Horor di Jembatan Barelang: Bunuh Diri Terjadi Lagi - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Horor di Jembatan Barelang: Bunuh Diri Terjadi Lagi

12/Agu/2025 19:06
Horor di Jembatan Barelang: Bunuh Diri Terjadi Lagi

Spanduk berisi pesan pencegahan aksi bunuh diri dipasang di pagar Jembatan 1 Barelang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Satu lagi nyawa melayang dari Jembatan Tengku Fisabilillah, atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan 1 Barelang.

Pada Senin dini hari (11/08/2025), seorang pria berinisial RRE (23) dilaporkan melompat dari ketinggian hampir 40 meter ke laut lepas.

Esoknya atau pada Selasa (12/08), jasadnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa oleh Tim Basarnas Batam.

Tim Basarnas menemukan jasad pria berinisial RRE (23) yang diduga nekat melompat dari Jembatan 1 Barelang, Selasa (12/08/2025). (F: ist)

Tragisnya, ini bukan peristiwa pertama — dan dikhawatirkan bukan yang terakhir.

Baca Juga:  Basarnas Evakuasi Jenazah Pria Berusia 23 Tahun yang Diduga Lompat dari Jembatan 1 Barelang

Ikon kebanggaan Batam yang dibangun pada era Presiden BJ Habibie di awal 1990-an ini, kini tak hanya dikenal karena arsitekturnya yang megah, tapi juga sebagai lokasi bunuh diri yang terus berulang.

Jembatan Raja Haji Fisabilillah atau terkenal dengan nama Jembatan 1 Barelang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (F: BatamNow)

Ironi Jembatan Ikonik yang Gagal Dijaga

Jembatan Barelang dirancang sebagai simbol kemajuan dan konektivitas kawasan Free Trade Zone (FTZ), menghubungkan tujuh pulau utama: Batam, Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang, dan Galang Baru.

Jembatan bertipe cable-stayed ini juga telah menjadi ikon wisata Batam sejak diresmikan pada 1998.

Baca Juga:  Rentetan Tragedi Bunuh Diri di Jembatan Barelang, Sampai Kapan?

Namun kini, eksotismenya dibayangi stigma “jembatan kematian” yang horor.

Belum ada data resmi BP Batam maupun Pemko mengenai jumlah korban hingga kejadian kemarin. Tapi satu hal yang pasti, kasus bunuh diri terjadi berulang, dan pengawasan dinilai sangat lemah.

Pengunjung berada di posisi rawan, di luar pagar pebatas Jembatan I Barelang. (F: BatamNow)

Dari Pulau Penyelamat ke Gugusan Kematian

Ada ironi menyakitkan di gugusan Barelang ini.

Pulau Galang, yang berada tidak jauh dari Jembatan 1, justru kini sedang disiapkan menjadi lokasi perawatan bagi 2.000 warga Gaza, korban agresi Israel.

Sebelumnya, Pulau Galang juga pernah menjadi tempat penampungan pengungsi Vietnam (Boat People) pada 1980-an, dan menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 selama pandemi 2020–2022.

Namun dalam satu gugusan yang sama, pengawasan longgar justru membuat Jembatan Barelang dikenal juga sebagai lokasi kehilangan nyawa, bukan penyelamatan hidup.

Parkir liar kendaraan yang berhenti di atas Jembatan 1 Barelang, Kamis (03/04/2025). (F: BatamNow)

Sejumlah kelemahan mencolok di lapangan:

1. Sepertinya tidak jelas siapa penanggung jawab keamanan jembatan.

Minimnya kehadiran petugas yang jelas atau terstruktur.

2. Pagar pengaman terlalu rendah.

Desain pagar lama masih digunakan, tanpa perbaikan meski banyak insiden terjadi.

3. Tidak ada larangan tegas sehingga warga bebas duduk atau berdiri lama di tepi jembatan.

4. Parkir liar dan pungli oleh oknum di atas jembatan yang kerap dijadikan terminal liar oleh preman, tanpa pengawasan.

5. Minimnya pemantauan elektronik.

CCTV sangat terbatas, dan tidak ada sistem pemantauan real-time 24 jam.

Saatnya tindakan nyata — dilaksanakan agar korban peristiwa berikutnya tidak terulang lagi. Itupun jika BP Batam dan Pemko Batam mau membenahinya. (*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Basarnas Evakuasi Jenazah Pria Berusia 23 Tahun yang Diduga Lompat dari Jembatan 1 Barelang

Berita Selanjutnya

Batam Raih Predikat Kota Layak Anak, Namun Gelper Ramai oleh Anak-anak

Berita Selanjutnya
Batam Raih Predikat Kota Layak Anak, Namun Gelper Ramai oleh Anak-anak

Batam Raih Predikat Kota Layak Anak, Namun Gelper Ramai oleh Anak-anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com