BatamNow.com – Kisah dramatis terjadi di perairan galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam.
Di tengah tragedi yang menewaskan tiga anak buah kapal (ABK) Tugboat Mega, kini second engineer Yusup Tankin berhasil dievakuasi dengan selamat setelah terjebak sekitar 38 jam di dalam kapal yang terbalik.
Peristiwa itu terjadi Jumat, 6 Maret 2026, saat Tugboat Mega membantu proses sandar kapal kargo Kyparissia. Kapal tunda tiba-tiba terbalik sekira pukul 15.00 WIB, membuat lima kru tercebur ke laut.
Tiga di antaranya meninggal dunia: Abdul Rahman – Kapten kapal, Guntur Pardede – Chief / Mualim, dan Jhonson Bertuahman Damanik – Kepala Kamar Mesin (KKM).
Satu kru lain, M. Habib Ansyari, Chief Engineer, berhasil selamat dan diketahui berasal dari Kalimantan.
Yusup sempat dinyatakan hilang, hingga tim penyelam akhirnya menemukannya hidup masih terjebak di kamar mesin kapal, meski kapal sudah terbalik dan sebagian terisi air.

Para pakar dan praktisi pelaut yang diwawacarai BatamNow.com, menjelaskan fungsi kantung udara di kapal.
Mereka juga mengatakan adalah mukjizat atas selamatnya Yusuf Tankin karena orang yang terjebak di kantong udara (air pocket) biasanya hanya mampu bertahan beberapa jam hingga satu hari.
Namun Yusup berhasil melawan batas itu, bertahan sekitar 38 jam berkat udara terbatas di ruang mesin.
@batamnow Yusuf Tankin akhirnya ditemukan selamat setelah 38 jam terjebak di dalam kapal tugboat yang terbalik sekitar perairan PT ASL Shipyard Indonesia, di Tanjung Uncang, Batam. Yusuf yang bekerja sebagai second engineer itu terjebak di dalam kamar mesin Tugboat Mega yang terbalik sejak Jumat, 6 Maret 2026 pukul 15:00 WIB dan berhasil dievakuasi pada Minggu pukul 05.00. Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring mengatakan korban berhasil ditemukan setelah tim penyelam melakukan pencarian di dalam kapal. “Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB dari kamar mesin kapal,” ujar Dedius saat dikonfirmasi, Minggu (08/03/2026). Dedius mengatakan proses penyelaman dilakukan oleh tim penyelam dari pihak PT ASL. Setelah berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke RS Mutiara Aini di Batu Aji untuk mendapatkan penanganan medis. “Penyelaman dilakukan tim penyelam ASL. Setelah berhasil dievakuasi, Yusuf langsung dibawa ke RS Mutiara Aini. Kondisinya stabil hanya saja korban mengalami sesak napas akibat terpapar tumpahan bahan bakar,” ujarnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya mengatakan korban selamat dan dinilai sebuah mukjizat. “Korban yang terjebak alhamdulillah masih hidup. Jadi korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Mukjizat, korban masih sadar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp. Tiga korban tewas dalam peristiwa ini adalah Abdul Rahman (kapten kapal), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/ KKM). Sebelum kejadian, kapal tersebut tengah memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta untuk masuk ke dock di galangan kapal tersebut sekira pukul 14.30 WIB. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #batamhits ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Apa Itu Kantong Udara dalam Kapal?
Kantong udara atau air pocket, kata mereka, adalah ruang kosong berisi udara yang terperangkap di bagian kapal saat kapal tenggelam atau terbalik.
Biasanya terbentuk di kamar mesin, ruang penyimpanan, atau kompartemen kedap air.
Ruang ini memungkinkan korban dapat bernapas meski kapal terbalik atau tidak tenggelam sepenuhnya mengurangi paparan langsung dengan air laut.
Namun jika persediaan oksigen terbatas, sehingga waktu bertahan hidup bergantung pada ukuran ruang udara yang semakin besar, semakin lama oksigen tersedia.
Jika jumlah orang di dalamnya semakin banyak, oksigen lebih cepat habis.
Kondisi ruang ada kebocoran air atau ventilasi suhu dan kelembapan – panas atau uap bahan bakar bisa melemahkan tubuh.
Aktivitas korban atau gerakan minimal membantu menghemat oksigen.
Dalam dunia penyelamatan laut, beberapa korban pernah bertahan 48–72 jam di air pocket.
Yusup Tankin termasuk kasus luar biasa, yang membuktikan manusia bisa bertahan di batas ekstrem sambil menunggu tim evakuasi.
“Para ahli menyebut korban biasanya hanya bertahan beberapa jam hingga satu hari. Namun Yusuf berhasil melawan batas itu, bertahan sekitar 38 jam di kapal yang terbalik,” kata seorang pelaut. (Red)

