BatamNow.com – Stok bensin Pertamax dan Pertamax Turbo di sejumlah SPBU di Batam dalam sepekan terakhir dilaporkan kosong.
Kondisi ini memicu protes keras konsumen, terutama pengguna kendaraan bermesin modern.
“Kami biasa pakai Pertamax, sekarang kosong. Pakai Pertalite bisa gangguan pada mesin,” keluh Pardosi dan Ratno di Sagulung.
Warga lainnya, Namro dan Pambudi Santosa, menilai Pertamina tidak profesional karena gagal melayani konsumen non-subsidi.
Kritik juga datang dari Kasmono, pemilik Toyota Fortuner: “Apakah karena tak bisa dioplos lagi sehingga stok kosong cukup lama? Konsumen dirugikan”.
Konsumen menekankan bahwa Pertamax adalah BBM non-subsidi yang seharusnya memberi keuntungan bagi Pertamina, untuk membayar gaji dan tantiem buat para direksi dan komisaris namun pengadaannya dan pelayanan kepada konsumen justru bermasalah.
Para konsumen meminta pemerintah mengevaluasi kekosongan ini karena mengganggu mobilitas dan roda perekonomian Batam. “Kekosongan bensin begini harus cepat diatasi, karena berdampak luas bagi aktivitas masyarakat,” ujar pemerhati konsumen, Sumanto.
Sales Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, menjelaskan kekosongan Pertamax dan Pertamax Turbo akibat gangguan supply chain nasional. “Ini imbas beralihnya konsumen SPBU non-Pertamina terkait kuota impor,” kata Bagus.
Ia menambahkan, pasokan diperkirakan kembali normal awal Desember 2025. (A)

