BatamNow.com – PT Air Batam Hilir (ABH) menggelar pertemuan dengan warga RT 08/ RW 03 Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban terkait kesulitan mendapat distribusi air perpipaan bertahun-tahun, Senin (26/01/2026).
Corporate Communication (Corcom) PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah mengatakan pertemuan di perumahan itu dihadiri Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan; anggota DPRD Batam, Yefri; perwakilan Polsek Sekupang; Camat Sekupang, Ersan; perangkat RT/RW; serta tokoh masyarakat.
Terkait keluhan warga bahwa krisis air sudah selama bertahun-tahun, Ginda mengatakan bahwa Perumahan Taman Sari Hijau termasuk dalam 18 wilayah stress area di Batam yang kesulitan air.
“Sejumlah wilayah di antaranya telah berhasil diselesaikan, dan sisanya menjadi fokus penanganan kami – PT ABH bersama BP Batam – BU SPAM. Program penyelesaian untuk kawasan ini telah disetujui dan akan dilaksanakan secara bertahap dalam waktu dekat,” jelasnya kepada BatamNow.com, Selasa (27/01/2026).

Selain kondisi stress area, Ginda menjelaskan gangguan suplai air minum juga terjadi dalam beberapa hari terakhir karena kerusakan pompa di WTP Sei Ladi.
“Saat ini, kami tengah melakukan upaya maksimal untuk memulihkan performa instalasi tersebut melalui pemasangan pompa baru yang telah selesai diinstal,” katanya.
“PT ABH menargetkan dalam waktu 7 hari ke depan, suplai air dapat kembali berangsur normal seperti sebelum terjadinya kerusakan, dengan aliran air yang dapat dirasakan warga setiap hari,” tambahnya.
Sambil menunggu proses pemulihan tersebut, kata Ginda, PT ABH juga akan melakukan langkah jangka pendek dengan pendistribusian air menggunakan mobil tangki secara rutin.
“Untuk wilayah RT 08 RW 03 Perumahan Taman Sari Hijau, distribusi dilakukan sebanyak 6 mobil tangki per hari guna memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi,” terangnya.
Ginda juga mengungkap solusi jangka panjang untuk warga Perumahan Taman Sari Hijau, di mana PT ABH telah berkoordinasi dengan BP Batam melalaui Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) untuk menambah kapasitas suplai air sebesar 50 liter per detik (lps) di WTP Sei Ladi.
“Dan juga mengusulkan pembangunan pipa dari tangki Ladi ke Tiban untuk menyalurkan tambahan produksi dari IPA Ladi 50 lps yg baru tersebut sehingga pelaksanaan dan penyalurannya berjalan baik,” tandasnya.
“Penambahan kapasitas ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan suplai air tidak hanya di Perumahan Taman Sari Hijau, tetapi juga wilayah Tiban dan sekitarnya secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Sementara menurut warga, mereka dalam 20 tahun ini kesulitan mendapat suplai air minum perpipaan. Air hanya mengalir mulai pukul 02.00 hingga 05.00 dini hari, itu pun dengan debit yang sangat kecil.
Sebelumnya mereka mengungkap rencana akan menggelar demonstrasi terkait krisis air itu. Namun kemudian PT ABH datang menemui ke Perumahan Taman Sari Hijau untuk menjelaskan situasi dan solusi yang diberikan. (D)

