Virus 'Gundah Gulana' Kini Menyerang Pegawai RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Virus ‘Gundah Gulana’ Kini Menyerang Pegawai RSUD Embung Fatimah dan RSBP Batam

23/Jan/2025 18:03
Persediaan Obat Nyaris Kosong, Diduga RSUD Kota Batam Cekak Dana, Direktur Membantah

RSUD Embung Fatimah, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Bukan hanya pegawai Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, yang diserang virus ‘gundah gulana’.

Pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah (EF) pun kini merasakannya.

Cuma, virus gundah yang menyerang mereka beda tipe.

Biang virus yang menyerang pegawai RSBP Batam datang dari seberang (eksternal).

Pegawai sebanyak 600 orang itu kini sedang mengkhawatirkan masa depannya jikalau pengelolaan RS itu jadi dikerjasamakan ke swasta, tepatnya ‘Mayapada’.

Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. (F: Dok. BP Batam)

Lalu bagaimana kondisi yang dialami pegawai di RSUD EF?

Virus yang menyerang pegawai RSUD datang dari dalam (internal).

Sejumlah pegawai dari total sekitar 620-an di sana pun sedang gundah; “menangis” di keheningan akan nasib mereka.

Para pegawai di sana, khususnya di bagian tenaga medis sudah lama memendam rasa sakitnya, karena takut mau bersuara.

Mereka seperti menangis di balik masker yang dipakainya sehingga tak banyak yang tahu “bibir sudah pecah-pecah”.

Hak-hak atas kompensasi jasa pelayanan (Jaspel) yang mereka jalankan selama ini, sepertinya dikebiri.

Dicoba diklarifikasi ihwal yang mereka keluhkan, namun Direktur RSUD Embung Fatimah, Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari menepisnya.

Direktris yang dipanggil Roro ini, ditemui langsung wartawan BatamNow.com di ruang rapat RSUD EF pada Selasa (14/01/2025), dengan ditemani beberapa orang stafnya.

Dia pun memulai bicaranya. “Kita itu anggarannya terbatas, tapi kita nggak motong. Jadi gini, anggaran itu dari BLUD ya, kalau APBN itu uang sudah tersedia. Sedangkan BLUD itu, uangnya itu masih di ‘angan-angan,” ucap Sri Widjayanti menjawab pertanyaan awal BatamNow.com.

Lalu Sri Widjayanti pun melebar seraya memberikan gambaran tentang BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah.

“Jadi kita anggarkan misal berapa milar gitu kan, kemudian yang bisa dibayarkan sebagai jasa pelayanan itu adalah 40 persen gitu kan, dari situ kita bayarkan lah 40 persen, nah teranggarkan 40 persen nah kemudian rupanya pasien kita ramai nih,” kata Sri Widjayanti.

“Yang harus kita bayarkan rupanya lebih dari 40 persen ya kita nggak bisa mengeluarkan uang itu, kita nggak bisa mengeluarkan uang melebihi anggaran,” lanjutnya.

Kendati demikian, Sri Widjayanti mengatakan akan membayarkan lunas Jaspel kepada pegawai RSUD EF.

“Jadi nanti kita bayarkan di 2025, itu tetap tercatat, dan orang (pegawai) tersebut kita tidak ada mengurangi sepeser pun istilahnya,” ucapnya.

Jasa Pelayanan BPJS Baru Dibayarkan Pertengahan Oktober 2024

Kemudian, lanjut Sri Widjayanti, pihak BPJS membayarnya juga sampai akhir 2024, di mana sampai pertengahan Oktober baru dibayarkan setengah.

“Kalau mau selidiki, BPJS aja diselidiki, kenapa nggak bayar, kita sudah melakukan pelayanan sampai Desember dia hanya bayar sampai Oktober itu juga ‘ogah-ogahan,” ucap Sri Widjayanti.

“Jadi istilahnya kita nggak bisa lebihi anggaran bayarnya,” ujarnya.

Sri Widjayanti lanjut menerangkan soal Jaspel Umum dan Langganan.

“Tapi kalau jasa pelayanan umum itu sudah kita bayarkan, karena ‘kan ada pasien jaminan (langganan), ada pasien umum, dan Jaspel umum itu sudah kita bayarkan,” ucapnya.

Kata Sri Widjayanti lagi, seharusnya pegawai menanyakan kepada bagian keuangan RSUD EF perihal masalah Jaspel.

“Jadi orang itu harusnya tanyanya ke kita bagian keuangan, sebetulnya, cuman mungkin malu atau gimana, atau dia pas butuh bangat,” ucap Sri Widjayanti.

“Makanya saya ngomong sama orang-orang itu, jangan pinjam-pinjam Pinjol, kerja jadi nggak fokus pikirannya itu terus,” ujarnya.

Namun, apa yang dijelaskan Sri Widjayanti dibantah beberapa pegawai RSUD EF yang tak mau disebut namanya.

Mereka diwawancarai wartawan media ini secara tersembunyi di tempat berbeda karena takut berimbas mendapat tekanan jika ketahuan.

“Tiap kali kita minta penjelasan terkait masalah tersebut, bu Direktur cuma jawab ‘tunggu pengakuan utang dulu’, emangnya kita ikut juga mengurusi, ‘utang’,” ucap para pegawai tersebut dengan nada kesal.

Permasalahan pembayaran Jaspel di RSUD EF, tampaknya bukan itu saja. Ada hal yang mengejutkan lagi, sesuai informasi yang diterima wartawan media ini.

Hal (dugaan) yang lebih parah adalah kala setiap pembayaran jasa Jaspel hanya ditransfer ke rekening para tenaga medis, tanpa ada penjelasan dan rincian atas item jasa mereka.

Mereka akui bahwa selama ini para tenaga kesehatan juga tak pernah mendapat amprah pembayaran atas hak-hak mereka.

Mereka hanya mendapat uang gaji dan jasa lainnya secara lumsum di rekening dan mereka pasrah saja selama ini.

“Kami tidak pernah melihat, amprah dari pembayaran Jaspel itu, pembayarannya langsung ke rekening saja, kami tak pernah tahu spesifikasi atau item serta rincian dari pembayaran itu,” ucap pegawai RSUD Pemko Batam itu.

Ketika diklarifikasi lagi lewat WhatsApp di waktu yang berbeda mengenai kebenaran pembayaran Jaspel yang tak pernah diamprahkan itu, namun Sri Widjayanti, tak merespons.

Dari informasi yang di terima BatamNow.com bahwa jasa pelayanan/ remunerasi ada 3 jenis: umum, langganan serta BPJS.

Lalu bagaimana dengan RS pemerintah lainnya di Batam?

Meski kini mengalami resah dan gelisah, namun urusan Jaspel masih lancar di RSBP Batam.

“Terhadap pembayaran Jaspel, kita lancar-lancar saja, baik itu Jaspel umum, langganan, kalau BPJS, emang ada potongan 50 persen dari pusat, selain itu tidak ada masalah,” ucap pegawai di RSBP. (A)

Berita Sebelumnya

LI-Tipikor: Jika Penyidikan Kasus Seludupan Mandek di BC Batam, Dirjen akan Dilapor ke Menkopolkam

Berita Selanjutnya

Ketua GMKI Minta BP Batam Segera Prioritaskan Penambahan Alat Cuci Darah di RSBP

Berita Selanjutnya
Usai IMM, GMKI Batam Beri Saran Mekanisme Pembagian Tiket Mudik Gratis

Ketua GMKI Minta BP Batam Segera Prioritaskan Penambahan Alat Cuci Darah di RSBP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com