Penambahan Fuel Surcharge Feri Batam–Singapura: Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tinjau - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Penambahan Fuel Surcharge Feri Batam–Singapura: Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tinjau

by BATAM NOW
16/Mar/2026 10:30

Ilustrasi. Kapal feri internasional berlayar menuju Pelabuhan Batam Center. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Penerapan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) pada rute feri penumpang Batam–Singapura–Batam menuai keluhan dari pelaku usaha pariwisata dan masyarakat.

Tambahan biaya tersebut dinilai sepihak dan mendadak serta berpotensi membebani penumpang.

Operator feri memberlakukan fuel surcharge sebesar Rp 65.000 per penumpang untuk keberangkatan dari Batam menuju Singapura.

Sementara penumpang dari Singapura ke Batam dikenakan tambahan 6 dolar Singapura (SGD) atau sekitar Rp 70.000 – Rp 75.000 per orang.

Dengan tambahan biaya itu, total pengeluaran penumpang untuk perjalanan pulang-pergi (PP) Batam–Singapura diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 940.000, dari sebelumnya sekitar Rp 800.000.

Minta Pemerintah Tinjau Kebijakan

Sejumlah pelaku usaha pariwisata di Batam menilai penambahan fuel surcharge pada dasarnya sama saja dengan kenaikan harga tiket.

“Bagi penumpang tetap saja menambah biaya perjalanan,” ujar beberapa pelaku usaha pariwisata yang tak sudi namanya ditulis.

Mereka meminta pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, KSOP, BP Batam, serta Pemprov Kepri mengevaluasi kebijakan tersebut. KPPU juga diminta memantau kemungkinan adanya praktik yang merugikan konsumen.

Baca Juga:  Di Batam Ditemukan 2 Kasus Covid-19 JN.1, Kadinkes: Dirawat di RS Tapi Karena Penyakit Lain

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan hingga kini belum ada pembatalan kunjungan wisata akibat kebijakan tersebut.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan akan mengecek kebijakan tersebut dan mengingatkan operator feri agar tidak menaikkan biaya perjalanan secara berlebihan serta tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Kata Ansar, jika berdampak signifikan, Pemprov Kepri akan memanggil operator feri untuk membahasnya.

BatamNow.com coba konfirmasi kepada operator feri internasional namun tidak merespons. Begitu juga dengan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepri Junaidi. (Red)

Berita Sebelumnya

Bedah Buku “Batam 2045” Karya Ir Suryanto Warnai Buka Bersama PWI Kepri

Berita Selanjutnya

Rapat Debottlenecking PSN, Li Claudia: Kasihan Presiden Saya, Purbaya: Kita Nggak Usah Ngotot di Sini

Berita Selanjutnya
Nama Partai Golkar Terseret di PSN Galang: Kebijakan atau Politik?

Rapat Debottlenecking PSN, Li Claudia: Kasihan Presiden Saya, Purbaya: Kita Nggak Usah Ngotot di Sini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com