Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kekayaan Bupati Natuna Cen Sui Lan Amblas Rp 273 Miliar dalam Setahun

14/Apr/2026 14:35
Bupati Natuna Cen Sui Lan Jadi Kepala Daerah Terkaya di Kepri Versi LHKPN

Bupati Natuna, Cen Sui Lan. (F: net)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Harta kekayaan Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengalami penurunan drastis hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang tercatat di e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2025 (dilaporkan pada 3 April 2026), kekayaan Cen Sui Lan merosot tajam dari Rp 293 miliar menjadi hanya Rp 19,87 miliar.

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harta Cen Sui Lan sempat melonjak tajam dari Rp 1,11 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp 293 miliar pada tahun 2024, yang kala itu menjadikannya kepala daerah terkaya di Kepulauan Riau (Kepri).

Perbandingan LHKPN Periode 2025 dan 2024 milik Bupati Natuna Cen Sui Lan. (F: e-LHKPN KPK)

10 Bidang Tanah Senilai Rp 186 Miliar “Lesap”

Data LHKPN terbaru menunjukkan adanya anomali signifikan pada aset tanah Cen Sui Lan.

Pada tahun 2024, ia melaporkan memiliki 13 bidang tanah dengan total luas 46.500 meter persegi dengan bangunan senilai Rp 283 miliar.

Namun pada laporan tahun 2025, kepemilikan tanahnya menyusut drastis menjadi hanya 3 bidang dengan total luas 2.000 meter persegi dengan bangunan senilai Rp 11,5 miliar.

Artinya, seluas 44.500 meter persegi atau 10 bidang tanah dengan nilai total Rp 271,5 miliar tidak lagi tercantum dalam laporan kekayaan terbaru.

Kini lesap juga dua bidang tanah dengan total luas 10.000 meter persegi di Batam yang pada LHKPN tahun 2024 dilaporkan senilai Rp 96 miliar, yang naik drastis dari Rp 950 juta pada LHKPN 2023.

Ini Rincian Tanah dan Harganya Yang Hilang di e-LHKPN

Berikut rincian 10 bidang tanah yang hilang dari laporan LHKPN Cen Sui Lan periode 2025:

  • Tanah seluas 2.000 m² senilai Rp 20 miliar
  • Tanah seluas 8.000 m² senilai Rp 76 miliar
  • Tanah dan bangunan 2.000 m²/4.000 m² senilai Rp 36 miliar
  • Tanah seluas 5.000 m²/5.000 m² senilai Rp 28 miliar
  • Tanah seluas 5.000 m²/5.000 m² senilai Rp 24 miliar
  • Tanah dan bangunan 6.000 m²/6.000 m² senilai Rp 36 miliar
  • Tanah seluas 7.000 m²/7.000 m² senilai Rp 21 miliar
  • Tanah seluas 7.000 m²/7.000 m² senilai Rp 7 miliar
  • Tanah seluas 500 m²/500 m² senilai Rp 9 miliar
  • Tanah seluas 2.000 m²/2.000 m² senilai Rp 15 miliar.
Baca Juga:  Covid-19: Bantu Pasien, Cen Sediakan Oksigen Medis Gratis di Kepri

Ketiga bidang tanah yang masih tersisa di laporan 2025 adalah:

  • Tanah dan bangunan seluas 100 m²/300 m² di Batam senilai Rp 2 miliar (tahun 2024 tercatat Rp 1,5 miliar)
  • Tanah dan bangunan seluas 1.500 m²/1.500 m² senilai Rp 7,5 miliar
  • Tanah dan bangunan seluas 400 m²/600 m² senilai Rp 8 miliar.

Alat Transportasi Mobil Fortuner Muncul

Selain tanah, aset kas setara kas Cen Sui Lan juga berkurang dari Rp 10 miliar menjadi Rp 8 miliar.

Sementara itu, pada LHKPN tahun 2024 ia tidak melaporkan memiliki alat transportasi, namun pada laporan tahun 2025 tiba-tiba muncul satu unit kendaraan Toyota Fortuner tahun 2016 senilai Rp 370 juta.

Belum ada konfirmasi resmi dari Cen Sui Lan, terkait penyebab amblasnya kekayaan sebesar Rp 273,13 miliar dalam setahun, serta keberadaan 10 bidang tanah yang tidak lagi dilaporkan.

KPK Diminta Segera Mengusut

Fenomena lonjakan dan penyusutan harta yang ekstrem ini kini menggelinding lagi jadi sorotan publik.

Ketua DPP Lembaga Investigasi (LI) Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, menilai kondisi ini tidak wajar dan meminta KPK untuk segera bertindak.

“Kita mempertanyakan laporan terbaru kekayaan Cen Sui Lan yang menyusut ekstrem jasi Rp19,8 miliar, ini cukup mengherankan,” ujar Panahatan.

Advokat ini juga menekankan bahwa KPK harus menyelidiki kebenaran laporan tersebut.

“Ini bisa menjadi pintu masuk penyelidik KPK. Paling tidak, selidiki kekayaan bupati yang meloncat tinggi lalu tiba-tiba jatuh jauh ke bawah. Ini kondisi tidak normal, harus segera diusut,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan resmi dari pihak KPK maupun Bupati Natuna terkait temuan ini. (A)

Berita Sebelumnya

Tangis Histeris di Rumah Duka Bripda Natanael, Mendiang Disebut Pendiam dan Bisa Karate

Berita Selanjutnya

Bripda AS Jadi Tersangka Kasus Kematian Bripda Natanael Simanungkalit Juniornya di Mess Bintara Polda Kepri

Berita Selanjutnya
Bripda AS Jadi Tersangka Kasus Kematian Bripda Natanael Simanungkalit Juniornya di Mess Bintara Polda Kepri

Bripda AS Jadi Tersangka Kasus Kematian Bripda Natanael Simanungkalit Juniornya di Mess Bintara Polda Kepri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com