BatamNow.com – Dunia konstruksi di Indonesia diprediksi kembali menggeliat pada tahun 2026. Optimisme itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS), Fandy Iood, dalam kegiatan Kolaborasi Konstruksi Vietnam dan Indonesia yang digelar di Aston Pelita Batam, Senin (8/12/2025).
Acara tersebut turut menghadirkan perusahaan kontraktor dan konstruksi berbasis fabrikasi baja dari Vietnam yang tengah menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Fandy Iood menyambut positif kehadiran kontraktor mancanegara, mengingat Indonesia saat ini berada dalam ruang kerja sama regional di bawah kesepakatan ASEAN Free Trade Area (AFTA).
AFTA adalah kesepakatan antar negara anggota ASEAN untuk menciptakan kawasan perdagangan bebas guna meningkatkan daya saing regional, menjadikannya basis produksi dunia, dan menciptakan pasar tunggal bagi sekitar 500 juta penduduk melalui penghapusan hambatan tarif (bea masuk) dan non-tarif, yang dimulai sejak tahun 1992 dan terus berkembang untuk integrasi ekonomi yang lebih kuat.
“Dari sisi usaha bisnis konstruksi maka kita para kontraktor Indonesia harus siap menghadapi tantangan global saat ini,” jelas Fandy Iood.
Ia mengatakan, dinamika teknologi dan perkembangan engineering menuntut pelaku konstruksi nasional untuk beradaptasi dan meningkatkan kapasitas.
Fandy menegaskan APPEKNAS membuka ruang kerja sama dengan seluruh kontraktor dari ASEAN yang ingin berinvestasi di Indonesia, selama tetap mematuhi regulasi sesuai amanat Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Kami akan terus berusaha mengajak para kontraktor Indonesia untuk naik kelas sehingga dapat bersaing maupun berkoloborasi dengan para kontraktor luar negeri,” tutup Fandy. (*)

