Oleh: Hamansyah Rangkuti
Mudik selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh para perantau.
Tradisi tahunan ini membawa mereka kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga tercinta.
Di Batam, kota dihuni mayoritas perantau ini, pemudik khususnya asal Sumatera dapat memilih moda transportasi untuk menyeberang, mulai dari pesawat, kapal Roll-on/Roll-off (Roro), hingga kapal feri. Pun operator ataupun maskapainya beragam.
Namun, di antara berbagai pilihan moda transportasi yang tersedia, kapal feri tetap menjadi favorit.
Salah satu yang selalu diminati pemudik setiap tahunnya adalah kapal feri Dumai Express Group.
PT Lestari Indomabahari adalah operator Dumai Express Group, perusahaan pelayaran domestik memiliki armada dengan nama Dumai Express, Dumai Line, hingga yang teranyar tipe kapal feri dua lambung atau disebut juga katamaran dengan nama Emerald of Dumai, Shappire of Dumai dan Rubby of Dumai.
Dumai Express Group melayani rute pelayaran antara lain Tanjung Balai Karimun, Tanjung Samak, Repan/Tohor, Selat Panjang, Bengkalis dan Dumai.

Pengalaman Berlayar dengan MV Dumai Line 11
Saya menjadi salah satu dari ribuan perantau yang meninggalkan Batam menggunakan feri Dumai Express Group pada Kamis (27/03/2025).
Pukul 03.00 dini hari saya tiba di Pelabuhan Domestik Sekupang. Sebelumnya saya sudah membeli tiket melalui bantuan seorang teman.

Untuk tiket saya pelayaran Batam-Dumai harga tiket dibanderol Rp 590.000; belum termasuk Pass Pelabuhan Rp 10.000; dan biaya Administrasi Rp 2.000.
MV Dumai Line 11 yang saya tumpangi itu adalah pelayaran (trip) ketiga di H-4 Idulfitri 1446 Hijriah.
Sekitar pukul 04.30 WIB, para penumpang diarahkan menuju dermaga dan mulai menaiki kapal sesuai tiket yang telah dibeli, baik secara langsung di konter maupun online.
Selama lebih dari satu jam, kru kapal dengan sigap dan ramah membantu penumpang memasuki kapal dan mengarahkan penumpang duduk sesuai dengan nomor kursi yang tertera di tiket.
Tepat pukul 06.05 WIB, MV Dumai Line 11 berangkat dari Pelabuhan Domestik Sekupang. Jadwal ini lebih cepat dari jadwal normal yaitu pukul 07.30 WIB, dikarenakan antisipasi jumlah pemudik yang meningkat drastis dan untuk menghindari penumpukan penumpang.

Saat memasuki kabin kapal, saya kagum dengan desain layaknya seperti kabin pesawat yang mewah. Walau sudah dioperasikan sejak tahun 2022, kondisi kabin masih terlihat baru.
Sesaat kapal meninggalkan pelabuhan, kru kapal mengambil posisi untuk memperagakan alat-alat keselamatan yang bertujuan mengedukasi penumpang tentang cara-cara keselamatan yang benar bila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
Rasa penasaran bagaimana kapal dioperasikan sang nakhoda, saya meminta izin untuk diperbolehkan masuk ke anjungan. Di sana saya juga melihat perlengkapan navigasi dan peralatan yang canggih yang dioperasikan nakhoda.

Dengan kecepatan rata-rata 26,8 knot, monitor GPS diperkirakan tiba di Pelabuhan Lubuk Gaung, Dumai, pada pukul 12.30 WIB.
Sepanjang perjalanan, saya sebagai umat Muslim juga sangat senang dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia, termasuk kabin ibadah.
Selain itu penumpang juga disediakan air mineral gratis selama pelayaran.
Keselamatan di Atas Segalanya
Dengan kapasitas 379 penumpang—terdiri dari 146 kursi VIP dan 233 kursi ekonomi— MVDumai Line 11 tetap mematuhi aturan standar operasional prosedur (SOP) terkait batas kapasitas penumpang.
Pada pelayaran yang membawa saya itu, MV Dumai Line 11 mengangkut sekitar 375 penumpang, baik dewasa maupun anak-anak.
Dari pantauan langsung di atas kapal, setiap penumpang mendapatkan tempat duduk sesuai tiket yang mereka beli.
Tidak ada yang berdiri atau duduk di lantai kapal, meyakinkan saya bahwa pihak pengelola lebih mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang daripada mengejar keuntungan semata.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu terjadi lonjakan jumlah penumpang feri di Pelabuhan Domestik Sekupang saat arus mudik Lebaran.
Darivatas kapal saya menghubungi Humas Dumai Expres Group, Asmadi, menjelaskan peningkatan jumlah penumpang feri sudah terjadi sejak 22 Maret ini.
Pada Jumat (28/03) kemarin, hari pertama libur panjang menjelang Lebaran, tercatat 3.026 penumpang dengan 11 feri Dumai Express Group yang meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang.
Pun hari ini, Sabtu (29/03), terlihat masih membeludak jumlah penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang.
Arus penumpang diprediksi masih akan padat hingga Minggu (30/03) besok atau H-1 Idulfitri yang diprediksi jatuh pada 31 Maret 2025.
Dumai Express Nama yang Melekat di Hati Pemudik
Meskipun nama “Dumai Express” kini jarang terlihat, bagi para pelanggan setianya, nama tersebut tetap melekat di hati dan ingatan pemudik.
Salah satu penumpang, Roni, yang telah merantau ke Batam sejak tahun 2002, berbagi kisahnya.
Sejak pertama kali merantau, ia selalu menggunakan kapal feri Dumai Express untuk pulang kampung. Hingga kini, meskipun kapal sudah berganti nama menjadi Dumai Line, kebiasaannya menyebut “Dumai Express” tetap bertahan.
“Awal merantau ke Batam waktu itu naik kapal feri namanya Dumai Express, hingga kini pun masih naik kapal ini (Dumai Line) jadi alat transportasi untuk pulang kampung”,” ujar Roni saat ditemui di dek penumpang luar pada Kamis (27/03/2025).
Menurutnya, selain kenyamanan fasilitas, faktor ketepatan waktu juga menjadi alasan utama ia tetap memilih Dumai Line. “Di kapal ini ada musala kecil, jadi kalau mau salat tidak perlu khawatir. Selain itu, jadwal keberangkatan dan kedatangan cukup tepat waktu. Itu yang bikin saya dan banyak pemudik lain tetap setia memilih kapal ini,” tambahnya.
Pilihan Utama Pemudik
Bagi banyak pemudik, perjalanan menggunakan kapal feri bukan sekadar soal berpindah tempat, tetapi juga tentang kenyamanan, nostalgia, dan kebersamaan.
Dumai Line, dengan fasilitas yang terus berkembang dan pelayanan yang memprioritaskan keselamatan, tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin pulang kampung dari Batam ke/melalui Dumai (Riau).
Di tengah perkembangan moda transportasi yang semakin beragam, kapal feri tetap memiliki tempat khusus di hati para pemudik.
Dan bagi mereka yang telah lama mengenal “Dumai Express,” nama itu akan selalu menjadi bagian dari kisah perjalanan pulang mereka setiap tahunnya. (Aman)

