Yusuf Tankin Beber Penyebab Selamat Usai 38 Jam Terjebak dalam Tugboat Terbalik di ASL Shipyard - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Yusuf Tankin Beber Penyebab Selamat Usai 38 Jam Terjebak dalam Tugboat Terbalik di ASL Shipyard

by BATAM NOW
08/Mar/2026 18:34
Yusuf Tankin Selamat Setelah 38 Jam Terjebak dalam Tugboat Terbalik di Perairan ASL Shipyard

Yusuf Tankin second engineer di kapal Tugboat Mega, berhasil dieavakuasi dengan selamat pada Minggu (08/03/2026) sekira pukul 05.00 WIB atau setelah 38 jam terjebak di dalam kapal yang terbalik sejak Jumat (06/03) pukul 15.00 WIB. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Yusuf Tankin, kru dari Tugboat Mega yang terbalik di perairan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, membeber momen-momen menegangkan dan penyebabnya selamat dalam insiden tersebut.

Kejadian itu diungkap saat Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Mutiara Aini tempatnya kini dirawat, Minggu (08/03/2026).

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura (kemeja putih) dan Kadisnakertrans Kepri Diki Wijaya (jaket) membesuk Yusuf Tankin second engineer di kapal Tugboat Mega yang dirawat di RS Mutiara Aini, Kota Batam, usai dievakuasi dari dalam kapal yang terbalik selama 38 jam di perairan PT ASL Shipyard Indonesia. (F: ist)

Yusuf Tankin mengungkapkan bahwa saat itu, Tugboat Mega sedang membantu proses assist kapal MV Kyparissia di area jetty PT ASL Shipyard, bersama dengan tugboat lainnya.

Tiba-tiba, Tugboat Mega diminta untuk pindah ke sisi kanan, namun tanpa diduga kapal tersebut miring dan langsung tenggelam.

“Kami disuruh pindah ke kanan tiba-tiba kapal miring dan langsung tenggelam. Saya mau lompat ke luar enggak sempat, masuk lagi ke kamar kami kru,” ujar Yusuf menceritakan peristiwa tersebut.

Menurut Yusuf, seorang petugas yang diduga dari bagian keselamatan (safety) datang memberikan senter dan tabung oksigen (O2) kepadanya.

“Di situ ada cofferdam, cofferdam kan kosong. Datang safety bawa O2, saya pakai. ‘Bisa nggak bapak keluar’ katanya. Air memang nggak masuk. Kalau masuk, mati saya di dalam,” tambahnya.

Saat Wakil Gubernur Kepri Nyangnyang Haris Pattimura menanyakan kapal yang sedang di-assist oleh Yusuf, ia menjelaskan bahwa kapal yang sedang dibantu adalah kapal dengan GT besar.

Namun saat tugboat berpindah ke sisi kanan itulah tetiba kapal miring dan terbalik.

Sebelum kapal terbalik, Yusuf mengaku sempat mendengar peringatan dari kepala kamar mesin (KKM) yang mengatakan bahwa kapal akan karam.

Baca Juga:  MV Elsa Regent yang Terbakar di Galangan ASL Kapal Survei Seismik Milik Elnusa Tidak Bermuatan Minyak Mentah

“KKM ku bilang karam, karam. Saya minum air rasa asin. Saya langsung lari ke kamar di bawah itu, karena rencana saya mau lompat nggga sempat keluar,” jelas Yusuf.

Menurutnya, ia bisa selamat karena keputusannya lari ke kamar di bagian bawah tugboat, meski akhirnya terjebak di sana selama 38 jam hingga berhasil dievakuasi.

“Tapi memang untung saya lari ke bawah, karena kalau saya lari keluar mungkin saya pasti habis,” ucapnya.

Evakuasi dilaksanakan setelah Tugboat Mega yang terbalik, bisa ditarik ke darat. Sebelumnya penyelaman sempat dilakukan namun dibatalkan karena ada tumpahan minyak yang membuat operasi berisiko.

Di hadapan Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Yusuf menegaskan bahwa mereka hanya membantu kapal besar tersebut.

“Karena kita mesin kecil, cuma master jetty bilang ASL Mega pindah ke sana, ke kanan. Dia yang atur, dorong, maju, mundur, dia yang atur semua,” pungkasnya.

Dalam peristiwa ini ada tiga kru yang menjadi korban tewas yakni Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/ KKM).

Sementara satu kru lagi yakni , M. Habib Ansyari, Chief Engineer, berhasil diselamatkan di hari kejadian, Jumat (06/03) sore.

Sebelum kejadian, kapal tersebut tengah memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta untuk masuk ke dock di galangan kapal tersebut sekira pukul 14.30 WIB. (H)

Berita Sebelumnya

Mukjizat! Bertahan 38 Jam di Kapal Terbalik: Apa Itu Kantung Udara Penyelamat Yusuf Tankin?

Berita Selanjutnya

HUT ke-9 SMSI, Ketum Firdaus: Media Siber Harus Adaptif Hadapi Perubahan Digital

Berita Selanjutnya
HUT ke-9 SMSI, Ketum Firdaus: Media Siber Harus Adaptif Hadapi Perubahan Digital

HUT ke-9 SMSI, Ketum Firdaus: Media Siber Harus Adaptif Hadapi Perubahan Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com