BatamNow.com – Kota Batam akan menjadi daerah pelopor penerapan Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia.
Program tersebut resmi diluncurkan bersama Pojok Lalu Lintas, di ballroom Hotel Harris Batam Center pada Rabu (17/12/2025). Pojok Lalu Lintas akan disediakan di sekolah sebagai sumber informasi tentang rambu-rambu, aturan, dan keselamatan dalam berlalu lintas.
Hadir Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Pol Asep Safrudin; Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Anom Wibowo, Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, dan lainnnya.

Kapolda mengatakan, penerapan kurikulum pendidikan lalu lintas dilatarbelakangi oleh posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura serta pesatnya pembangunan infrastruktur sebagai daerah tujuan investasi.
“Batam ini kota yang letak geografisnya berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura. Kita juga melihat bagaimana Batam mempersiapkan infrastruktur yang luar biasa, baik jalan maupun fasilitas umum lainnya,” ujarnya.
Menurut Kapolda, selain menyiapkan infrastruktur, pemerintah dan kepolisian juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang disiplin sejak usia dini.
“Oleh karena itu, selain infrastruktur, kita juga harus menyiapkan sumber daya manusianya. Menyiapkan disiplin sejak dini. Anak-anak sekolah, terutama tingkat dasar dan menengah, harus dibekali pengetahuan dan pelajaran tentang lalu lintas,” katanya.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Batam yang merespons cepat gagasan tersebut hingga akhirnya kurikulum lalu lintas dapat diakomodasi dan diterapkan di seluruh SD dan SMP se-Kota Batam.
“Hari ini terjalin kerja sama dan kita menyaksikan launching bagaimana kurikulum lalu lintas itu diakomodir di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di seluruh wilayah Kota Batam,” tambahnya.
Kapolda Kepri menjelaskan, penyusunan kurikulum ini melibatkan berbagai pihak, yakni Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Polda Kepri sebagai inisiator, serta para guru dan sekolah.
Selain itu, Polda Kepri juga memberikan pelatihan kepada para guru melalui Training of Trainers (ToT).
“TOT untuk guru itu pematerinya dari kami, dari jajaran kepolisian. Guru-guru SD dan SMP kita kumpulkan, kita berikan training, dan pembelajarannya dimasukkan ke dalam mata pelajaran PKN,” ujarnya.

Amsakar: Diterapkan Januari 2026
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni peluncuran, melainkan telah dipersiapkan secara matang.
“Guru-guru PKN sudah diberikan ToT sebelumnya. Silabus sudah disusun. Buku dan e-book juga sudah disiapkan. Ini menandakan bahwa dari guru sampai ke pelaksanaan, semuanya sudah dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Amsakar menyebutkan, kurikulum pendidikan lalu lintas ini akan mulai diterapkan pada Januari 2026.
Menanggapi kesiapan guru, Amsakar menjelaskan bahwa ToT bertujuan membekali guru dengan metode dan substansi pembelajaran agar materi tertib berlalu lintas dapat disampaikan secara menarik kepada siswa.
“ToT itu memberikan pemahaman kepada guru agar tepat dalam memberikan pelajaran kepada peserta didik, baik dari sisi metode maupun muatan substansinya,” jelasnya.
Amsakar menegaskan bahwa penerapan kurikulum ini tidak menambah beban signifikan karena materi lalu lintas terintegrasi dalam mata pelajaran PKN.
“Relatif tidak mempengaruhi penambahan guru karena pembelajaran ini masuk dalam PKN. Namun ke depan, penambahan guru tetap harus dilakukan seiring bertambahnya peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, mekanisme penambahan tenaga pendidik telah diatur melalui skema ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai regulasi nasional. (H)


