Sebulan Air Mati di Bengkong, Efektivitas SCADA Mitra BP Batam Dipertanyakan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Sebulan Air Mati di Bengkong, Efektivitas SCADA Mitra BP Batam Dipertanyakan

14/Agu/2025 19:25
Warga Bengkong Pertiwi Krisis Air Siang Hari Selama Sebulan, BP Batam dan PT ABH Dinilai Abai?

Keran air di dalam rumah warga Bengkong Pertiwi dengan kondisi terbuka namun tidak ada aliran air minum perpipaan. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Masalah pelayanan air minum di Batam kembali menjadi sorotan setelah deret masalah mencuat selama ini.

Teranyar, warga Bengkong Pertiwi, Kelurahan Tanjung Buntung, Kota Batam telah mengalami krisis air minum selama hampir sebulan.

Sejumlah perumahan pelanggan hanya mendapatkan aliran air minum yang sangat kecil di malam hari, “seperti menetes,” ujar beberapa warga, Rabu (13/08/2025).

Setelah satu bulan krisis, tim teknis BP Batam bersama Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, serta Direktur BU SPAM Fasling BP Batam, Iyus Rusmana, baru turun ke lapangan.

Pejabat BP Batam dan rombongan turun mengecek ke Bengkong Pertiwi yang mengalami krisis air, Rabu (13/08/2025) pagi.

Namun hingga kini, beberapa titik jaringan sistem perpipaan yang terindikasi mengalami kebocoran. “Terindikasi beberapa titik kebocoran,” jawab Ariastuty kepada wartawan media ini, Rabu (13/08).

Dan hingga berita ini di-publish belum diperoleh penjelasan perkembangan terkini dari penanganan teknis di lapangan oleh BP Batam.

Warga pun mengeluh, “Mengapa belum terdeteksi dan sampai kapan nasib kami begini tak dapat air, jangan gitu lah,’ ujar beberapa warga di Bengkong yang dimintai BatamNow.com, pendapatnya.

Baca Juga:  Warga Bengkong Pertiwi Krisis Air Siang Hari Selama Sebulan, BP Batam dan PT ABH Dinilai Abai?

Penelusuran BatamNow.com, hasil wawancara wartawan media ini, saat PT ATB masih mengelola air Batam, teknologi SCADA yang dikembangkan dengan nama SPARTA Smart Solution digunakan untuk mengontrol sistem secara otomatis dan real-time.

Saat itu menurut Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto bahwa efektivitas SCADA sangat otomatis.

Setiap gangguan di lapangan dengan otomatis terdeteksi dan cepat ditangani dari pusat kontrol.

“Tapi sekarang, air mati sebulan dan penyebabnya belum diketahui,” ujar beberapa warga Bengkong Pertiwi.

Monitor SPARTA Smart Solution milik PT Adhya Tirta Batam. (F: BatamNow)

Pendapatan Besar, Pelayanan Dipertanyakan

Media ini pun mengonfirmasi Ariastuty Sirait tentang sistem dan mekanisme pengawasan pelayanan air minum perpipaan ini.

Ariastuty mengatakan bahwa BP Batam melalui BU SPAM Batam, telah memiliki SCADA yang dikembangkan mitranya.

Namun saat diminta penjelasan lebih detail, Ariastuty justru mengarahkan wartawan untuk mengonfirmasi langsung ke Direktur PT Air Batam Hilir (ABH), Supriyanto.

Sayangnya, hingga berita ini dipublikasi, tidak ada tanggapan dari Supriyanto di tengah keresahan warga Bengkong itu.

Dalam pemberitaan media ini beberapa tahun lalu, para pejabat BU SPAM Batam pernah sesumbar memiliki teknologi yang lebih canggih dari SCADA milik ATB.

Hal itu disampaikan dalam satu konferensi pers menjelang berakhirnya masa konsesi 25 tahun dengan ATB pada 14 November 2020.

Namun kini, sepanjang pengelolaan beralih ke BP Batam dan PT ABH masalah kebocoran pipa air minum tak habisnya mengganggu.

Dan BP Batam maupun PT ABH terkesan tertutup ketika ditanya soal keberadaan dan pengoperasian dan efektivitas teknologi SCADA yang dimiliki sekarang.

Sekadar informasi bahwa teknologi SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) adalah teknologi sistem kendali dan pemantauan otomatis yang digunakan untuk mengelola dan mengawasi operasi instalasi pengolahan air, distribusi, dan infrastruktur terkait secara real-time.

SCADA adalah kombinasi dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) yang memungkinkan operator sistem air minum melakukan pemantauan cepat, pengendalian, keamanan kelancaran pasokan air minum yang otomatis.

Baca Juga:  Warga Batu Besar "Tersiksa" Pelayanan Buruk SPAM Batam, Akhir-akhir Ini

Panahatan Pertanyakan SCADA dan Pelayanan

Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, mempertanyakan transparansi dan penggunaan teknologi oleh BP Batam.

Ia menyinggung apakah benar BP Batam memiliki sistem pemantauan canggih seperti SCADA yang selama ini diklaim mampu mendeteksi kebocoran secara real-time?

Menurut Panahatan, kurangnya keterbukaan informasi dari pengelola air minum SPAM BP Batam menunjukkan adanya dugaan masalah di balik sengkarut pelayanan air minum ke masyarakat.

Panahatan kemudian melontarkan sejumlah pertanyaan kritis:

  1. Apakah benar BP Batam atau PT ABH saat ini mengoperasikan sistem SCADA?
  2. Jika benar SCADA digunakan, mengapa kebocoran pipa di Bengkong Pertiwi tidak terdeteksi hingga sebulan?
  3. Jika tidak digunakan, mengapa?
  4. Berapa biaya yang dikeluarkan dalam pengadaan SCADA yang diduga kurang berfungsi ini?
  5. Terkait kebocoran pipa, berapa tingkat kehilangan air (Non Revenue Water/NRW) SPAM BP Batam saat ini? Bukankah ini berdampak langsung pada kerugian operasional, apalagi kebocoran terjadi selama sebulan?
  6. Apakah layanan air minum masih menjadi prioritas utama dalam 15 program strategis BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra?

Panahatan juga mengingatkan bahwa kelangsungan pelayanan air minum dijamin oleh negara.

Ia mendesak Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turun langsung mengevaluasi kinerja mitra operasional — dalam hal ini, PT ABH.

Sebelumnya, Li Claudia juga pernah menyatakan akan mengevaluasi kontrak kerja PT ABH karena dugaan sejumlah masalah dalam layanan SPAM BP Batam.

Menurut Panahatan, permasalahan pelayanan buruk BP Batam dengan mitra operasionalnya sudah menjadi hal klasik.

Banyak warga di Bengkong menilai BU SPAM Batam kurang transparan kepada masyarakat terkait layanan air minum, yang kini berpotensi dipermasalahkan secara hukum. (A/Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Deputi BP Batam Dorong KEK, Li Claudia Justru Minta Dievaluasi: Ada Apa?

Berita Selanjutnya

Beri Insentif Denda 100 Persen, Piutang PBB-P2 Pemko Batam Rp 570 Miliar

Berita Selanjutnya
Jika Pengusutan PSPK Kota Batam Tak Tuntas, akan Dilapor ke Presiden Prabowo dan Kapolri

Beri Insentif Denda 100 Persen, Piutang PBB-P2 Pemko Batam Rp 570 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com