Rusak Parah, Warga Desak BP Batam Kembalikan Bukit Vista ke Kondisi Alami - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Rusak Parah, Warga Desak BP Batam Kembalikan Bukit Vista ke Kondisi Alami

by BATAM NOW
16/Jul/2025 12:48
Rusak Parah, Warga Desak BP Batam Kembalikan Bukit Vista ke Kondisi Alami

Foto udara menampilkan kondisi Bukit Vista yang dipotong dan diberhentikan aktivitas cut and fill oleh Kepala BP Batam. Dipotret pada 16 Juli 2025. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Masyarakat Batam mengapresiasi langkah Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra yang menindak aktivitas cut and fill di Bukit Vista, Baloi, Batam, yang telah merusak lingkungan.

Malah sejumlah warga mendesak agar tidak hanya penghentian sementara, tetapi juga pencabutan seluruh perizinan proyek demi penyelamatan, pemulihan Bukit Vista ke kondisi alaminya.

“Selama belum ada bangunan yang berdiri, ini masih cukup kuat untuk dibatalkan. Kembalikan bukit itu ke alam,” ujar Syamsuddin SSos, tokoh masyarakat Baloi, Senin (15/07/2025).

@batamnow Masyarakat Batam mengapresiasi langkah Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra yang menindak aktivitas cut and fill di Bukit Vista, Baloi, Batam, yang telah merusak lingkungan. Malah sejumlah warga mendesak agar tidak hanya penghentian sementara, tetapi juga pencabutan seluruh perizinan proyek demi penyelamatan, pemulihan Bukit Vista ke kondisi alaminya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #amsakarachmad #liclaudiachandra #fyp #fypシ #batam ♬ Minimal for news / news suspense(1169746) – Hiraoka Kotaro

Kekhawatiran serupa disampaikan Haris Rachman dan warga perumahan di sekitar RS Awal Bros.

Mereka menyoroti potensi dampak ekologis karena pengerjaan dilakukan tanpa kajian lingkungan yang memadai.

Penampakan salah satu sisi Bukit Vista yang dipotong dan diberhentikan aktivitas cut and fill oleh Kepala BP Batam. Dipotret pada 16 Juli 2025. (F: BatamNow)

Mereka juga menekankan pentingnya keberadaan bukit ini bagi kelestarian lingkungan, baik dari aspek ekologis, hidrologis, maupun perlindungan kawasan pemukiman dan keanekaragaman hayati.

Bukit Vista, dengan ketinggian sekitar 80 meter dan luas 20–30 hektare, mengalami longsor setelah dilakukan pemotongan besar-besaran.

Proyek ini, menurut manajemen hotel, direncanakan menjadi lokasi hall dan pusat kuliner (F&B) sebagai perluasan dari Hotel Vista.

Baca Juga:  'Bantah' Kapolresta Barelang Kombes Heribertus Ompusunggu, Sazani Sebut BP Batam Kooperatif
Foto udara menampilkan kondisi Bukit Vista yang dipotong dan diberhentikan aktivitas cut and fill oleh Kepala BP Batam. Dipotret pada 16 Juli 2025. (F: BatamNow)

Inspeksi mendadak oleh Amsakar dan Li Claudia pada 11 Juli 2025 memutuskan penghentian sementara aktivitas cut and fill.

Keputusan ini diambil setelah longsoran tanah merusak pipa air SPAM BP Batam.

Struktur tanah dinilai labil, terutama di musim hujan.

Aktivitas pekerjaan pipa SPAM BP Batam di bawah Bukit Vista, Baloi, Rabu (16/07/2025). (F: BatamNow)

Warga pun juga mempertanyakan legalitas proyek ini dan menuntut kejelasan terkait dokumen AMDAL, UKL-UPL, serta izin lingkungan sesuai UU No 32 Tahun 2009.

“Masyarakat curiga ada sesuatu di balik alokasi lahan untuk Hotel Vista, sampai tega membiarkan ruang hijau dipangkas,” ungkap warga.

Mereka menilai, meskipun BP Batam mendapat pemasukan dari Uang Wajib Tahunan (UWT), hal itu tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Publik tak lupa mempertanyakan dugaan praktik alokasi lahan yang tidak sehat.

Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI pekan lalu, Amsakar Achmad mengakui adanya indikasi praktik lama dalam pengelolaan lahan di BP Batam yang rawan penyalahgunaan.

“Cara kerja lama yang membuka peluang praktik jual beli di belakang layar harus kita hilangkan di masa kepemimpinan kami,” tegasnya.

Masyarakat kini menanti langkah konkret dari BP Batam.

Mereka mendesak agar tidak hanya proyek dihentikan, tapi seluruh perizinan dicabut dan kawasan Bukit Vista direstorasi sebagai ruang terbuka hijau yang aman dan lestari.

“Cabut izinnya, batalkan proyeknya, dan kembalikan bukit ini ke kondisi semula. Jangan anggap ini hal sepele,” tegas warga.

Penelusuran BatamNow.com, Hotel Vista sebelumnya dikenal sebagai Crown Vista Hotel, dibangun oleh PT Crown Vista Hotel sejak 2002 dan diperluas kembali pada 2024.

Sedangkan izin terbaru untuk aktivitas cut and fill disebut dikelola oleh PT Bintang Jaya Husada. (Red)

Berita Sebelumnya

Dräger Perkenalkan Inovasi K3: X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E untuk Lindungi Pekerja di Area Rawan Kecelakaan

Berita Selanjutnya

ITEBA dan APPEKNAS Teken MoU di Seminar Embrace 2025: Dorong Manajemen Rekayasa Jadi Pilar Industri Konstruksi

Berita Selanjutnya
ITEBA dan APPEKNAS Teken MoU di Seminar Embrace 2025: Dorong Manajemen Rekayasa Jadi Pilar Industri Konstruksi

ITEBA dan APPEKNAS Teken MoU di Seminar Embrace 2025: Dorong Manajemen Rekayasa Jadi Pilar Industri Konstruksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com