Satu Korban Masih Belum Bisa Dievakuasi, Sudah 24 Jam Terjebak di Tugboat Terbalik di ASL Shipyard - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Satu Korban Masih Belum Bisa Dievakuasi, Sudah 24 Jam Terjebak di Tugboat Terbalik di ASL Shipyard

by BATAM NOW
07/Mar/2026 16:08
Satu Korban Masih Belum Bisa Dievakuasi, Sudah 24 Jam Terjebak di Tugboat Terbalik di ASL Shipyard

Suasana di perairan sekitar galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Batam pada Sabtu (07/03/2026) dalam proses evakuasi tugboat terbalik. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Lebih dari 24 jam sejak insiden kapal tugboat terbalik saat memandu kapal tanker di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batam, satu orang kru kapal hingga kini masih belum berhasil dievakuasi.

Korban diketahui bernama Yusuf Tankin, Second Engineer di kapal Tugboat Mega milik agensi PT Pradana Samudera Lines.

Saat kejadian, kapal tersebut tengah memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta untuk masuk ke dock di galangan kapal tersebut sekira pukul 14.30 WIB.

Informasi dari kepolisian, tugboat itu terbalik sekira pukul 15.00, atau sudah lebih dari 24 jam per berita ini diterbitkan.

Hingga saat ini, Yusuf diduga masih terjebak di dalam ruang mesin kapal yang terbalik.

@batamnow Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal (shipyard) PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. Satu unit kapal pandu (tugboat) bernama Mega yang sedang beraktivitas memandu kapal Kyparissia untuk sandar dilaporkan terbalik di perairan sekitar shipyard tersebut pada Jumat (06/03/2026) sore. Insiden tersebut menewaskan tiga orang anak buah kapal (ABK). Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian terdapat lima orang kru di atas tugboat tersebut. Kapal pemandu itu tiba-tiba terbalik ketika sedang melakukan proses pemanduan kapal untuk sandar di area galangan. Akibat peristiwa itu, seluruh kru tercebur ke laut. Dari lima orang kru, satu orang berhasil diselamatkan, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih terjebak di tugboat dan belum bisa dievakuasi hingga malam ini. "Satu orang ditemukan selamat, tiga meninggal dunia, yang satu lagi masih berada di dalam kapal dan kita masih belum bisa pastikan," kata Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo kepada BatamNow.com, Jumat (06/03) malam. Menurutnya, penyelam telah mencoba mengevakuasi namun proses dihentikan karenaada tumpahan minyak yang berpotensi membahayakan tim penyelamat. Tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik. Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini Batam. AKP Bayu Rizki menjelaskan kronologi singkat kejadian itu. "Jam 14.30 itu kapal anchor mulai sandar dibantulah sama kapal tugboat. Nah pada pukul 15.00 kapal itu terbalik, kapal tugboat itu," jelasnya. "Pukul 15.30 itu tim gabungan dari Basarnas dan Polair Polda Kepri tiba di lokasi, langsung upaya evakuasi," tambahnya. Wakapolsek Batu Aji, Iptu Andi Pakpahan, saat dikonfirmasi awak media juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tugboat yang memandu kapal sandar tiba-tiba terbalik sehingga para kru jatuh ke laut. “Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tugboat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat cuaca hujan dan angin kencang,” ujar Andi. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pantauan di kamar jenazah RS Mutiara Aini Batu Aji, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Sejumlah keluarga terlihat menangis setelah mengetahui anggota keluarga mereka menjadi korban dalam insiden tersebut. Catatan Kecelakaan Kerja di ASL Shipyard Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard tercatat menelan sedikitnya 19 korban jiwa. Peristiwa kecelakaan terbesar terjadi pada 15 Oktober 2025 ketika kebakaran dan ledakan melanda kapal tanker Federal II yang sedang menjalani perbaikan di galangan tersebut. Insiden itu adalah kejadian kedua pada kapal yang sama dan menewaskan 14 pekerja serta melukai puluhan pekerja lainnya. Sementara ledakan pertama kapal Federal II pada 24 Juni 2025, menewaskan 4 orang dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Sementara pada 29 Desember 2025, seorang pekerja subkontraktor juga dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat melakukan pekerjaan di area galangan PT ASL Shipyard. Jika digabung dengan insiden tugboat terbalik yang terjadi hari ini dan menewaskan tiga ABK, maka dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026 sedikitnya 22 pekerja dan kru kapal dilaporkan meninggal dunia dalam berbagai kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia. Sementara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat inspeksi mendadak ke PT ASL Shipyard Indonesia pada Selasa (14/02), mengungkapkan sudah ada 20 korban jiwa di galangan kapal tersebut… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamviral #batamnews #batampunyacerita #fyp #batamtiktok #fypdong #semuatentangbatam ♬ original sound – BatamNow.com

