BatamNow.com – Di perjalanan pulang dari kunjungannya di Perumahan Rempang Eco-City, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara didemo oleh puluhan perwakilan warga Rempang yang menolak PSN Rempang Eco-City dan tak mau direlokasi, Rabu (26/02/2025).
Rombongan Iftitah yang bergerak dari kawasan Tanjung Banun sekira pukul 14.40 WIB, bertemu dengan warga yang sudah menunggu di Posko Sei Buluh, di Simpang Dapur 6, yang adalah satu-satunya akses keluar dari lokasi kunjungan.
Iftitah turun dari mobil yang ditumpanginya, lalu mengajak warga berbicara di posko tersebut.
Ia pun sempat membaca narasi penolakan relokasi pada spanduk-spanduk yang dipampangkan warga saat demo.
“Kami nggak mau direlokasi, pak,” kata emak-emak yang mayoritas menjadi peserta unjuk rasa dadakan itu.
Iftitah mengapresiasi aspirasi warga itu, sembari memperkenalkan diri sebagai Menteri Transmigrasi.
Katanya, kunjungan ke Tanjung Banun itu sudah dikomunikasikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kemudian saya sampaikan kepada bapak presiden, mungkin kami kementerian transmigrasi punya solusi. Modelnya apa? Modelnya itu adalah transmigrasi lokal,” jelas Iftitah kepada warga.
Ia pun menjelaskan bahwa transmigrasi lokal berbeda dengan relokasi.
“Jelas beda. Kalau relokasi, bapak/ibu cuma diambil terus dipindahkan. Itulah namanya relokasi. Tapi kalau transmigrasi, bedanya itu kami mau buat namanya memindahkan kehidupan,” terangnya.
@batamnow Di perjalanan pulang dari kunjungannya di Perumahan Rempang Eco-City, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara didemo oleh puluhan perwakilan warga Rempang yang menolak PSN Rempang Eco-City dan tak mau direlokasi, Rabu (26/02/2025). Rombongan Iftitah yang bergerak dari kawasan Tanjung Banun sekira pukul 14.40 WIB, bertemu dengan warga yang sudah menunggu di Posko Sei Buluh, di Simpang Dapur 6, yang adalah satu-satunya akses keluar dari lokasi kunjungan. Iftitah turun dari mobil yang ditumpanginya, lalu mengajak warga berbicara di posko tersebut. Ia pun sempat membaca narasi penolakan relokasi pada spanduk-spanduk yang dipampangkan warga saat demo. “Kami nggak mau direlokasi, pak,” kata emak-emak yang mayoritas menjadi peserta unjuk rasa dadakan itu. Iftitah mengapresiasi aspirasi warga itu, sembari memperkenalkan diri sebagai Menteri Transmigrasi. Baca selengkapnya melalui link di Bio. #batam #rempang #galang #barelang #batamnow #batamdaily #batamhits #batampunyacerita #semuatentangbatam #batamsirkel #batamnews #batamhariini #bpbatam #sembulang #walhi #walhiriau ♬ Yang Salah – Manusia Aksara
Tapi warga Rempang yang hadir langsung memgutarakan pendapat mereka, bahwa transmigrasi pada intinya sama saja dengan relokasi yang ditolak warga. “Sama aja pak!” seru warga.
Iftitah pun menerima pendapat warga itu. “Nggak apa-apa, nggak apa-apa,” katanya.
Menteri yang juga politikus Partai Demokrat itu pun mengungkapkan bahwa ia belum bisa berbuat banyak saat ini, sebab Kementerian Transmigrasi belum punya otoritas di PSN Rempang Eco-City.
“Saya sebetulnya belum mau ketemu bapak/ibu. Kenapa? Karena saya belum punya otoritas, saya belum punya kewenangan. Tapi saya turun dari mobil, menghargai bapak-bapak ibu-ibu,” jelasnya.
Menteri Iftitah: Transmigrasi Harus Sukarela Warga
Soal transmigrasi nanti, jelasnya, juga harus berdasarkan kesukarelaan warga yang terdampak.
“Kalau misalkan bapak/ibu belum mau pindah, juga tidak apa-apa. Karena transmigrasi itu secara undang-undang harus sukarela, tidak boleh dipaksa,” terang Iftitah.
“Betul!” teriak warga menyahut.
“Jadi kalau bapak-bapak ibu-ibu tidak mau pindah, tidak apa-apa. Yang penting kita tidak saling ganggu,” kata Iftitah.
Warga pun menegaskan, selama ini mereka tidak mengganggu pihak-pihak lain terkait PSN Rempang Eco-City. “Kita aja yang sering diganggu,” keluh warga.
Sebelumnya, di siang hari, Menteri Transmigrasi mengunjungi Perumahan Rempang Eco-City, di Tanjung Banun, Pulau Rempang, Kota Batam.
Di salah satu rumah relokasi di sana, Iftitah menemui 3 perwakilan warga di sana dan beberapa pejabat BP Batam.
Dalam pertemuan itu, Iftitah menampung berbagai keluhan warga perumahan Rempang Eco-City. Mulai dari belum konkretnya penyerahan sertifikat hak milik (SHM) yang dijanjikan, belum dibangunnya masjid padahal sudah mendekati bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, dan lainnya.
Iftitah mengatakan, skema “transmigrasi lokal” ini masih tahapan pematangan rencana tersebut.
“Jadi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengakhiran. Rencananya sudah, kita sekarang masuk persiapan untuk mematangkan rencana, betul,” katanya.
Pun untuk saat ini, Kementerian Transmigrasi belum bisa mengambil langkah jauh memyelesaikan keluhan warga, sebab belum mendapat otoritas di PSN Rempang Eco-City.
“Setelah otoritas itu kami dapatkan, kami akan masuk ke masyarakat. Karena menurut kami, percuma kami bertemu langsung dengan masyarakatnya, nanti kami menjanjikan sesuatu, otoritas/ kewenangan belum kami punya, nanti malah mengecewakan masyarakat,” ungkapnya. (D)

