BatamNow.com – Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan Bripda AS sebagai tersangka dalam kasus kematian juniornya yakni Bripda Natanael Simanungkalit, personel Bintara Samapta Polda Kepri angkatan 2025.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sembilan orang saksi.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (14/04/2026).
“Iya benar, telah memeriksa 9 orang dan menetapkan 1 orang tersangka Bripda AS. AS adalah seniornya,” ujarnya kepada BatamNow.com, melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, hingga saat ini proses pemeriksaan masih terus berlangsung.
@batamnow Seorang anggota Polri berpangkat Bripda, Natanael Simanungkalit, dilaporkan meninggal dunia dan diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum senior di lingkungan Mapolda Kepulauan Riau (Kepri). Korban diketahui merupakan anggota Bintara Samapta Polda Kepri angkatan 2025. Ia ditemukan meninggal dunia di Mess Bintara Remaja Polda Kepri. Natanael merupakan putra dari pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga mengalami kekerasan yang melibatkan sekitar lima orang senior. Dugaan ini mencuat setelah jasad korban ditemukan dengan sejumlah luka lebam di bagian tubuh, terutama di punggung. Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan waktu kematian dan apakah kejadian itu merupakan pengeroyokan. “Belum dapat diketahui apakah pengeroyokan atau tidak, namun beberapa personel sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan. Kejadian di Mess Bintara Remaja, dan saat ini korban di RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ujar Nona melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/04/2026). Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, juga menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan telah memerintahkan Kabid Propam dan Dirreskrimum Polda Kepri untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara tuntas, profesional, dan transparan. “Kapolda menyampaikan turut berduka atas peristiwa yang terjadi dan telah memerintahkan Kabid Propam serta Dirreskrimum untuk melakukan proses hukum secara tuntas. Polda Kepri tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” ujar Nona Pricillia. Korban diketahui merupakan warga Sagulung dan baru dilantik sebagai anggota Polri pada Desember 2025. Sejak dilantik, ia tinggal di mess yang berada di lingkungan Mapolda Kepri. Saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian secara medis dan objektif. Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim pemeriksa. Polda Kepri mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang sedang berlangsung. Informasi diperoleh, orangtua Natanael mengetahui kematian putra kedua dari empat bersaudara itu pada Selasa (14/04) sekira pukul 03.00. Padahal pada malam beberapa jam sebelumnya, Natanael masih melakukan panggilan video (video call) bersama orangtua dan adik-adiknya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamviral #batamnews #batampunyacerita #fyp #batamtiktok #fypdong #semuatentangbatam #poldakepri ♬ original sound – BatamNow.com
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah mendiang Natanael di Perumahan Buana Mas 2 Cluster Platinum Nomor 68, Kecamatan Sagulung, Selasa siang.
Pantauan di lokasi, sebuah peti jenazah dan salib berwarna putih telah disiapkan di halaman rumah.
Sejumlah personel kepolisian tampak berada di bawah tenda yang terpasang di depan rumah duka. Dari dalam rumah, terdengar tangis histeris keluarga korban.
“Natanael, Natanael, kenapa bisa begini,” jerit nenek dari pihak ibu korban sambil berulang kali memanggil nama cucunya.

Hingga berita ini diterbitkan, jenazah Natanael belum tiba di rumah duka. Sebelumnya, jenazah berada di RS Bhayangkara Polda Kepri, Nongsa, untuk menjalani proses autopsi.
Natanael merupakan putra dari pasangan Royamser Simanungkalit dan Rosdewi Br Napitupulu. Ia ditemukan meninggal dunia di Mess Bintara Remaja Polda Kepri dan diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum senior.
Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban, terutama di bagian punggung.
Pihak keluarga mengaku menerima kabar duka pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
“Kami dapat telepon dari seniornya jam 03.00 subuh dibilang hanya accident saja. Kami langsung ke sana dan sudah ditutupi kain. Saya yang pertama memegang jenazahnya badannya penuh memar, sama kepala bagian belakang,” ujar Jefri Simanungkalit, adik kandung ayah korban.
Menurut Jefri, pada malam sebelumnya sekitar pukul 20.00 WIB, Natanael masih sempat melakukan video call dengan orang tua dan adik-adiknya dalam kondisi baik-baik saja.
“Tapi jam 3 kami dapat kabar sudah seperti ini. Saya yakin ini dikeroyok. Soalnya kalau satu lawan satu masih bisa dia lawan karena dia bisa karate,” katanya.
Ia menyebut Natanael sebagai pribadi pendiam, tidak neko-neko, dan tidak pernah membuat masalah.
Kapolda Kepri Perintahkan Usut Tuntas
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia mengatakan bahwa Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin turut menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kapolda menyampaikan turut berduka atas peristiwa yang terjadi dan telah memerintahkan Kabid Propam serta Dirreskrimum untuk melakukan proses hukum secara tuntas. Polda Kepri tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun,” kata Nona.
Menurutnya, proses forensik akan melibatkan tim dokter Polri bersama dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Jadi dokter Polri akan melaksankan forensik dengan tim dokter dari FK UI RSCM,” kata Nona. (H)

