Heboh Polemik “Laksamana Ladi” di Flyover Sei Ladi, Ini Kata Rida K Liamsi Budayawan Ternama Melayu - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Heboh Polemik “Laksamana Ladi” di Flyover Sei Ladi, Ini Kata Rida K Liamsi Budayawan Ternama Melayu

01/Jan/2025 23:45
Heboh Polemik “Laksamana Ladi” di Flyover Sei Ladi, Ini Kata Rida K Liamsi Budayawan Ternama Melayu

Sejarawan dan budayawan Melayu, Rida K Liamsi. (F: kemdikbud.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Penyematan nama Laksamana Ladi untuk jembatan layang atau flyover Sei Ladi di Batam menjadi polemik panas, sehari setelah diresmikan Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Jembatan layang di persimpangan Waduk Sei Ladi di Jalan Gajah Mada itu diresmikan pada Selasa (31/12/2024) dan dihadiri unsur Forkopimda Kota Batam, dan TNI AL.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi berfoto bersama pemimpin Forkopimda serta pejabat BP Batam, di atas Flyover Laksamana Ladi, Selasa (31/12/2024). (F: BatamNow)

Peresmian yang terkesan dipaksakan karena proyek berbiaya Rp 132 miliar itu belum rampung pengerjaannya hingga peresmian, pun masuk hari pertama pasca-peresmian.

Bukan hanya pengerjaan proyek yang masih belum tuntas itu yang dipermasalahkan, namun pemberian nama jembatan layang itu “Laksamana Ladi”, kini juga dipertanyakan asal mulanya.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi berfoto bersama pejabat BP Batam, di atas Flyover Laksamana Ladi, Selasa (31/12/2024). (F: BatamNow)

Adalah Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam-Kepri yang pertama muncul formal menolak nama Laksamana Ladi karena tidak ditemukan dalam sejarah Kesultanan Melayu Riau Lingga.

Kemudian sejarawan dan budayawan ternama Melayu, Rida K Liamsi pun ikut buka suara.

Tugu Flyover Laksamana Ladi, Kota Batam. (F: BatamNow)

Begini narasi yang diterima BatamNow.com, Rabu (01/01/2025) lewat komunikasi WhatsApp dan ditulis di bawah ini dengan gaya bertutur:

“Aku belum pernah baca ada cerita tentang Laksamana Ladi, apalagi di masa kerajaan Riau Lingga.

Sebab di masa ini, masa persekutuan Melayu Bugis, tak ada lagi jabatan Laksamana sebagai pemimpin angkatan perang laut, sebab jabatan panglima perang di laut itu sudah dipegang Yang Dipertuan Muda yang memegang jabatan Panglima Besar.

Untuk fungsi panglima sudah diangkat Silawatang. Ada laksamana tapi cuma gelar untuk orang besar. Dipakai di Daik dan diangkat oleh Sultan.

Sampai zaman Sultan Abdul Rahman Muazzamsyah II, Sultan Riau Lingga terakhir masih ada. Tapi tak ada angkatan perangnya.

Tapi orang suku Ladi ada dalam teks sejarah rantau Melayu. Orang suku Ladi itu orang Melayu Tua, sebagai orang kerahan. Membantu sultan sebagai angkatan perang dan tugas lainnya. Sama dengan orang Galang, Rempang, Mantang,dan lain-lain.

Karena itu ada nama tempat seperti Kampung Ladi, di Batam, atau sungai Ladi di ulu sungai Carang. Mungkin pemimpin suku ini ada dan disebut Panglima, sama dengan suku Melayu Tua lain. Tapi sebutan laksamana ya gaklah. Laksamana terakhir dari Bintan ya Megat Sri Rama di masa kerajaan Johor“. (S/Red)

Berita Sebelumnya

Peresmian Flyover Terkesan Dipaksakan, Pemberian Nama Laksamana Ladi Pun Disebut Tak Beralasan

Berita Selanjutnya

3 Juta Batang di Karimun, Polairud Baharkam Polri Tangkap 324 Ribu Batang Rokok Ilegal di Galang

Berita Selanjutnya
Harga Rokok Jadi Rp 40.100, Tak Semahal Singapura & Malaysia

3 Juta Batang di Karimun, Polairud Baharkam Polri Tangkap 324 Ribu Batang Rokok Ilegal di Galang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com