BatamNow.com – BP Batam mencatat realisasi investasi di Batam mencapai Rp 69,3 triliun sepanjang tahun 2025, yang berasal dari investasi asing (PMA) dan dalam negeri (PMDN).
Pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan dan menjadi indikator keberhasilan BP Batam dalam menarik modal.
Sementara itu, wilayah tetangga, Kabupaten Karimun, juga menunjukkan kemajuan signifikan dengan masuknya komitmen investasi berskala besar.

Komitmen tersebut berasal dari PT Panda Energy Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp 36 triliun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan tersebut untuk pengembangan pusat energi baru terbarukan (EBT) berskala internasional.
Proyek ini direncanakan akan berlokasi di Pulau Sugi Besar, Kabupaten Karimun.
Berdasarkan pemberitaan yang beredar, proyek dari PT Panda Energy Indonesia ini digadang-gadang sebagai salah satu investasi terbesar di Provinsi Kepulauan Riau tahun ini.
Rencananya, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi hub EBT yang terintegrasi, yang diharapkan tidak hanya meningkatkan bauran energi nasional tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal, seperti membuka lapangan kerja dan mendorong pengembangan infrastruktur pendukung.
Keberhasilan Karimun menarik investasi senilai tersebut turut memperkuat posisi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Karimun sebagai destinasi investasi strategis, terutama di sektor industri energi dan maritim.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di luar Batam sebagai pusat pertumbuhan utama di provinsi ini.
Dengan masuknya investasi di Karimun, tahun 2026 dan seterusnya menunjukkan Batam tidak lagi memonopoli masuknya arus investasi ke Kepulauan Riau dan kawasan Karimun menjadi daya tarik di mata investor domestik dan global. (Red)