 

Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pihaknya masih menunggu proses pengangkatan tugboat oleh pihak galangan kapal.

“Jadi proses terkait pengangkatan itu wewenangnya ada di galangan ini prosesnya masih berjalan jadi untuk sementara menunggu hasil diangkat dulu ke darat. Saat ini prosesnya masih berjalan, kita hanya fokus di evakuasinya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (07/03/2026).

Suasana di perairan sekitar galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Batam pada Sabtu (07/03/2026) dalam proses evakuasi tugboat terbalik. (F: ist)

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kabar kepastian nasib Yusuf.

Roy, keponakan korban yang ditemui di pintu masuk PT ASL Shipyard Indonesia di Tanjung Uncang, mengatakan dirinya datang untuk melihat langsung proses pencarian. Namun ia mengaku sempat dicegat petugas keamanan perusahaan.

“Tadi malam juga saya sudah ke perusahaan, kata pihak perusahaan agar menunggu di Rumah Sakit Aini, karena semua korban akan dibawa ke rumah sakit. Tapi sampai seluruh jenazah dibawa keluarganya pulang, om saya tidak ada,” ujarnya.

Roy menjelaskan, Yusuf selama ini tidak memiliki tempat tinggal tetap di Batam karena bekerja di kapal.

“Kalau di Batam ini tidak ada tempat tinggal, selama ini tinggal di mess dan kadang di kapal, seluruh keluarga berada di Samarinda,” katanya.

Keluarga berharap proses evakuasi dapat segera dilakukan agar korban dapat dibawa pulang ke kampung halaman di Samarinda.

Sebelumnya, Kapolsek Batu Aji,.AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan tim penyelam telah melakukan pencarian terhadap para kru yang berada di dalam kapal.

“Pada pukul 15.15 WIB, Tim Diver dari PT Global Marine Engineer menemukan 3 orang kru kapal dalam kondisi meninggal dunia. Selain itu, 1 orang kru ditemukan selamat dalam kondisi mengapung di atas air,” ujarnya.

Ia menambahkan, satu kru lainnya diduga masih berada di dalam kapal dan sempat memberi respons kepada tim penyelam.

“Korban sempat memberikan respon dengan membalas ketukan besi yang dilakukan oleh tim diver PT Global Marine Engineer,” katanya.

Namun hingga kini korban masih belum dapat dievakuasi karena proses pengangkatan kapal masih berlangsung.

Tiga korban tewas yang sudah dievakuasi adalah Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/ KKM).

Jenazah ketiganya telah diserahkan ke pihak keluarga lewat RS Mutiara Aini, Batu Aji, Sabtu (07/03) dini hari. (H)

Berita Sebelumnya

Ditreskrimsus Polda Kepri “Kejar” LCT Mutiara Garlib Samudera, Meper di Kasus Kontainer Limbah B3 Batu Ampar

Berita Selanjutnya

Rasmen Simamora: Pelayanan Buruk SPAM BP Batam Berpotensi Langgar HAM

Berita Selanjutnya
Rasmen Simamora: Pelayanan Buruk SPAM BP Batam Berpotensi Langgar HAM

Rasmen Simamora: Pelayanan Buruk SPAM BP Batam Berpotensi Langgar HAM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com