Kerja mestinya seperti ini, semuanya bergerak sehingga apa yang kita inginkan bisa selesai,” kata Jokowi, dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

IPAL adalah jaringan instalasi pengelolaan air limbah domestik (tinja, buang air dari dapur rumah tangga dan cucian) yang diolah kembali menjadi air baku yang dikembalikan ke waduk dan ampasnya menjadi pupuk organik.
Proyek IPAL di Pekanbaru ini dikerjakan sejak tahun 2020, tersambung ke 11.000 sambungan rumah. Dikerjakan dan dibiayai Rp 902 miliar dari ADB (Asian Development Bank) dan juga dari APBN serta APBD.
Proyek IPAL BP Batam Apa Kabar?
Sementara itu proyek IPAL di BP Batam, sudah 7 tahun tak kunjung selesai dikerjakan.
Dimulai tahun 2017. Dananya bersumber dari pinjaman luar negeri, yakni dari Economic Debelopment Coorperation Fund (EDCF) Korea Selatan sebesar USD 50 juta atau setara Rp 750 miliar jika kurs rata rata Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat.
Sudah 7 tahun proyek yang dibanggakan BP Batam ini tak kunjung selesai. “Proyek BP Batam ini sepertinya terseok-seok, dan dipertanyakan karena sudah 7 tahun tak kunjung selesai,” kata Sarfin Arief SSos, pemerhati perkotaan.
Proyek IPAL Batam didesain untuk 11.000 sambungan rumah (SR) yang hampir sama kapasitasnya dengan yang di Pekanbaru.
Namun kini ramai dipertanyakan masyarakat karena instalasi sambungan ke rumah tak kunjung terealisasi.
Awalnya sejak dikerjakan tahun 2017, dijanjikan selesai tahun 2020. Molor, diaddendum. Lagi molor, diadendum lagi entah yang keberapa kali dan sempat diimingi selesai tahun 2024.
Dalam publikasi terbaru, BP Batam menjanjikan lagi proyek selesai dan bisa uji comissioning pada tahun 2025.
General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan BU Fasling BP Batam, Iyus Rusmana tak merespons konfirmasi BatamNow.com yang dikirmkan lewat WhatsApp pada Jumat(01/04/2024).
Ia yang juga penanggung jawab proyek ini, ditanya terkait belum tuntasnya pengerjaan instalasi sebayak 11.000 sambungan rumah oleh kontraktor Hansol dari Korea Selatan, sementara di Pakanbaru dan di Sulawesi sudah diresmikan Jokowi.
Beberapa poin pertanyaan yang tak dijawab, antara lain;
- Apakah pemerintah pusat masih mengakomodir dana dari Rupiah Murni Pendamping (RMP) untuk Proyek IPAL dan benarkah dialihkan ke anggaran PNBP?
- Sebab data yang diperoleh media ini, pada 2023 BP Batam hanya merealisasikan Rp 7,36 miliar Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) dari Pagu Rp 77,25 miliar untuk menyelesaikan proyek IPAL. Apa kendalanya sehingga realisasi hanya sekitar 9,5 persen di tahun 2023?
- Dan sudah berapa realisasi anggaran dihabiskan dari PHLN, RMP, dan PNBP untuk Proyek IPAL BP Batam? (red)

