BatamNow.com – Sudah banyak orang yang memprediksi jika Elon Musk akan menjadi orang terkaya di dunia suatu hari nanti dan melampaui Jeff Bezos.
Ternyata 2020 menjadi momentum terwujudnya hal tersebut.
Tahun 2020 menjadi titik tolak Musk dan dua perusahaan andalannya, Tesla dan SpaceX.
Dilansir MainMain.id, di tahun tersebut, SpaceX merealisasikan kontrak penerbangan astronot NASA ke ISS.
Selain itu, harga saham Tesla mengalami kenaikan signifikan dari waktu ke waktu karena tren penggunaan mobil listrik dunia yang meningkat semenjak pandemi.
Musk akhirnya dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia pada Kamis (07/01) lalu.
Jumlah kekayaan Musk dalam Bloomberg Billionaire Index naik hingga 7,9% menjadi USD 194,8 Miliar (sekitar Rp 2,71 Biliun) atau USD 9,5 miliar lebih banyak dari Jeff Bezos, orang terkaya sebelumnya.
Jumlah kekayaan Musk mengalami kenaikan yang sangat dramatis dalam waktu amat singkat, bahkan mungkin yang paling cepat dalam sejarah. Sebanyak USD 165 Miliar (sekitar Rp 2,3 Biliun) kekayaannya diperoleh hanya dalam satu tahun terakhir.
Salah satu aktor pendorongnya tak lain adalah kenaikan harga saham Tesla yang naik hingga 743% pada 2020 lalu.
Jika mengacu pada tahun IPO-nya di 2010, maka nilainya sekarang telah meningkat menjadi 23.900%, termasuk saham stock-split 5 per 1 tahun lalu. Tesla memproduksi lebih dari setengah juta mobil listrik di tahun lalu.
Sebagian besar kekayaan bersih Musk melekat pada ekuitas perusahaannya, termasuk Tesla, SpaceX dan Boring Company.
Musk memang tidak memiliki minat untuk menjebak dirinya sendiri dalam kekayaannya.
Tahun lalu, Musk memcuitkan tweet yang mengatakan jika akan menjual hampir semua aset fisiknya.
Dia juga memberitahu kantor berita Jerman, Axel Springer bahwa tujuan utama dari kekayaannya adalah untuk mengakselerasi kecepatan peradaban manusia dalam menjelajah luar angkasa.
Menanggapi laporan kekayaan terbarunya yang beredar di internet, Musk hanya membuat tweet: “Aneh sekali. Baiklah, waktunya kembali bekerja.”
Pria dengan nama asli Elon Reeve Musk itu telah menjadi orang tercepat dalam menggeser para seniornya di daftar orang terkaya dunia. Namun kesuksesan Elon Musk diawali dengan perjuangan.
Elon Musk pernah berpindah tempat tinggal. Ia pernah tinggal di Afrika Selatan menghabiskan masa kecilnya, kemudian ia memilih tinggal di Kanada dengan pamannya ketika beranjak dewasa.
Pernah Bekerja Sebagai Cleaning Service
Di Kanada, ia bekerja serabutan. Bahkan, ia pernah bekerja sebagai petugas kebersihan cleaning service di pabrik kayu.
Tugasnya adalah membersihkan ruangan ketel di pabrik tersebut dengan bayaran sebesar US$ 18 per jam.
Dalam biografinya, Elon Musk menceritakan harus mengenakan alat pelindung diri (APD) jenis baju hazmat untuk membersihkan ruang ketel tersebut. Ia harus masuk ke dalam terowongan kecil yang sangat sempit.
Kemudian, ia harus membersihkan pasir, residu, dan kotoran lainnya dengan sekop dalam ruangan yang suhunya tinggi.(*)

