Maaf! Covid Disebut Bertahan Lama di Bumi, Meski Ada Vaksin - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Maaf! Covid Disebut Bertahan Lama di Bumi, Meski Ada Vaksin

14/Feb/2021 17:09
Positif Covid-19 di Kepri Menjadi 3 orang

Ilustrasi virus Corona. (F: Getty Images)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Makin banyak pakar kesehatan yang memprediksi virus Covid-19 akan menjadi endemik atau bertahan selamanya di Bumi meskipun ada vaksin Covid-19. Pandangan terbaru datang dari David Heymann dari London School pf Hygiene and Tropical Medicine.

“Saya pikir jika Anda berbicara dengan sebagian besar ahli epidemiologi dan petugas kesehatan masyarakat, meraka akan mengatakan mereka yakin penyakit ini akan menjadi endemik, setidaknya jangka pendek dan kemungkinan besar jangka panjang,” ujar David Heymann.

Dilansir CNBCIndonesia.com, David Heymann merupakan ketua kelompok strategis dan teknis WHO untuk penyakit menular dan memimpin unit penelitian menular Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) selama endemi SARS 2002-2003.

David Heymann menambahkan sulit untuk menentukan nasib virus Covid-19 karena hasilnya bergantung banyak faktor yang tidak diketahui.

“Saat ini, penekanannya adalah pada penyelamatan nyawa, dan memastikan bahwa rumah sakit tidak terlalu terbebani dengan pasien Covid-19,” terangnya.

Kenapa Covid-19 bisa menjadi endemik sementara vaksinasi sudah mulai dilakukan? Dr Jeremy Farrar mengatakan virus ini bermutasi tetapi bisa bisa dikendalikan dengan tindakan yang tepat. Covid-19 terkendali bukan berarti virus ini hilang selamanya.

“Covid-19 adlah infeksi endemik ke manusia. Realitas ilmiahnya dengan begitu banyak orang yang terinfeksi di seluruh dunia, virus akan terus bermutasi,” ujar Jerremy seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (14/02/2021).

“Hidup dengan virus ini tidak berarti kita tidak bisa mengendalikannya. Kita perlu belajar dari 2020 dan bertindak cepat. Setiap hari adalah penting.”

David Heymann pun menyarankan masyarakat memperlakukan COvid19 layaknya penyakit endemik lainnya seperti tuberkulosis dan HIV, serta penyakit flu.

“Kita telah belajar untuk hidup dengan semua infeksi ini, kita telah belajar bagaimana melakukan penilaian risiko sendiri. Kita memiliki vaksin untuk beberapa (penyakit ini), kita memiliki terapi untuk yang lain, kita memiliki tes diagnostik yang dapat membantu semua melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk hidup dengan virus ini,” ujarnya.(*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Korban Tewas Carry Terbakar di SPBU Merapi Subur Bertambah. Sempat Dirawat, Alasan Tamba pun Meninggal Menyusul Kakaknya

Berita Selanjutnya

Tangis Ibu dan Kerabat Melepas Kepergian Kakak Beradik yang Tewas dalam Peristiwa Carry Terbakar di SPBU Merapi Subur

Berita Selanjutnya
Tangis Ibu dan Kerabat Melepas Kepergian Kakak Beradik yang Tewas dalam Peristiwa Carry Terbakar di SPBU Merapi Subur

Tangis Ibu dan Kerabat Melepas Kepergian Kakak Beradik yang Tewas dalam Peristiwa Carry Terbakar di SPBU Merapi Subur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com