Catatan Redaksi BatamNow.com
Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam yang berada di Sekupang merupakan rumah sakit pionir di Batam.
RSBP dibangun sejak 1971 diawali sebagai Poliklinik Pertamina, yang kala itu Pertamina juga sebagai pionir mengembangkan pulau Batam.
Seiring pengembangan pulau ini, poliklinik itu resmi menjadi rumah sakit (RS) tipe C, pada 11 Agustus 1983.
Kemudian pada 2 Mei 2002, RSBP ditingkatkan menjadi tipe B. Lalu pada Desember 2018, yang dulunya sebagai RS perusahaan, berkembang menjadi rumah sakit pemerintah yang berada di bawah pengawasan kementerian.
Itu tentang sejarah singkat RSBP Batam.
Dulu pada masa kepimpinan H Muhammad Rudi (HMR) sebagai Kepala BP Batam, RSBP santer dikabarkan akan dikerjasamakan pengembangan operasional (KSPO) kepada PT Karunia Praja Pesona (KPP), Mayapada Healthcare Group.
Namun hingga masa jabatan Rudi berakhir, perjanjian KSPO itu belum dapat dibuat karena belum tercapai satu kesepakatan yang konkret.
Lalu Rudi pun digantikan Amsakar Achmad untuk memimpin BP Batam, setelah terpilih sebagai wali kota Batam yang notabene juga menjadi ex-officio Kepala BP Batam.
Amsakar menegaskan RSBP akan berdiri sebagai pelaku usaha mandiri yang dikelola secara langsung oleh BP Batam.
Pernyataan Amsakar itu pun, seolah membantah klaim Ariastuty Sirait kala menjabat Kabiro Humas di era kepemimpinan Rudi. Kini Ariastuty menjabat sebagai Deputi/ Anggota VI Bidang Pelayanan Umum BP Batam.
Kala itu, Ariastuty mengatakan bahwa BP Batam telah bekerja sama dengan Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India untuk pengelolaan RSBP.
“Walaupun nantinya akan dioperasikan oleh Mayapada, tapi pelayanan tetap sama seperti sebelumnya. Sama halnya dengan bandara dan pelabuhan, kerja sama yang kami lakukan didasari dengan komitmen agar pelayanan untuk masyarakat semakin lebih baik,” jelas Ariastuty, kala itu.
Pernyataan Ariastuty dikutip dari siaran pers nomor SP-44 /A1.5/2/2025, tertanda Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam.
Selain “polemik” RSBP yang gagal dikerjasamakan di penghujung masa jabatan Rudi, terjadi juga penggantian Direktur RS BP Batam dari dokter (dr) Sri Rezeki Handayani SpM kepada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Drs Asep Lili Holilulloh MM.
Penggantian itu lewat satu Surat Perintah Nomor 3/KA/2/2025, yang ditandatangani Kepala BP Batam Muhammad Rudi tertanggal 17 Februari 2025.
2025 RSBP Terima Penghargaan
Dikutip dari beberapa sumber, tahun 2025 RSBP memperoleh 3 penghargaan sekaligus, adapun penghargaan itu, antara lain;
Pada Jumat (12/12/2025), RSBP meraih penghargaan di tingkat nasional berupa Golden Best Awards 2025 pada kategori “The Best Reliable Hospital in Health Service Excellent of the Year”.
Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penganugerahan yang digelar di Ballroom The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta.
Dan penghargaan itu diterima langsung oleh Direktur RSBP, dr Tanto Budiharto.
Selain itu, RSBP juga menerima penghargaan pada ajang Trusted Achievement Award 2025 dalam kategori “Excellent Hospital in Improving Healthcare Services of The Year 2025” pada Jumat 21 November 2025.
Penghargaan selanjutnya yaitu “The Best Performance Hospital with Good Corporate Governance of The Year” dalam ajang Indonesian Best Winner Award 2025 di Sunlake Resort and Convention Jakarta, pada 19 September 2025.
Selain penghargaan baru-baru ini, RSBP juga menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri berupa 1 (satu) unit ambulans dalam kondisi siap pakai.
Penyerahan mobil ambulans itu diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, di halaman luar lobi Gedung B RSBP Batam. (*)

