BatamNow.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menambah 13 unit bus Trans Batam dengan skema Buy The Service (BTS) melalui anggaran tahun 2025.
Kebijakan ini menuai sorotan karena tingkat penggunaan layanan Trans Batam oleh masyarakat dinilai masih rendah.
Pemkot Batam memulai angkutan subsidi ini sejak 18 Juli tahun 2005, namun belum memasyarakat hingga tahun 2025 ini.
Dalam Laporan Keuangan Pemko Batam yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2024, disebutkan rendahnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum berdampak langsung pada tidak tercapainya target pendapatan sektor transportasi.
Dari target Rp 12 miliar, Pemko Batam hanya mengumpulkan Rp 7,9 miliar atau sekitar 66,7%, meski ada 48 unit bus yang beroperasi setiap hari.
Tarif Trans Batam sendiri tergolong murah, yaitu Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 2.500 untuk pelajar.
Namun kenyataannya, jumlah penumpang harian hanya berkisar 5.000 orang.
Jumlah Armada Naik Jadi 61 Unit
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim,- sebelum mutasi tugas, menyatakan sebelum penambahan ini, jumlah armada Trans Batam yang aktif adalah 48 unit.
Dengan tambahan 13 bus baru, jumlah keseluruhan armada kini mencapai 61 unit, yang terdiri dari:
- 33 unit dari skema BTS
- 28 unit milik Pemko Batam (lama).

Jika dirata-rata, satu bus hanya mengangkut sekitar 104 penumpang per hari dengan beberapa rute/ koridor.
Padahal, jumlah penduduk Batam diperkirakan mencapai 1.269.413 jiwa. Aktivitas dan mobilitas masyarakat cukup tinggi.
Diperkirkan hanya sekitar 0,4% penduduk Batam yang menggunakan layanan bus kota setiap hari.
Sebagai perbandingan, data BPS dan Kementerian Perhubungan menunjukkan rata-rata nasional penggunaan transportasi umum di Indonesia adalah sekitar 15–20%.
Rute dan Koridor Baru
Sejak Trans Batam mulai beroperasi per 2005 masih dengan hanya tiga koridor: Jodoh–Batam Centre, Tanjung Uncang–Batam Centre, dan Tanjung Piayu–Batam Centre.
Kini, layanan telah berkembang, dengan rute dan koridor 13 bus terbaru termasuk:
- Koridor Jodoh – Punggur (7 bus baru)
- Koridor Sekupang – Sagulung (6 bus baru).
Rute mencakup lokasi strategis seperti: Transferpoint Punggur, PLTU Tanjung Kasam, Pasar Top One, Simpang KDA, Mega Legenda, Dutamas, Kepri Mall, Sukajadi, DC Mall, hingga Terminal Jodoh.
Mengapa Minat Masih Rendah?
Dalam laporan ke BPK, Pemkot Batam mengidentifikasi beberapa faktor penyebab rendahnya minat masyarakat menggunakan Trans Batam:
- Tingginya kepemilikan kendaraan pribadi
- Belum ada kebijakan pembatasan kendaraan pribadi atau insentif untuk naik angkutan umum
- Rute bus hanya di jalur utama, belum menjangkau permukiman (tidak ada layanan feeder)
- Minimnya fasilitas halte, terutama saat hujan atau cuaca panas
- Terbatasnya akses kartu uang elektronik, khususnya dari BRI, dan alasan lainnya.

Skema BTS Bernilai Rp 16,5 Miliar
Pengadaan 13 bus baru dilakukan pada April 2025 melalui skema mitra kerja sama dengan dua operator: PT Korona dan PT Bagong dari Jawa Timur.
Dalam skema ini, Pemko Batam tidak membeli bus secara langsung, melainkan menyewa layanan operasional.
Menurut data yang diperoleh BatamNow.com, anggaran:
- Subsidi BTS: sekitar Rp 8 miliar (APBD)
- Biaya operasional tambahan (sopir, BBM, perawatan, sistem tiket, dll): sekitar Rp 8,5 miliar
Total pembiayaan BTS tahun ini mencapai Rp 16,5 miliar.

Perlu Evaluasi Kebijakan
Ketua DPP Lembaga Investigasi Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, mempertanyakan urgensi pengadaan bus baru di tengah rendahnya minat masyarakat pengguna.
“Ini tampak kontradiktif dan mengundang pertanyaan. Mengapa Pemko Batam menambah armada, sementara data mereka sendiri menunjukkan minat masyarakat masih rendah?” ujarnya kepada BatamNow.com, Rabu (20/08/2025).
Panahatan mengakui bahwa secara niat, Pemko Batam memiliki tujuan baik untuk memperbaiki transportasi publik yang murah bahkan disubsidi.
Namun, ia menilai efektivitas dan manfaat subsidi besar-besaran ini perlu dikaji ulang, agar berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pengguna.
Data diperoleh media ini, sebelum 13 unit bus baru biaya pengeluaran Pemko Batam dalam mengoperasikan Trans Batam cukup besar.
Misalnya, belanja BLUD Trans Batam pada Dinas Perhubungan tahun 2024 sebesar Rp 7,7 miliar.
Terdapat belanja sewa alat beban pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor-Kendaraan Bermotor Penumpang Rp 32,3 miliar.
Terkait besaran sewa pengoperasian 13 unit bus baru sebesar Rp 16,5 miliar, belum diketahui dalam jangka berapa lama?
Upaya klarifikasi terkait data-data yang terungkap telah dicoba dilakukan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, lewat WhatsApp pada Rabu (20/08/2025), namun belum direspons. (A/Red)

