Bela Warga Rempang Korban Premanisme, Aliansi Mahasiswa Demo ke BP Batam dan DPRD Senin Lusa - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Bela Warga Rempang Korban Premanisme, Aliansi Mahasiswa Demo ke BP Batam dan DPRD Senin Lusa

by BATAM NOW
21/Des/2024 10:17
Bela Warga Rempang Korban Premanisme, Aliansi Mahasiswa Demo ke BP Batam dan DPRD Senin Lusa
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Membela warga Pulau Rempang yang menjadi korban aksi premanisme, Aliansi Mahasiswa Kota Batam bersama Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Sumatera bagian Utara (SUMBAGUT) akan menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Senin, 23 Desember 2024.

Koordinator umum (Kordum) aksi, Muryadi Aguspriawan mengatakan aksi akan dimulai pukul 09.00 WIB, Senin lusa.

“Aksi akan dilakukan di kantor BP Batam terlebih dahulu kemudian setelahnya akan berpindah ke kantor DPRD Kota Batam,” jelas Muryadi yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau Kepulauan (Unrika) itu, kepada BatamNow.com, Sabtu (21/12/2024).

Aksi di DPRD Kota Batam dan BP Batam itu sebagai respons mahasiswa atas aksi premanisme/ kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap masyarakat Pulau Rempang yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

“Yahh kami memandang seharusnya hal yang semacam ini tidak perlu dilakukan, karena aksi premanisme ini tidak dibenarkan dalam alasan apapun,” jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BatamNow.com (@batam.now)

Mahasiswa juga mengkritisi aparat penegak hukum di wilayah yang menjadi locus penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyasar warga Rempang itu.

“Dan kami melihat juga Kapolsek Galang lambat dalam proses negosiasi atau melakukan mitigasi terhadap kedua belah pihak sehingga terjadilah aksi pemukulan yang dilakukan oleh OTK terhadap masyarakat di sana,” tuturnya.

Aliansi mahasiswa telah menyampaikan surat pemberitahuan aksi ke Polresta Barelang. Direncanakan, setidaknya 200 peserta dalam demonstrasi itu.

“Kami akan fokus menyuarakan hak-hak masyarakat yang sampai saat ini masih diusik oleh PT MEG dan aksi demonstrasi ini akan ditujukan ke DPRD Kota Batam dan BP Batam,” kata Muryadi.

Jamaluddin Lobang, koordinator lapangan (Korlap) aksi, mengatakan kekerasan yang terjadi pada masyarakat terdampak PSN Rempang Eco-City merupakan wujud dari aksi premanisme yang terstruktur dan sistematis. Di mana pelaku yang terindikasi karyawan PT MEG merusak fasilitas dan kendaraan warga dengan persiapan yang matang.

“Mereka datang dengan mobil dan beberapa motor sembari membawa sajam (senjata tajam). Itu kejahatan yang telah disiapkan,” tutur Jamal dalam keterangan yang diterima, Sabtu (21/12).

Jamal menilai BP Batam harus bertanggung jawab atas kekerasan yang dialami oleh masyarakat Pulau Rempang.

“Kami akan lakukan aksi massa di BP Batam, kami meminta pertanggungjawaban terkait yang dilakukan PT MEG. Kami juga akan aksi demonstrasi di DPRD Kota Batam agar semua stakeholder dipanggil untuk proses penyelesaian,” tambah Jamaluddin.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Sumbagut BEM SI Kerakyatan, Respati Hadinata, menyampaikan aksi yang akan dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan yang terus dibiarkan terjadi di Pulau Rempang.

Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Batam ini menilai apa yang terjadi di Rempang dan Galang menjadi simbol kapitalisme yang mengakar dalam kebijakan pemerintah, dengan menjadikan rakyat sebagai korban utama.

“Konflik ini tidak hanya sekadar soal pembangunan fisik atau investasi asing, tetapi soal bagaimana negara mengabaikan hak-hak rakyat demi kepentingan modal,” tutur Respati dalam keterangan tersebut.

“Di balik dalih PSN, pemerintah dan BP Batam secara terang-terangan meminggirkan masyarakat adat yang telah tinggal di wilayah tersebut selama ratusan tahun. Mereka dianggap sebagai hambatan pembangunan, sementara suara mereka terus diabaikan, bahkan dibungkam dengan tindakan represif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Respati menyeru pada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat untuk bergabung membersamai massa aksi di DPRD Kota dan BP Batam pada Senin lusa.

“Apa yang terjadi di Rempang adalah ancaman bagi semua rakyat Indonesia yang percaya pada keadilan sosial. Jika kita membiarkan ini terjadi, maka kita memberi ruang bagi praktik serupa untuk terus terjadi di wilayah lain,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, penyerangan oleh puluhan orang yang terindikasi sebagai karyawan PT Makmur Elok Graha (MEG) pada Selasa (17/12/2024) malam lalu, mengakibatkan delapan warga Pulau Rempang menjadi korban luka hingga dilarikan ke rumah sakit.

 

1 of 3
- +

Korban tersebut mengalami luka mulai dari lebam; robek di bagian kepala; patah tangan; hingga terkena anak panah.

Warga yang menjadi korban, telah membuat laporan ke Polresta Barelang. (D)

Berita Sebelumnya

Kejari Batam Paparkan Capaian Kinerja Tahun 2024, Kasi Pidum Tak Kebagian Award

Berita Selanjutnya

Dari 364 Penindakan Kepabeanan BC Batam, Baru Satu SPDP Diterima Kejari Batam. LI-Tipikor Minta Transparansi

Berita Selanjutnya
Implementasikan Virtual Account di Ponpes, Phoenix Kreatif Digital Pilih BRK Syariah Sebagai Bank Mitra

Dari 364 Penindakan Kepabeanan BC Batam, Baru Satu SPDP Diterima Kejari Batam. LI-Tipikor Minta Transparansi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com